| Catatan Media dan Para Tokoh Dunia |
|
Bisa menyerang, tapi tak bisa diserang. Bisa membunuh tapi tak bisa dibunuh. Inilah mitos yang selama ini dibangun dan dikembangkan kaum Zionis dengan terus memamerkan kecanggihan mesin-mesin perangnya. Sebagai pendukung, mitra, dan bahkan kekuatan yang membidani lahirnya Zionisme di jantung Timteng, dunia Barat, utamanya AS dan Inggris, juga tak pernah berhenti menjajakan mitos itu. Naifnya, seperti diharapkan Zionis dan Barat, sebagian besar rezim Arab mengkliping mitos itu dalam primbon keyakinan mereka tentang peta kekuatan militer di Timteng. Mereka lebih percaya kepada dongeng itu karena pernah dikalahkan Israel dalam peperangan yang berlangsung hanya dalam hitung hari. Mereka tak pernah menggugat dongeng itu dengan keberhasilan para pejuang Hezbollah mengusir Israel dari sebagian besar wilayah Lebanon selatan pada tahun 2000. Mereka lebih suka menyebut peristiwa besar di penghujung milenium kedua itu sebagai “kejumawahan” Israel untuk “mengalah” di Lebanon. Tak seperti umumnya bangsa Arab, para pejuang Muslim Lebanon selatan yang bernaung di bawah bendera Hezbollah tak pernah meyakini dongeng kedigdayaan kaum Zionis. “Rezim Zionis lebih lemah dari sarang laba-laba,” pekik Sekjen Hezbollah Lebanon, Sayid Hasan Nasrollah. Tak hanya sekedar kata-kata, Hezbollah berani membuktikan pekikan itu. Delapan serdadu Zionis tewas dan dua lainnya tertawan dalam operasi pembebasan Hezbollah atas Shab’aa, sebuah kawasan subur di Lebanon selatan yang masih diduduki Zionis. Para penguasa di Tel Aviv kalap dan lantas menginstruksikan serangan besar-besaran ke seluruh wilayah Lebanon pada 12 Juli 2006. Berbagai kawasan Lebanon, terutama di selatan, diamuk jet-jet tempur Zionis. Hampir semua orang memperkirakan Hezbollah akan tergulung operasi militer Zionis hanya dalam hitungan hari, apalagi dianggap Hezbollah cuma sekedar organisasi militan lokal, sedangkan Israel adalah kekuatan raksasa yang kebetulan juga sedang disetting AS untuk menekuk Hezbollah dan mengimplemetasi agenda The New Middle East yang dipromosikan Washington . Tapi keajaiban terjadi dan menggulung underestimate banyak orang terhadap Hezbollah tersebut. Semua orang terperangah; bukannya lumpuh dan kocar-kacir, Hezbollah malah berhasil menuai lebih dari 100 nyawa serdadu Zionis dalam perang terbuka selama satu bulan, dan Hezbollah sendiri hanya kehilangan jiwa anggotanya sekitar 60 orang. Setiap hari lebih dari 100 roket Hezbollah mendarat di berbagai kota dan daerah utara Israel. Puluhan tank supermodern Merkava, mesin-mesin perang, dan kapal tempur milik Israel yang selama ditakuti bangsa-bangsa Arab ternyata berkeping-keping dilumat roket Hezbollah. Sedangkan pasukan Israel hanya dapat mengumbar kekalapannya kepada warga sipil dan tidak dapat berbuat banyak di depan gerilyawan Hezbollah. Rezim Israel kehilangan muka di depan dunia, terutama di depan bangsa-bangsa Arab dan rakyat Zionis sendiri. Nama Hezbollah melambung di Dunia Arab dan Islam. Kibaran kencang bendera Hezbollah tak hanya memupuskan mitos kedigdayaan Israel, tapi semakin juga menguak kekerdilan mentalitas rezim-rezim Arab di depan mitos Zionis. Acara Suara Masyarakat (Sout an-Nas) setiap malam di TV al-Jazeera menjadi ajang untuk meluapkan otokritik dan kecaman para tokoh dan masyarakat Arab terhadap para penguasa mereka. Timteng Baru pada akhirnya memang terjadi, tapi bukan seperti yang dirancang Washington dan Tel Aviv. Sebaliknya, Timteng kini tampil dengan wajah baru yang mulai bebas dari mitos kesaktian Zionis dan kemaha-perkasaan AS. Mitos ini tergusur oleh sebuah legenda nyata, yaitu legenda tentang keperkasaan kelompok pejuang yang tidak hanya mengandalkan pada kekuatan raga dan fisik, tapi juga kekuatan mental dan batin. Legenda itu sekarang dirajut secara sempurna oleh Hezbollah bersama pemimpinnya, Sayid Hasan Nasrollah. Berikut ini beberapa catatan media dan komentar para tokoh tentang legenda Hezbollah Lebanon:
