dua organisasi perjuangan islam yang berjuang melawan israel dan anteknya (usa dan konco-konconya)untuk mendapatkan hak - hak tanah mereka yang terampas.SEMOGA ALLAH SWT MELAKNAT PARA PENGUASA DUNIA ISLAM YANG berdiam diri terhadap penderitaan rakyat palestina dan libanon (ATAU BAHKAN BERTEMAN DENGAN ZIONIS ISRAEL DAN USA). PENGUASA DUNIA ISLAM DAN ARAB MEMANG BANYAK YANG OPPORTUNIS. mengatas namakan islam tapi jauh dari perilaku islam. mari kita dukung perjuangan HIZBULLAH dan HAMAS !!!!

Friday, May 25, 2007

Wawancara dengan Musa Ahmad Qashir salah satu pejuang Hizbullah dalam perang 33 hari




Wawancara dengan Musa Ahmad Qashir salah satu pejuang Hizbullah dalam perang 33 hari

WawancaraNamun, penyanderaan dua prajurit Israel lebih cepat dua bulan dari rencana sebelumnya. Ini membuat rencana mereka dimajukan lebih cepat dua bulan dari rencana yang telah ditetapkan. Bush dan Olmert tidak mengerti strategi perang karena bukan prajurit sebelumnya. Berbeda dengan Sharon yang memiliki kecakapan strategi perang. Sharon mengerti kekuatan militer Hizbullah. Pada akhirnya, Bush dan Olmert mendesak untuk strategi yang telah disiapkan agar dimajukan. Di saat yang sama, komandan pasukan gabungan Israel mengajukan keberatan karena tidak siap untuk melakukan serangan sekarang. Namun, perintah telah dikeluarkan dan perang dimulai.

--------------------------------------------------------------

Musa Ahmad Qashir (MAQ) adalah sahabat Syahid Ahmad Qashir yang terkenal dengan bom bunuh dirinya. Ia berasal dari desa Dir Qanun an-Nahr bagian dari kota Shur di Lebanon Selatan. Ia termasuk salah satu anggota senior sayap militer Hizbullah.

FARS: Sudikah Anda menjelaskan perjuangan Hizbullah selama 33 hari. Tentunya, kami akan sangat senang sekali bila Anda bersedia mengungkapkan peristiwa-peristiwa yang belum dibocorkan media?

MAQ: Sebelum menjelaskan masalah ini, ada satu hal penting yang perlu saya tekankan di sini. Hizbullah bukan penyebab perang 33 hari. Sesuai dengan janji Hizbullah yang disampaikan oleh Sayyid Hasan Nasrullah kepada rakyat Lebanon bahwa Hizbullah akan membebaskan sanak keluarga mereka yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Setelah peristiwa pembebasan tanah Lebanon oleh Hizbullah dan mundurnya Israel dari Selatan Lebanon, ada kesepakatan antara Amerika dan Israel untuk menghancurkan Hizbullah. Kesepakatan itu akan dilaksanakan pada bulan Juli bertepatan dengan bulan Ramadhan. Modulnya adalah bertepatan dengan pidato Sayyid Hasan Nasrullah di hari Quds pesawat-pesawat tempur Israel akan menyerang dan membom tempat pertemuan tersebut. Pemboman besar-besaran itu akan menewaskan Sayyid Hasan Nasrullah dan pejabat-pejabat penting Hizbullah sekaligus masyarakat pendukung Hizbullah. Itu adalah langkah awal. Setelah pemboman tersebut, Israel akan melakukan serangan besar-besaran untuk menghancurkan kekuatan militer Hizbullah.

Sedianya, rencana Amerika dan Israel demikian. Namun, penyanderaan dua prajurit Israel lebih cepat dua bulan dari rencana sebelumnya. Ini membuat rencana mereka dimajukan lebih cepat dua bulan dari rencana yang telah ditetapkan. Bush dan Olmert tidak mengerti strategi perang karena bukan prajurit sebelumnya. Berbeda dengan Sharon yang memiliki kecakapan strategi perang. Sharon mengerti kekuatan militer Hizbullah. Pada akhirnya, Bush dan Olmert mendesak untuk strategi yang telah disiapkan agar dimajukan. Di saat yang sama, komandan pasukan gabungan Israel mengajukan keberatan karena tidak siap untuk melakukan serangan sekarang. Namun, perintah telah dikeluarkan dan perang dimulai.

