dua organisasi perjuangan islam yang berjuang melawan israel dan anteknya (usa dan konco-konconya)untuk mendapatkan hak - hak tanah mereka yang terampas.SEMOGA ALLAH SWT MELAKNAT PARA PENGUASA DUNIA ISLAM YANG berdiam diri terhadap penderitaan rakyat palestina dan libanon (ATAU BAHKAN BERTEMAN DENGAN ZIONIS ISRAEL DAN USA). PENGUASA DUNIA ISLAM DAN ARAB MEMANG BANYAK YANG OPPORTUNIS. mengatas namakan islam tapi jauh dari perilaku islam. mari kita dukung perjuangan HIZBULLAH dan HAMAS !!!!

Friday, May 25, 2007

Kemenangan Hisbullah, Kemenangan Umat Islam

Di Lebanon, tanggal 29 Januari tahun ini dikenang rakyat si sana sebagai 'Hari Pembebasan' (Yaumul Hurriyyah wal-Tahrir). Hasan Nasrullah, pemimpin Hizbullah, mentasbihkan hari itu untuk selama-lamanya. Sialnya, di zaman yang disebut-sebut dengan Dunia Demokrasi yang –kata Giddens- membuka banyak peluang dan ruang untuk mengambil pilihan dan tindakan, ternyata masih ada peristiwa besar tentang kebebasan dan pembebasan. Kelugasan informasi memperlihatkan pencekikan nafas-nafas sengal bangsa Palestina, suara-suara parau bangsa Lebanon, dan jeritan-jeritan pilu umat Islam. Kecerdikan media menampungnya sebegitu rupa seakan dunia berlalu dengan ketenangan dan kedamaian.

Pada hari itu, Hizbullah telah mampu membebaskan 340 tahanan dan 59 mayat dari bui Israel dengan ongkos 2 mayat dan satu kolonel hidup yahudi. Ini berarti, satu kepala yahudi Israel sebanding dengan 133 kepala muslim. Bisa dibayangkan betapa Israel terpukul berat oleh satu aksi bunuh diri yang dilakukan gadis Palestina di Tel Aviv yang menewaskan lebih dari 50 nyawa yahudi. Berat, karena angka 50 di mata Israel sama saja dengan 6650. Bagi bangsa Palestina sendiri, mereka tidak menerima kematian gadis itu sebagai kehilangan. Ia mati sebagai martir, dikenang sebagai pahlawan, tetap hidup sebagai simbol perlawanan. Kalau pun harus merasakan kehilangan, kepedihan ini tidak seberapa ketimbang lipatan kepedihan yang diderita orang-orang Israel. Akankah kita masih saja memandang tidak berarti kerikil dan batu yang dilemparkan bocah-bocah di sana?! Israel itu sudah capek, mental mereka hancur.

Sekali lagi, 1 kepala yahudi Zionis berbanding 133 orang muslim. Biasa kita dengar kalau Israel selalunya menuntut 10 nyawa orang Palestina atau Lebanon dari satu korban nyawa infitadhah (perlawanan). Artinya, harga kepala orang Israel menjadi jauh lebih mahal lagi. Biasanya, 1 berbanding 10, sekarang 1 berbanding 133. Dari sana pula kita dengar pembenaran diri rezim Zionis bahwa tawanan sebanyak itu dibebaskan hanya karena mereka tidak begitu berharga, sehingga didagangkan senilai 2 mayat dan satu kepala kolonel hidup yahudi. Israel itu menang.

Barangkali, orang Perancis lebih suka menyebut kemenangan ini dengan sebutan succes de scandale. Masalahnya adalah nyawa dan kebebasan. Betapa gusarnya keluarga tentara-tentara Israel yang masih mendekam di tahanan Hizbullah, sementara mereka menyaksikan anak-anak negara-negara Islam diterbangkan kembali secara terhormat dan seluruh dunia menyambut hangat. Apa artinya 2 mayat satu kepala hidup yang dikeluarkan dari jumlah besar tahanan yahudi di bui Hizbullah. Karena hal itu, berapa banyak aksi mogok warga dan militer menentang politik teroristik Sharon. Lebih dari 10 miliyar dolar kerugian ekomoni yang ditanggung Israel, belum lagi defisit negara lebih dari separuh. Retorika itu sudah parau, kalah di dalam Israel, keok di luar Israel. Akankah kita masih saja memandang tidak berarti kerikil dan batu yang dilemparkan bocah-bocah di sana?!

Hizbullah telah mampu membebaskan jumlah tahanan sebanyak itu setelah melakukan perundingan alot selama dua tahun. Tampak bagaimana Al-Manaar menayangkan live ketibaan mereka, turun dari pesawat penuh bangga, disambut hormat sementara pejabat-pejabat tinggi berbaris rapi menunggu giliran salam. Mereka diarak di atas duyunan ratusan ribu rakyat. Di hadapan khalayak, pemimpin Hizbullah itu mengingatkan kita bahwa dunia Islam tidak menerima pembebasan mereka karena rengekan Hizbullah dan kemurahan Israel, bahwa Hizbullah telah membebaskan mereka melalui perundingan yang berwibawa dan penuh harga diri.