Kejutkan Semua Orang Harian Times mengemukakan keterkejutan banyak orang atas ketangguhan Hezbollah. Koran terbitan Inggris ini pada edisi Kamis 11 Agustus 2006 menyatakan, semua orang tadinya mengira Hezbollah akan kalah hanya dalam hitungan hari, tapi bukannya kalah, Hezbollah ternyata justru mampu menghadang gerak maju pasukan Israel dan membunuh lebih dari 100 tentara Zionis. Selain itu, roket Hezbollah tetap gencar menghajar berbagai kawasan utara Israel. Times menambahkan bahwa bangsa-bangsa Arab dan Muslim menganggap Hezbollah menang karena tetap mampu bertahan melawan angkatan bersenjata yang paling tangguh di Timteng. Menurut Times, teguhnya perlawanan Hezbollah di depan militer Israel yang didukung habis-habisan oleh AS telah mengejutkan semua orang. Sedemikian hebatnya Hezbollah sampai-sampai para petinggi Zionis bertikai mengenai strategi dalam menghadapi Hezbollah. Harian Financial Times edisi Rabu 9 Agustus 2006 menyatakan serangan darat dan udara Israel ke Lebanon tidak sanggup melemahkan Hezbollah. Koran terbitan Inggris ini menuliskan, “Jet-jet tempur Israel telah menghancurkan desa-desa Lebanon Selatan, jembatan-jembatan, pabrik-pabrik, jalan-jalan, bandara internasional, dan tempat-tempat penyimpahan bahan bakar nasional Lebanon. Israel juga melumpuhkan perekonomian negara ini. Namun demikian, para pejuang Hezbollah hingga kini tetap gencar melawan serangan tersebut.” Menurut Financial Times, kecil sekali kemungkinan Hezbollah dapat dilumpuhkan Israel. Sebaliknya, perlawanan sengit Hezbollah sejak satu bulan lalu telah menjadikan gerakan ini sebagai kekuatan yang legendaris di tengah bangsa-bangsa Arab. Koran ini juga menilai Hezbollah bukan hanya telah menggoyang posisi sejumlah rezim Arab yang menjalin hubungan dengan Israel, tetapi juga menguatkan mental musuh-musuh AS di Timteng.
Kalah Perang Dinas Rahasia Israel, Mossad, mengakui Israel sudah dipandang sebagai pihak yang kalah dalam perang dengan Hezbollah. Seperti diberitakan News Israel, Direktur Mossad Meir Dagan, seusai rapat darurat enam jam kabinet keamanan Israel Dagan menambahkan, “Pertempuran Israel dengan Hezbollah sangat menggembirakan orang-orang Palestina dan mengguncang AS dan sekutunya.” Menurutnya, kabinet Ehud Olmert harus menebus kekalahan ini dengan mengesahkan operasi lebih masif terhadap Hezbollah, walaupun Israel akan kehilangan ratusan lagi pasukannya.
Lebih Parah dari "Perang Kemerdekaan" Koran terkemuka Israel Ha’aretz mengakui kerugian yang diderita Israel dalam perang kali ini jauh lebih parah daripada kerugiannya pada perang 1948. Seperti dimuat koran ar-Riyadh terbitan Arab Saudi, Ha-aretz menilai kerugian Israel sudah lebih dari dua kali lipat kerugiannya pada perang 1948. Ha-aretz menyatakan, dalam perang-perang sebelumnya, Israel tidak pernah menanggung derita sedemikian besar. Bahkan dalam perang 1948 yang dianggap Israel sebagai perang kemerdekaan, korban tewas di pihak tentara Zionis hanya mencapai sekitar 2/3 tentara Zionis yang mati dalam perang Lebanon sekarang.
Tak Sekedar Bersumbar Harian New York Times edisi Selasa 8 Agustus menuliskan, hal yang lebih menakutkan daripada roket Hezbollah ialah semakin merebaknya popularitas Sekjen Hezbollah di negara-negara Islam dan Arab. Harian AS ini menambahkan bahwa Sayid Nasrollah kini sudah menjadi simbol eksistensi dan martabat bangsa-bangsa Arab. Pada beberapa dekade lalu, tokoh-tokoh semisal Gamal Abdel Nasser dan Yasser Arafat selalu gagal membuktikan klaim kemenangannya atas Israel, tetapi kini muncul rohaniwan berusia 46 tahun bernama Hasan Nasrollah yang mampu membuktikan apa saja yang dikatakannya.
Tak Dapat Disepelekan Berkibarnya nama Hasan Nasrollah juga diberitakan koran Handelsblatt terbitan Jerman Selasa 8 Agustus. Dalam reportasenya yang berjudul “Hezbollah Tak Dapat Disepelekan”, harian itu menuliskan, Sekjen Hezbollah Sayid Hasan Nasrollah telah menjadi sosok yang paling disukai di Dunia Arab dan Islam karena keberhasilannya dalam menghadapi Israel. Handelsblatt menilai kekuatan Hezbollah terletak pada dukungan rakyat dan pemikiran umat Islam di Lebanon Selatan. Hezbollah memiliki basis politik yang besar di Lebanon. Tanpa partisipasi Hezbollah, kehidupan politik di Lebanon tidak pernah aktual.