Strategi mereka pada Minggu pertama adalah melakukan pemboman besar-besaran sehingga sebagian besar kekuatan Hizbullah dapat dilumpuhkan. Setelah melakukan serangan dari udara, dimulailah serangan melalui jalur darat. Pada saat yang bersamaan, angkatan udara Israel menyerbu Suriah dan angkatan udara Amerika menyerang Iran.

Amerika tidak punya keinginan untuk berperang dengan Iran. Tapi pada waktu itu mereka ingin memberikan pelajaran kepada Iran dengan serangan itu agar Iran mengalami kerugian besar. Dengan serangan itu, Amerika berharap Iran mau mengikuti syarat-syarat yang ditetapkannya. Rencana ini dilakukan di Lebanon dengan membom titik-titik kekuatan Hizbullah. Harapan mereka lebih dari seribu pos-pos kekuatan Hizbullah bakal hancur. Ternyata setelah seminggu pemboman Sayyid Hasan Nasrullah muncul di televisi dan mengumumkan bahwa dalam serangan itu tidak seorang pun dari pasukan Hizbullah yang syahid.

Salah satu sebab mengapa tidak ada satu pun dari pejuang Hizbullah yang tewas adalah kesigapan Hizbullah menghadapi kondisi darurat. Setelah menyandera dua prajurit Israel, semua pos-pos Hizbullah telah dikosongkan. Masyarakat juga diperintahkan untuk keluar dari kawasan yang berbatasan dengan Israel. Dengan cara ini, pasukan Israel tidak berhasil mencapai target Minggu pertama serangan mereka.

Pada hari kelima, Ahmadi Nejad mengumumkan bahwa kapal-kapal perang Amerika di Teluk Parsi akan disandera oleh Iran. Bush tidak mengerti sindiran itu dan dengan mudahnya Hizbullah menghantam dan menenggelamkan kapal perang modern Israel. Setelah serangan itu, Bush menyadari Iran dalam 15 hingga 20 detik seluruh kapal perang Amerika di Teluk Parsi dapat dihancurkan oleh Iran sekalipun dengan gambaran bahwa Amerika berhasil menyerang Teheran dan Isfahan.

FARS: Bagaimana reaksi Israel setelah serangan Minggu pertama, apakah rencana mereka berhasil?

MAQ: Komandan pasukan gabungan Israel setelah Minggu pertama mengumumkan bahwa setiap titik yang diduga ada pasukan Hizbullah telah kami bombardir dan hancurkan. Apa yang kami mampu hanya ini. Sekarang kondisikan agar dapat dilakukan gencatan senjata dan perundingan. Di sini, Bush kemudian mengambil alih kepemimpinan. Bush tidak menginginkan gencatan senjata. Perang harus dilanjutkan. Campur tangan Bush ini dimanfaatkan dengan baik oleh Israel dengan menyiapkan list senjata dan amunisi yang selama ini terbatas dimiliki oleh Amerika untuk menguatkan persenjataan mereka. Bom-bom curah (cluster) generasi baru, bom-bom berpandu laser dan banyak lagi senjata modern yang sebelumnya hanya dipakai oleh pasukan Amerika ada pada list tersebut. Ketika pasukan Israel telah dilengkapi dengan senjata-senjata paling modern, dimulailah serangan darat. Dalam serangan darat Israel menurunkan tank Merkava generasi ke empat, generasi paling canggih. Tank ini mampu menghancurkan sasaran hingga radius 6 kilo meter.

Pasukan Hizbullah memberikan kesempatan kepada pasukan angkatan darat Israel selama tiga hari memasuki kawasan Khiyam dan Aita Syi’b. Sekitar 35 tank Merkava menyerang kota Khiyam. Bila dibandingkan, dengan luasnya kota Khiyam, 35 buah tank jelas terlalu banyak. Perlawanan gigih yang ditunjukkan oleh pasukan Hizbullah berhasil menghancurkan 23 tank Merkava. Orang-orang Israel berkata bahwa kami tidak mengerti bagaimana caranya tank-tank dapat hancur! Hasil dari kekalahan Israel dalam serangan darat adalah negara-negara seperti Turki atau Amerika yang telah memesan sebanyak 400 buah tank Merkava membatalkan rencana pembelian itu. Pemerintah Israel sendiri mengumumkan untuk tidak lagi memproduksi tank Merkava. Pemerintah Israel meyakini bahwa kerugian industri persenjataannya lebih dari kerugian akibat peperangan itu sendiri.

