Perlawanan Hezbullah , Lambang Kebesaran Rakyat Lebanon
Perlawanan menghadapi para agresor dan penjajah, merupakan langkah terpuji dan didukung oleh logika serta UU internasional. Di sepanjang sejarah, kita menyaksikan banyak kasus dimana sebuah negara diserang secara militer oleh negara kuat dan dijajah, lalu kebangkitan rakyat di negara tersebut, meski dengan peralatan militer yang serba terbatas, mampu memperoleh kemenangan dan mengusir kekuatan penjajah. Dalam peristiwa perang dunia ke-2, dan menyusul penjajahan atas sejumlah negara Eropa oleh tentara Nazi Jerman, beberapa kelompok dari rakyat membentuk organisasi-organisasi perjuangan dan melancarkan perang terhadap sang penjajah. Negara-negara tersebut, menganggap masa-masa perjuangan menentang kekuatan penjajah, sebagai masa-masa kejayaan dan keemasan dalam sejarah mereka.
Rakyat Vietnam, bertahun-tahun melancarkan perlawanan terhadap para agresor AS, dan pada akhirnya mereka mampu memporak-porandakan kekuatan penjajah sehingga terusir dengan cara yang sangat memalukan. Warga dunia saat ini, mengenang perjuangan rakyat Vietnam dengan sangat hormat. Republik Islam Iran pun, sejak tahun 1980 hingga 1988, melakukan perjuangan menghadapi agresi rezim Saddam. Meski mendapat berbagai bantuan dari negara-negara Barat, militer Irak tidak mampu bertahan menghadapi serangan balik para pejuang Iran, yang tidak memiliki persenjataan canggih, akan tetapi memiliki iman dan tawakkal yang sangat tinggi kepada Allah swt. Dengan demikian, kebangkitan melawan segala bentuk kezaliman dan kejahatan, memiliki nilai tinggi, yang meskipun disertai berbagai kesulitan dan pengorbanan, namun merupakan sumber kemuliaan dan kehormatan.
Sejak tanggal 12 Februari, tentara militer rezim zionis kembali melancarkan serangan luasnya terhadap Lebanon. Akan tetapi rakyat Lebanon, terutama di bagian selatan, memberikan perlawanan yang tiada bandingnya. Perlawanan ini diorganisir oleh putra-putra Lebanon yang gagah berani, yang membentuk sebuah kelompok pergerakan bernama Hezbullah . Sebuah kelompok yang pada enam tahun lalu, telah berhasil memaksa pasukan militer rezim zionis melarikan diri dengan kehinaan dari Lebanon selatan. Hezbullah muncul dan masuk ke dunia politik Lebanon, pada masa yang paling gelap dan paling menyulitkan.
Pada tahun 1982, rezim zionis menjajah sekitar 2/3 tanah Lebanon, termasuk Beirut, dan memaksa pasukan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyerah dan meninggalkan tanah Lebanon. Pada zaman itu, pasukan multinasional terdiri dari AS, Perancis, Inggris, menjejakkan kakinya di Lebanon, yang mengatur kondisi sedemikian rupa sehingga sangat menguntungkan rezim zionis.
Dalam kondisi serba rumit dimana kemerdekaan politik dan integritas teritorial Lebanon telah dilanggar sedemikian itu, sejumlah pemuda muslim pemberani, dengan bertawakkal kepada Allah dan tanpa bersandar kepada negara Arab manapun, bangkit untuk menggalang perjuangan merebut kemerdekaan Lebanon. Ledakan bom di markas pasukan marinir AS dan Perancis, yang disusul pula dengan serangan terhadap markas pasukan elit rezim zionis di Lebanon, tak lain merupakan proklamasi keberadaan Gerakan Perlawanan Islam di Lebanon.
Serangan-serangan terhadap tentara Israel, kian lama kian meningkat sehingga menyedot perhatian rakyat Lebanon dan semua negara Islam. Pada saat itu, para pejuang organisasi yang kemudian menamakan diri "Hezbullah" ini memiliki peralatan perang yang sangat terbatas. Pada tahun 1992, rezim zionis meneror Sayid Abbas Musawi, Sekjen Hezbullah Lebanon, beserta istri dan anaknya yang masih kecil, sehingga mereka semua gugur syahid. Segera setelah itu, Sayid Hasan Nashrullah, menggantikan kedudukan beliau sebagai Sekjen Hezbullah.
Berbagai macam taktik, konspirasi dan serangan militer rezim zionis terhadap Hezbullah, tidak mampu menghentikan perlawanan organisasi perjuangan ini, sehingga pada bulan Mei tahun 2000, pasukan militer zionis terpaksa angkat kaki dari Lebanon selatan. Dengan demikian, untuk pertama kalinya, Hezbullah Lebanon berhasil memaksa rezim zionis untuk mengakhiri penjajahan sebuah negeri Arab, dengan perjuangan bersenjata. Dan inilah kekalahan nyata pasukan militer rezim zionis untuk pertama kalinya.