Pasok Senjata Menteri Luar Negeri Malaysia, Syed Hamid Albar, mengatakan sudah seharusnya negara-negara Muslim mulai mempertimbangkan untuk memasok senjata bagi Hizbullah. Sebab, Israel hingga kini masih terus melakukan agresinya terhadap Lebanon. "'Pemikiran perlunya memasok senjata bagi Hizbullah memang telah dilontarkan oleh sejumlah anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI),'' papar Syed Hamid di Kuala Lumpur, Selasa 8 Agustus. Syed Hamid menilai Israel seakan memiliki kekebalan hukum hingga melakukan langkah semau mereka sendiri. Israel, ujarnya, harus sadar bahwa kekerasan yang mereka lakukan akan menimbulkan kekerasan baru. Dikatakannya, negara-negara OKI harus mencermati segala sesuatu yang terjadi, dan tak seharusnya negara-negara Muslim membiarkan Israel melakukan apa pun yang diinginkannya, termasuk melakukan agresi yang membuat banyak warga sipil menjadi korban.
Pulihkan Martabat Seorang anggota parlemen Mesir, Hamdi Hasan mengatakan, Hezbollah Lebanon telah mengembalikan martabat dan jatidiri umat Islam. Dalam wawancaranya dengan IRIB Selasa 1 Agustus, Hamdi Hasan mengapresiasi perlawasanan Hezbollah dan ketegasan sikap Sayyid Hasan Nasrollah. Ia juga mengimbau negara-negara di kawasan untuk memberikan dukungan spiritual dan finansial kepada Hezbollah Lebanon. Menyinggung aksi pembataian di desa Qana, selatan Lebanon, Hamdi Hasan mengatakan, merealisasikan ambisi mereka, AS dan Rezim Zionis Israel akan menggunakan segala macam represi terhadap negara-negara Arab dan Islam. |
dua organisasi perjuangan islam yang berjuang melawan israel dan anteknya (usa dan konco-konconya)untuk mendapatkan hak - hak tanah mereka yang terampas.SEMOGA ALLAH SWT MELAKNAT PARA PENGUASA DUNIA ISLAM YANG berdiam diri terhadap penderitaan rakyat palestina dan libanon (ATAU BAHKAN BERTEMAN DENGAN ZIONIS ISRAEL DAN USA). PENGUASA DUNIA ISLAM DAN ARAB MEMANG BANYAK YANG OPPORTUNIS. mengatas namakan islam tapi jauh dari perilaku islam. mari kita dukung perjuangan HIZBULLAH dan HAMAS !!!!
Friday, May 25, 2007
Hezbollah Merajut Legenda
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Blog Archive
-
▼
2007
(48)
-
▼
May
(17)
- Wawancara dengan Musa Ahmad Qashir salah satu peju...
- Perlawanan Hezbullah , Lambang Kebesaran Rakyat L...
- Pahlawan Arab dan Islam: Sayyid Hasan Nasrullah at...
- Nasrollah: Ini Adalah Kemenangan Seluruh Ummat Isl...
- Manuver Kekuatan Rakyat Libanon; S H Nasrullah Pem...
- Hezbollah Merajut Legenda
- Evaluasi Pertempuran 32 Hari di Lebanon Selatan
- Dunia Islam dan Agresi Rezim Zionis atas Lebanon
- Hamas Serukan Jihad Lawan Zionis
- Hamas Serukan Jihad Lawan Zionis
- Biografi Singkat Sekjen Hizbullah, Sayid Hasan Nas...
- S Hasan Nasrullah adalah tentara S Ali Khamene’i
- S Hasan Nasrullah adalah tentara S Ali Khamene’i
- Ketika Dunia Menatap Hizbullah
- Kemenangan Hisbullah, Kemenangan Umat IslamDi Leb...
- Kehidupan Pejuang Hizbullah dalam Hari-hari Melawa...
- Keajaiban Hizbullah dan Pertemuan dengan Sayyid Ha...
-
▼
May
(17)
About Me
- dzulfikar
- "aku kecil" tak memiliki apapun juga dihadapan "AKU BESAR". apa yang bisa disombongkan dari "aku kecil" ,padahal "aku kecil" adalah bentuk ketiadaan yang abadi. sedang "AKU BESAR", adalah keabadian itu sendiri.keabadian adalah KEADAAN MURNI" tanpa tersentuh sedikitpun oleh ketiadaan."aku kecil" adalah fakir, miskin, lemah, tak ada yang bisa diharapkan."AKU BESAR" telah membuat sepertinya "aku kecil" memiliki eksistensi, padahal eksistensi mutlak ada pada "AKU BESAR". "aku kecil" adalah aku sendiri,dzulfikar. !!! MAHA BESAR DAN SEMPURNA DIRIMU TUHAN !!!
No comments:
Post a Comment