Israel tidak mampu mengirimkan pasukan angkatan daratnya di kota Aita Syi’b. Melihat itu, mereka menurunkan pasukan penerjun lewat helikopter dan mengobrak-abrik sebuah sekolah. Mereka mendapat informasi bahwa pasukan Hizbullah berada di sana. Sekitar 40 pasukan Israel diterjunkan untuk menghabisi pasukan Hizbullah. Tepat ketika helikopter mengudara sekolahan tadi meledak dengan hebatnya. Ternyata pasukan Hizbullah sigap akan serangan itu dan sebelum pasukan Israel tiba mereka telah pergi dan meletakkan bom di sana.

Ini dua contoh kegagalan Israel melakukan serangan lewat darat. Memahami kondisi yang sulit pasukan Israel merasa cukup sampai di Bintul Jubayl. Tempat di mana pada tahun 2000 Sayyid Hasan Nasrullah menyampaikan pidatonya yang terkenal “Israel lebih lemah dari sarang labah-labah”. Pasukan Israel mencoba menguasai kawasan ini untuk mendapatkan poin setelah keluar dari sana enam tahun yang lalu. Mereka berusaha keras dan banyak yang tewas. Beberapa helikopter, sebuah pesawat tempur dan kapal perang mereka hancur. Hasilnya juga nihil karena mereka tidak mampu menguasai kota ini. Israel sendiri mengakui sekitar 124 tank merkava, tank terkuat di dunia, hancur.

Israel memiliki pasukan komando khusus. Namun, setiap kali diterjunkan untuk menghadapi pasukan Hizbullah, mereka harus menelan pil pahit kekalahan. Akhirnya, karena tidak punya pilihan lain mereka mengirimkan pasukan elitnya yang pernah ditugaskan untuk menyandera beberapa orang Palestina di Etiopia, mereka mengobrak-abrik lapangan udara dan akhirnya berhasil membebaskan bebrapa sandera Israel. Pasukan elit Israel ini ketika berhadap-hadapan dengan pasukan Hizbullah di daerah Anshariah, 13 orang anggotanya tewas. Betapa pentingnya pasukan ini sehingga Israel siap untuk menukar jasad mereka dengan seluruh tawanan Lebanon.

FARS: Bagaimana kondisi rakyat Lebanon yang tinggal di sekitar Lebanon Selatan selama peperangan terjadi?

MAQ: Yang lebih penting dari peperangan adalah usaha melindungi masyarakat. Hizbullah pada perang 33 hari tidak hanya mengurusi perang dengan Israel. Ada sekitar satu juta setengah masyarakat yang hidup di kawasan terjadinya peperangan. Hizbullah bukan sebuah negara, di samping itu pemerintah Lebanon sendiri tidak membantu masyarakat Lebanon Selatan. Terlebih-lebih lagi karena kawasan ini lebih didominasi oleh orang-orang Syi’ah. Pemerintah tidak memperhatikan masyarakat. Hizbullah melakukan tugasnya di sela-sela perang menghadapi Israel untuk membantu masyarakat dimulai dari kebutuhan bahan pokok hingga masalah tmpat tinggal.

Ketika perang terjadi, pemerintah Lebanon berperan sebagai boneka Israel. Pemerintah memberikan dukungan kepada Israel. Seluruh sistem komunikasi Lebanon dibiarkan terbuka sehingga Israel dapat melakukan penetrasi ke sana. Oleh karenanya, Hizbullah tidak mungkin untuk mempergunakan telepon rumah, telepon genggam bahkan walkie talkie.

Sebagian besar analis perang terheran-heran, selama 33 hari bagaimana anggota Hizbullah saling berkomunikasi. Israel sendiri menegaskan bahwa pasukan Hizbullah telah terbagi-bagi dalam kelompok-kelompok terpisah. Antara setiap kelompok dengan lainnya tidak bisa melakukan komunikasi, tercerai berai. Sebagai jawaban, Sayyid Hasan Nasrullah muncul di televisi dan secara langsung memerintahkan pasukannya untuk menghantam kapal perang Israel dengan rudal-rudal yang telah disiapkan. Kepada pemirsa Sayyid Hasan Nasrullah meminta agar melihat kapal perang Israel. Ini untuk pertama kalinya di sebuah perang ada perintah serangan yang disiarkan secara langsung lewat televisi. Ketelitian dan kerja sama yang kompak dari pasukan Hizbullah sulit dimengerti oleh pasukan Israel dan para analis perang.

