dua organisasi perjuangan islam yang berjuang melawan israel dan anteknya (usa dan konco-konconya)untuk mendapatkan hak - hak tanah mereka yang terampas.SEMOGA ALLAH SWT MELAKNAT PARA PENGUASA DUNIA ISLAM YANG berdiam diri terhadap penderitaan rakyat palestina dan libanon (ATAU BAHKAN BERTEMAN DENGAN ZIONIS ISRAEL DAN USA). PENGUASA DUNIA ISLAM DAN ARAB MEMANG BANYAK YANG OPPORTUNIS. mengatas namakan islam tapi jauh dari perilaku islam. mari kita dukung perjuangan HIZBULLAH dan HAMAS !!!!

Friday, May 25, 2007

Evaluasi Pertempuran 32 Hari di Lebanon Selatan

Evaluasi Pertempuran 32 Hari di Lebanon Selatan

Gerakan perjuangan Islam Hezbollah Lebanon tampil jaya dalam pertempurannya melawan Rezim Zionis. Fakta bahwa Hezbollah keluar sebagai pemenang di medan perang, adalah hal yang tak mungkin dipungkiri lagi bagi para pejabat Tel Aviv. Bahkan Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Livni menyatakan, tak satu pun kekuatan militer dunia yang mampu menghadapi Hezbollah Lebanon. Pernyataan tersebut dinilai para pengamat sebagai trik Tel Aviv dalam menjustifikasi kekalahanya menghadapi perlawanan Hezbollah. Dengan kata lain, hanya militer Israel yang dapat mengimbangi kekuatan Hezbollah. Penyataan itu juga merupakan pengakuan Israel terhadap kemenangan Hezbollah Lebanon.

Kini saatnya kita mengevaluasi kerugian, korban, dan dampak dari pertempuran kedua pihak. Data-data yang disebutkan berbagai media massa selama pertempuran 32 hari itu menunjukkan, korban di pihak Lebanon mencapai 789 orang yang sebagian besarnya warga sipil sementara korban di pihak Israel tercatat 154 orang yang 115 di antaranya adalah para serdadu. Jika Hezbollah mampu menghancurkan kapal perang, tank, helikopter, dan pesawat tempur Zionis, sasaran serangan militer Israel selalu menghantam wilayah permukiman dan infrastruktur Lebanon. Dapat dibayangkan sebesar apa kerugian yang ditanggung pemerintah Lebanon. Yang pasti, proses rekonstruksinya pun akan memakan waktu lama dengan biaya yang sangat besar.

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa militer Israel tak pernah memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan apapun dalam berperang. Tentu kita semua tak mungkin melupakan tragedi di desa Qana, Lebanon selatan. Gugur syahidnya puluhan anak kecil dan perempuan tak berdosa Lebanon akibat serangan udara militer Zionis yang meratakan sebuah gedung bertingkat empat di desa Qana itu, adalah bukti nyata siapa yang menjadi sasaran serangan Israel. Sebaliknya, Hezbollah selalu menjaga etika dalam berperang. Sekjen Hezbollah, Sayyid Hasan Nasrollah, dalam sebuah pidatonya di Televisi mengimbau warga Israel di kota Heifa untuk segera meninggalkan kota agar tak terkena roket-roket Hezbollah.

Kini kita simak pengakuan terhadap kemampuan para pejuang Hezbollah dari mulut para perwira dan serdadu Israel. Suatu ketika, seorang serdadu Zionis bernama Matan Taylor, yang bertugas menjaga pangkalan militer Israel di wilayah utara, terkejut mendengar instruksi atasannya. Ia diperingatkan untuk mewaspadai orang-orang yang mendekati pangkalan dengan mengenakan seragam tentara Israel. Sehari sebelumnya, sekelompok orang berpakaian tentara Israel menembaki sebuah rumah yang dipenuhi serdadu Zionis. Taylor mengatakan, kekuatan dan kapabilitas Hezbollah tak bisa dianggap remeh, mereka mengenal baik setiap jengkal medan dan mereka tahu dimana harus bersembunyi dan kapan saat yang tepat untuk menyerang.