Moqawamah Islamiah atau Perlawanan Islam Lebanon, yang dipimpin oleh Hezbullah, memiliki dua ciri-ciri penting dan utama, yang memainkan peran fundamental dalam kemenangan-kemenangannya. Ciri-ciri pertama ialah keislaman perjuangan ini. Hezbullah Lebanon menjadikan ajaran Islam yang anti kezaliman dan penegak keadilan, sebagai sumber inspirasi perjuangannya. Karena Islam sangat menekankan perjuangan melawan kezaliman dan agresi, dan Islam memberikan janji-janji bantuan Ilahi kepada para mujahidin dan pejuang menentang kezaliman. Asas perjuangan Islam Lebanon ialah Ayat 39 Surat Al-Hajj, yang berbunyi:
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ
Yang artinya: "Telah diizinkan kepada orang-orang yang diperangi (untuk berjihad) karena mereka dizalimi, dan Allah Maha Kuasa untuk menolong mereka."
Pada bendera Hezbullah juga tertulis penggalan dari Ayat 56 Surat Al-Maidah, yang berbunyi:
فَإِنَّ حِزْبَ اللّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ
Artinya, "Sesungguhnya, golongan Allah, merekalah yang menang."
Ciri penting lain Hezbullah ialah dukungan luas dari rakyat dan hubungan yang sangat dekat antara Hezbullah dengan rakyat Lebanon, bahkan di luar Lebanon. Organisasi ini lahir dari dalam rakyat dan para anggotanya adalah rakyat Lebanon. Selain itu, Hezbullah adalah sebuah organisasi yang telah terbukti berbakti kepada rakyat Lebanon dan hingga kini telah melakukan banyak hal yang sangat membantu rakyat Lebanon, di bidang-bidang yang tak memiliki hubungan langsung dengan kinerja politik dan militer organisasi ini.
Hezbullah telah mendirikan banyak pusat-pusat pengobatan dan rumah sakit guna memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan kepada rakyat, terutama di bagian selatan dan sekitarnya. Bantuan dan santunan kepada keluarga para syuhada, tahanan dan penyandang cacat perang, termasuk diantara langkah-langkah Hezbullah untuk rakyat Lebanon. Halla Jabir, seorang perempuan penulis dan peneliti Lebanon, mengatakan, "Berbagai layanan yang diberikan oleh yayasan-yayasan milik Hezbullah, sedemikian besar sehingga menandingi layanan-layanan yang diberikan oleh pemerintah Lebanon." Dengan demikian tak heranlah bahwa organisasi ini tampil sebagai organisasi yang paling merakyat di Lebanon.
Agresi terbaru militer rezim zionis ke Lebanon, merupakan ujian lain bagi Gerakan Perlawanan Islam Lebanon pimpinan Hezbullah. Agresi brutal ini dilakukan dengan alasan tertawannya dua tentara militer zionis oleh para pejuang Hezbullah dalam sebuah bentrokan yang terjadi sebelumnya antara para pejuang ini dan pasukan militer zionis. Sementara saat ini ratusan orang Lebanon mendekam di penjara-penjara rezim zionis. Selain itu, reaksi tak logis rezim ini, membuktikan bahwa serangan luas ini sudah terencana sejak jauh hari.
Di lain pihak, setelah sekian hari menghadapi serangan-serangan udara, darat dan laut oleh pasukan militer rezim zionis, ternyata Hezbullah Lebanon telah membuktikan bahwa ia sudah lebih kuat daripada sebelumnya dan memiliki kesiapan yang lebih mantap untuk menghadapi bahkan membalas kejahatan-kejahatan rezim teroris ini. Meskipun negara-negara Arab tidak bersedia mendukung Hezbullah sebagai ujung tombak perlawanan menghadapi rezim zionis, bahkan terdengar komentar dan pernyataan-pernyataan miring terhadap Hezbullah, akan tetapi dengan tekad kuat dan dukungan rakyatnya, Hezbullah berhasil meraih kemenangan-kemenangan gemilang dalam medang perang ini.
Sayid Hasan Nashrullah, pemimpin Hezbullah yang dicintai oleh rakyat luas dan mayoritas muslimin dunia, menekankan kepada rakyat Lebanon, dengan mengatakan, "Dengan bertawakkal dan yakin akan pertolongan Allah swt, dan dengan bersandar kepada para pejuang juga kalian (rakyat Lebanon), demikian pula dengan mengenal watak dan semangat juang rakyat ini, dan dengan meyakini kelemahan musuh, maka sebagaimana yang sudah-sudah, kali ini pun saya menjanjikan kemenangan untuk kalian."
Kita semua berharap dan berdoa, semoga rakyat Lebanon dan Hezbullah akan segera mencapai kemenangan dan menghancurkan kekuatan musuh-musuhnya, sehingga ketenangan dan stabilitas akan tegak sepenuhnya di dunia Islam.
No comments:
Post a Comment