Adapun masalah bantuan Hizbullah kepada rakyat sipil. Tepat di saat Hizbullah menghadapi perang sengit dengan Israel yang menyerang dari laut, udara dan darat dengan dibantu oleh Amerika dan sebagian negara-negara Eropa, Sayyid Hasan Nasrullah tidak melupakan perhatiannya terhadap rakyat. Ketika terjadi perang dan sedang sengit-sengitnya, Hizbullah menggiring masyarakat ke tempat-tempat aman. Tidak itu saja, masalah kebutuhan bahan pokok, tempat tinggal bahkan masalah kesehatan juga diperhatikan oleh Hizbullah. Hal yang perlu diingat, selama perang 33 hari, sekitar 1330 terjadi kelahiran yang ditangani dengan baik oleh Hizbullah. Jumlah yang lahir berkali-kali lipat dari data korban yang meninggal di perang 33 hari.

Sayyid Hasan Nasrullah senantiasa mengingatkan kader-kader Hizbullah untuk senantiasa menghormati rakyat. Kehormatan dan kemuliaan rakyat harus dijaga. Buat Sayyid Hasan Nasrullah ini masalah penting. Beliau mengerti bagaimana pemerintah secara sengaja dan terang-terangan menghina rakyat. Mereka menginginkan agar rakyat tidak lagi memberi dukungan kepada Hizbullah. Hizbullah, menurut pemerintah, adalah penyebab semua kesulitan ini. Namun, dengan taufik Allah, Alhamdulillah mereka tidak mampu menghina rakyat.

FARS: Kondisi dalam negeri Lebanon sendiri bagaimana. Khususnya penentangan kelompok 14 Maret terhadap Hizbullah. Khususnya, dengan melihat sikap Hizbullah yang ingin menurunkan pemerintah yang ada dan rencana apa yang ada untuk ke depan?

MAQ: Pimpinan redaksi koran Ad-Diyar, seorang Kristen Maroni, memberikan julukan yang bagus untuk kelompok 14 Maret ini. Ia mengatakan kita jangan menyebut mereka kelompok 14 Maret, lebih tepat bila kita katakan “Yahudi Dalam”. Maksudnya ada sekelompok Yahudi Zionis di Israel dan ada sekelompok lainnya di Lebanon. Menurut saya ungkapan itu sangat tepat, karena mereka membantu Israel lebih dari orang-orang Yahudi Israel sendiri.

Sebelum terjadinya perang 33 hari, mereka sangat agresif menyerang Hizbullah dan memprovokasi negara Lebanon untuk melucuti senjata Hizbullah. Menyikapi mereka, Sayyid Hasan Nasrullah mengajak kelompok-kelompok Lebanon untuk melakukan perundingan. Menanggapi ajakan Sayyid HAsan Nasrullah telah diadakan sekitar 8 kali perundingan dan Hizbullah sebagai pihak yang berpengaruh pada waktu itu. Kesimpulannya, dalam sistem pertahanan Lebanon, Hizbullah diikutkan sebagai sebuah kekuatan dan itu disepakati. Kelompok-kelompok pro Israel menyampaikan pesannya kepada Israel bahwa dalam perundingan mereka kalah. Setelah ini, kalian sendirilah yang harus menyelesaikan masalah ini. Amerika tidak akan melakukan serangan secara langsung dan berhadap-hadapan dengan Hizbullah. Karena bila mereka kalah, maka sebagai negara super power akan sangat memalukan sekali. Bila selama 4 tahun bercokol di Irak sekitar 4 ribu tentara Amerika yang tewas[2], maka dalam waktu sebulan tentara mereka akan tewas dalam jumlah yang sama. Tugas ini lalu dilimpahkan ke pundak Israel untuk melucuti Hizbullah dan menghancurkannya.