Sebagian besar tentara Israel yang diwawancarai Kantor Berita Iran (IRIB) optimis dapat mengalahkan Hezbollah. Namun pada hakikatnya, mereka dihimpit rasa takut karena harus berhadap-hadapan dengan pasukan yang nyaris tak tersentuh. Menurut pengakuan para serdadu Israel, seringkali para pejuang Hezbollah tiba-tiba muncul dibelakang pasukan Israel. Kekuatan Hezbollah sangat mengejutkan militer Israel yang pada tahun 1982 mampu bergerak hingga Beirut dalam dua hari. Seorang warga AS asal New Jersey, David Gross, yang sejak dua tahun lalu bergabung dalam milier Israel mengatakan, “Kami diturunkan ke medan pertempuran untuk memukul mundur Hezbollah, namun mereka tetap bertahan. Bukankan ini sangat mengecewakan?”

Senjata Hezbollah yang paling ditakuti para serdadu Israel adalah roket anti-tank yang mampu menghancurkan tank canggih sekelas Merkava. Menurut keterangan sejumlah tentara Israel, dalam pertempuran darat, para pejuang Hezbollah juga menggunakan roket tersebut untuk membubarkan barisan tentara Israel. Sebelum perang meletus, Hezbollah dikenal sebagai gerakan bersenjata, namun kini Hezbollah berubah menjadi kekuatan militer yang sesungguhnya.

Pertempuran selama empat setengah minggu itu, berhasil mendongkrak reputasi dan popularitas Hezbollah di mata masyarakat dunia. Kini nyaris tak ada orang yang mengetahui siapa Sayyid Hasan Nasrollah. Di negara-negara Islam, Nasrollah disebut-sebut ksatria Arab. Aksi demo kaum muslimin selalu mewarnai kota-kota di berbagai negara Islam. Hezbollah dan Sayyid Hasan Nasrollah hampir mendominasi seluruh tayangan televisi, poster di sudut dinding kota, hingga kaos dan berbagai macam asesoris yang dijual di kaki lima. Bahkan di Bangladesh, sebuah jembatan yang baru diresmikan diberi nama Hezbollah.

Yang lebih menarik lagi, Hezbollah dan Sayyid Hasan Nasrollah seolah menjadi tren di bumi Eropa. Di London, para pemuda Inggris memekikkan nama Nasrollah seraya meminta Hezbollah menghancurkan Israel. Di Wina, Asutria, anak-anak kecil bangga berpose di samping poster Sayyid Hasan Nasrollah. Di Jerman, poster-poster Nasrollah terpampang hampir di setiap sudut kota dengan imbuhan kata ‘Terima kasih Nasrollah’, atau ‘Kami bangga padamu Nasrollah’.

Tak diragukan lagi bahwa mulai detik ini, gerakan perjuangan Islam Hezbollah Lebanon akan lebih kokoh dari sebelumnya. Sementara Israel takkan merasa tenang berada di tengah negara-negara Islam yang kini merasa percaya diri setelah menyaksikan kekalahan Israel di Lebanon.

No comments:

About Me

"aku kecil" tak memiliki apapun juga dihadapan "AKU BESAR". apa yang bisa disombongkan dari "aku kecil" ,padahal "aku kecil" adalah bentuk ketiadaan yang abadi. sedang "AKU BESAR", adalah keabadian itu sendiri.keabadian adalah KEADAAN MURNI" tanpa tersentuh sedikitpun oleh ketiadaan."aku kecil" adalah fakir, miskin, lemah, tak ada yang bisa diharapkan."AKU BESAR" telah membuat sepertinya "aku kecil" memiliki eksistensi, padahal eksistensi mutlak ada pada "AKU BESAR". "aku kecil" adalah aku sendiri,dzulfikar. !!! MAHA BESAR DAN SEMPURNA DIRIMU TUHAN !!!