Ketika dunia membodohkan perlawanan batu bahkan senjata terhadap Israel, Hizbullah tampil maju. Ketika negara-negara Arab minder, kecut, kerdil, bersama rakyat Palestina Hizbullah bergerak sampai di garis terdepan. Ingat Arab! Anda itu enak makan dan tidur nyenyak di garis paling belakang karena perlawanan mereka di garis terdepan. Tanpa mereka, adakah jaminan Anda selamat dari kebrutalan Israel?! Dan dunia Islam, muslim manapun yang nonton batu dan katyuza dari jauh, sungguh berhutang pada mereka yang mau mengorbankan diri untuk berdiri dan menyusup di barisan musuh.

Empat tahun lalu, Hizbullah berhasil menyapu habis basis-basis kekuatan Israel dari wilayah selatan Lebanon. Israel dipaksa puas dengan dataran sekecil desa yang tidak lagi berarti. Rakyat dan pemerintah di sana tumpah berbaur di ruas-ruas jalan, menyambut sisa besar kemerdekaan mereka. Bersama mereka, Hizbullah balik membodohkan dunia. Ia berhasil meyakinkan organisasi-organisasi intifadzah di Palestina bahwa perlawanan adalah satu-satunya jalan merebut hak, bahwa Israel itu sudah keok, jiwa dan nuklirnya tidak lebih besar dari mulutnya.

Setelah kemenangan besar itu, empat tahun itu pula yang malah diprediksikan media internasional sebagai masa vakum dan hari-hari libur Hizbullah. Dalam bidikannya, dunia diadaptasikan dengan sebuah opini bahwa Hizbullah sekarang sudah mati, tidak ada yang bisa dilakukan, hanya bisa perang, membunuh, menyusup dan menyelinap.

29 Januari adalah hari yang membuktikan Hizbullah tetap eksis dan senantiasa konsis. Dunia kaget, orang-orang yang akrab dengan amunisi itu ternyata bisa berdialog, berunding serta punya kesabaran yang cukup berdiplomasi dengan kebandelan dan keras kepala Israel selama dua tahun. Pemimpin Hizbullah itu kembali mengingatkan dunia bahwa, tidak ada hak dan kehormatan agama atau bangsa yang kita pertaruhkan di sepanjang perundingan, seakan menyitir apa yang disebut-sebut 'perundingan damai' yang selalu dipilih PLO dan orang-orang seperti Abu Mazin di bawah tekanan Barat. Nilai pertukaran ini sudah cukup menjadi bukti bahwa perundingan itu dimenangkan Umat Islam, dan Israel lagi-lagi menuai kekalahan.

Sementara upacara penyambutan 59 mayat syahid berlangsung penuh haru, tahanan-tahanan bebas menumpahkan air mata sukur mereka di hadapan doa kaum muslim dan usaha Hizbullah, merebahkan tangis dan pelukan bersama sanak keluarga yang dipisahkan selama 6-15 tahun. Dari yang dibebaskan, Beirut hanya menyambut 23 tawanan bebas, sementara sisinya kembali ke tanah air masing-masing. 340 tawanan bebas itu berasal dari berbagai negara; Palestina, Mesir, Sudan, Maroko, dan negera Islam lainnya. Ucapan selamat mengalir selama seminggu ini atas kemenangan Hizbullah, dan Israel lagi-lagi kalah.

Kepada dunia Islam, Hizbullah hendak meyakinkan bahwa misinya bukanlah sekte, mazhab atau Arabisme. Mereka datang untuk dunia Islam. Kepada umat Islam, Hizbullah hendak mengatakan bahwa 29 Januari adalah hari besar untuk mereka semua. Kepada dunia, Hizbullah hendak memberikan catatan bahwa 29 Januari adalah peristiwa besar pertama dalam daftar 2004; kemenangan umat Islam dan Israel selalunya keok.

Di sana, di antara garis seberang Barat dan Timur, masih ada harapan besar di atas petak tanah kecil, berdiri persis di tengah peta besar dunia Israel Raya. Hizbullah itu sama seperti manusia lain. Mereka besar bukan karena postur, suara menggelegar dan kaki menghentak dalam parade. Manusia hanya akan menjadi besar dengan kekuatan hati dan harapan yang besar. "Tidak ada yang bisa menghujamkan kekuatan hati dan kebesaran harapan seperti yang dilakukan agama", begitu tutur Bagir Sadr.

Kebebasan akan terus dituntut, pembebasan terus diusahakan, nafas-nafas sengal itu akan lepas lega, suara-suara parau akan menggema penuh asa, jeritan-jeritan pilu akan melantunkan syair kemenangan. Dan, perlawanan akan terus menggelinding, memecah ketenangan bohong, membongkar kedamaian palsu. Perlawanan menyatakan untuk yang kesekian kalinya bahwa Israel itu kecil, lemah dan akan selalu keok.[]

No comments:

About Me

"aku kecil" tak memiliki apapun juga dihadapan "AKU BESAR". apa yang bisa disombongkan dari "aku kecil" ,padahal "aku kecil" adalah bentuk ketiadaan yang abadi. sedang "AKU BESAR", adalah keabadian itu sendiri.keabadian adalah KEADAAN MURNI" tanpa tersentuh sedikitpun oleh ketiadaan."aku kecil" adalah fakir, miskin, lemah, tak ada yang bisa diharapkan."AKU BESAR" telah membuat sepertinya "aku kecil" memiliki eksistensi, padahal eksistensi mutlak ada pada "AKU BESAR". "aku kecil" adalah aku sendiri,dzulfikar. !!! MAHA BESAR DAN SEMPURNA DIRIMU TUHAN !!!