Selama masa perang 33 hari, kelompok “Yahudi Dalam” melakukan kerja sama dengan Israel. Mereka meyakini komentar Rise, menteri luar negeri Amerika, bahwa Hizbullah akan kalah. Rise memberikan kepada mereka agar melakukan tugas-tugas dan bila keesokan harinya kalian masih melihat Sayyid Hasan Nasrulah masih hidup, maka akan dapat kalian lihat dia di Guantanamo.

Kelompok “Yahudi Dalam” sebelum perang terjadi melakukan aksinya secara diam-diam. Dengan janji Rise, mereka menampakkan wajah aslinya. Bahkan Saad Hariri secara terang-terangan mengatakan bahwa setelah perang berakhir, Sayyid Hasan Nasrullah akan diperadilankan. Junbalat dan kroni-kroninya berkata bahwa perang tidak akan berakhir sampai Hizbullah berhasil dilucuti senjatanya. Tidak itu saja, menteri dalam negeri Lebanon pun ikut mencatut dirinya sebagai boneka Israel dengan statemennya bahwa perang akan berakhir bila Hizbullah telah dilucuti senjatanya.

Perang selesai. Kelompok-kelompok ini mulai bersikap defensif dan berusaha sebisa mungkin untuk tetap menjaga posisinya. Sayyid Hasan Nasrullah dengan akhlaknya yang khas berbicara kepada seluruh rakyat Lebanon bahwa Hizbullah adalah pemenang perang 33 hari. Dan kepada musuh-musuh dalam selimut ia menjamin bahwa Hizbullah tidak akan membalas dendam. Oleh karenanya sekarang mereka berusaha lewat undang-undang untuk melucuti senjata Hizbullah. Setelah gencatan senjata dan pasukan perdamaian PBB telah diturunkan di kawasan Lebanon Selatan, mereka akan melucuti senjata Hizbullah. Dan sesuai dengan pasal 7 dari draf resolusi PBB, pasukan perdamaian PBB berhak untuk menyerang Hizbullah.

Hizbullah tidak menyetujui pasal ini dan Hizbullah juga punya hak untuk menyerang pasukan perdamaian PBB. Hizbullah bersikeras landasan hukum pasukan keamanan PBB dengan pasal 6 baru resolusi itu diterima. Amerika akhirnya menerima usulan Hizbullah. Sesuai dengan pasal 6 pasukan PBB tidak punya hak untuk ikut campur dan hanya berhak untuk mencegah.

Dengan dasar ini, 15 ribu pasukan perdamaian PBB memasuki Lebanon Selatan disertai dengan 15 ribu pasukan Lebanon. Kelompok “Yahudi Dalam” membayangkan bahwa 30 ribu pasukan dapat melucuti senjata Hizbullah bila presiden panglima angkatan bersenjata diganti.

Melihat rencana ini, Hizbullah cepat-cepat melakukan manuver untuk mencegah terjadinya perang dalam negeri yang lebih dahsyat. Untuk itu diumumkan bahwa harus terjadi perombakan kabinet. Hizbullah dan kelompok-kelompok yang pro dengan mereka harus memegang sekurang-kurangnya sepertiga dan ditambah satu kursi salah satu dari menteri di parlemen. Dengan ini diharapkan secara undang-undang kabinet tidak dapat memutuskan untuk melucuti senjata Hizbullah.

Kelompok-kelompok “Yahudi Dalam” saat ini tidak setuju dengan usulan Hizbullah. Mereka tidak mau dibentuknya sebuah kabinet persatuan. Hizbullah melancarkan rencana keduanya dengan mengajak rakyat turun ke jalan dan meminta pemerintah turun. [Saleh L]


---------------------------------------------

[1] . Wawancara ini dinukil dari kantor berita FARS yang dimuat ulang dalam koran mingguan Partu Az Sukhan no. 358, tanggal 13 Desember 2006.
[2] . Selama ini, jumlah tentara yang diumumkan secara resmi oleh pemerintah Amerika hanya berkaitan dengan tentara yang tewas dalam menjalankan tugas. Sementara mereka yang sakit dan terluka lalu meninggal tidak terhitung sebagai korban perang; baik setelah itu tewas di Irak atau di tempat lain. (-pent)

Perlawanan Hezbullah , Lambang Kebesaran Rakyat Lebanon

Perlawanan Hezbullah , Lambang Kebesaran Rakyat Lebanon

Perlawanan menghadapi para agresor dan penjajah, merupakan langkah terpuji dan didukung oleh logika serta UU internasional. Di sepanjang sejarah, kita menyaksikan banyak kasus dimana sebuah negara diserang secara militer oleh negara kuat dan dijajah, lalu kebangkitan rakyat di negara tersebut, meski dengan peralatan militer yang serba terbatas, mampu memperoleh kemenangan dan mengusir kekuatan penjajah. Dalam peristiwa perang dunia ke-2, dan menyusul penjajahan atas sejumlah negara Eropa oleh tentara Nazi Jerman, beberapa kelompok dari rakyat membentuk organisasi-organisasi perjuangan dan melancarkan perang terhadap sang penjajah. Negara-negara tersebut, menganggap masa-masa perjuangan menentang kekuatan penjajah, sebagai masa-masa kejayaan dan keemasan dalam sejarah mereka.

Rakyat Vietnam, bertahun-tahun melancarkan perlawanan terhadap para agresor AS, dan pada akhirnya mereka mampu memporak-porandakan kekuatan penjajah sehingga terusir dengan cara yang sangat memalukan. Warga dunia saat ini, mengenang perjuangan rakyat Vietnam dengan sangat hormat. Republik Islam Iran pun, sejak tahun 1980 hingga 1988, melakukan perjuangan menghadapi agresi rezim Saddam. Meski mendapat berbagai bantuan dari negara-negara Barat, militer Irak tidak mampu bertahan menghadapi serangan balik para pejuang Iran, yang tidak memiliki persenjataan canggih, akan tetapi memiliki iman dan tawakkal yang sangat tinggi kepada Allah swt. Dengan demikian, kebangkitan melawan segala bentuk kezaliman dan kejahatan, memiliki nilai tinggi, yang meskipun disertai berbagai kesulitan dan pengorbanan, namun merupakan sumber kemuliaan dan kehormatan.

Sejak tanggal 12 Februari, tentara militer rezim zionis kembali melancarkan serangan luasnya terhadap Lebanon. Akan tetapi rakyat Lebanon, terutama di bagian selatan, memberikan perlawanan yang tiada bandingnya. Perlawanan ini diorganisir oleh putra-putra Lebanon yang gagah berani, yang membentuk sebuah kelompok pergerakan bernama Hezbullah . Sebuah kelompok yang pada enam tahun lalu, telah berhasil memaksa pasukan militer rezim zionis melarikan diri dengan kehinaan dari Lebanon selatan. Hezbullah muncul dan masuk ke dunia politik Lebanon, pada masa yang paling gelap dan paling menyulitkan.

Pada tahun 1982, rezim zionis menjajah sekitar 2/3 tanah Lebanon, termasuk Beirut, dan memaksa pasukan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyerah dan meninggalkan tanah Lebanon. Pada zaman itu, pasukan multinasional terdiri dari AS, Perancis, Inggris, menjejakkan kakinya di Lebanon, yang mengatur kondisi sedemikian rupa sehingga sangat menguntungkan rezim zionis.

Dalam kondisi serba rumit dimana kemerdekaan politik dan integritas teritorial Lebanon telah dilanggar sedemikian itu, sejumlah pemuda muslim pemberani, dengan bertawakkal kepada Allah dan tanpa bersandar kepada negara Arab manapun, bangkit untuk menggalang perjuangan merebut kemerdekaan Lebanon. Ledakan bom di markas pasukan marinir AS dan Perancis, yang disusul pula dengan serangan terhadap markas pasukan elit rezim zionis di Lebanon, tak lain merupakan proklamasi keberadaan Gerakan Perlawanan Islam di Lebanon.

Serangan-serangan terhadap tentara Israel, kian lama kian meningkat sehingga menyedot perhatian rakyat Lebanon dan semua negara Islam. Pada saat itu, para pejuang organisasi yang kemudian menamakan diri "Hezbullah" ini memiliki peralatan perang yang sangat terbatas. Pada tahun 1992, rezim zionis meneror Sayid Abbas Musawi, Sekjen Hezbullah Lebanon, beserta istri dan anaknya yang masih kecil, sehingga mereka semua gugur syahid. Segera setelah itu, Sayid Hasan Nashrullah, menggantikan kedudukan beliau sebagai Sekjen Hezbullah.

Berbagai macam taktik, konspirasi dan serangan militer rezim zionis terhadap Hezbullah, tidak mampu menghentikan perlawanan organisasi perjuangan ini, sehingga pada bulan Mei tahun 2000, pasukan militer zionis terpaksa angkat kaki dari Lebanon selatan. Dengan demikian, untuk pertama kalinya, Hezbullah Lebanon berhasil memaksa rezim zionis untuk mengakhiri penjajahan sebuah negeri Arab, dengan perjuangan bersenjata. Dan inilah kekalahan nyata pasukan militer rezim zionis untuk pertama kalinya.

Moqawamah Islamiah atau Perlawanan Islam Lebanon, yang dipimpin oleh Hezbullah, memiliki dua ciri-ciri penting dan utama, yang memainkan peran fundamental dalam kemenangan-kemenangannya. Ciri-ciri pertama ialah keislaman perjuangan ini. Hezbullah Lebanon menjadikan ajaran Islam yang anti kezaliman dan penegak keadilan, sebagai sumber inspirasi perjuangannya. Karena Islam sangat menekankan perjuangan melawan kezaliman dan agresi, dan Islam memberikan janji-janji bantuan Ilahi kepada para mujahidin dan pejuang menentang kezaliman. Asas perjuangan Islam Lebanon ialah Ayat 39 Surat Al-Hajj, yang berbunyi:

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

Yang artinya: "Telah diizinkan kepada orang-orang yang diperangi (untuk berjihad) karena mereka dizalimi, dan Allah Maha Kuasa untuk menolong mereka."

Pada bendera Hezbullah juga tertulis penggalan dari Ayat 56 Surat Al-Maidah, yang berbunyi:

فَإِنَّ حِزْبَ اللّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

Artinya, "Sesungguhnya, golongan Allah, merekalah yang menang."

Ciri penting lain Hezbullah ialah dukungan luas dari rakyat dan hubungan yang sangat dekat antara Hezbullah dengan rakyat Lebanon, bahkan di luar Lebanon. Organisasi ini lahir dari dalam rakyat dan para anggotanya adalah rakyat Lebanon. Selain itu, Hezbullah adalah sebuah organisasi yang telah terbukti berbakti kepada rakyat Lebanon dan hingga kini telah melakukan banyak hal yang sangat membantu rakyat Lebanon, di bidang-bidang yang tak memiliki hubungan langsung dengan kinerja politik dan militer organisasi ini.

Hezbullah telah mendirikan banyak pusat-pusat pengobatan dan rumah sakit guna memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan kepada rakyat, terutama di bagian selatan dan sekitarnya. Bantuan dan santunan kepada keluarga para syuhada, tahanan dan penyandang cacat perang, termasuk diantara langkah-langkah Hezbullah untuk rakyat Lebanon. Halla Jabir, seorang perempuan penulis dan peneliti Lebanon, mengatakan, "Berbagai layanan yang diberikan oleh yayasan-yayasan milik Hezbullah, sedemikian besar sehingga menandingi layanan-layanan yang diberikan oleh pemerintah Lebanon." Dengan demikian tak heranlah bahwa organisasi ini tampil sebagai organisasi yang paling merakyat di Lebanon.

Agresi terbaru militer rezim zionis ke Lebanon, merupakan ujian lain bagi Gerakan Perlawanan Islam Lebanon pimpinan Hezbullah. Agresi brutal ini dilakukan dengan alasan tertawannya dua tentara militer zionis oleh para pejuang Hezbullah dalam sebuah bentrokan yang terjadi sebelumnya antara para pejuang ini dan pasukan militer zionis. Sementara saat ini ratusan orang Lebanon mendekam di penjara-penjara rezim zionis. Selain itu, reaksi tak logis rezim ini, membuktikan bahwa serangan luas ini sudah terencana sejak jauh hari.

Di lain pihak, setelah sekian hari menghadapi serangan-serangan udara, darat dan laut oleh pasukan militer rezim zionis, ternyata Hezbullah Lebanon telah membuktikan bahwa ia sudah lebih kuat daripada sebelumnya dan memiliki kesiapan yang lebih mantap untuk menghadapi bahkan membalas kejahatan-kejahatan rezim teroris ini. Meskipun negara-negara Arab tidak bersedia mendukung Hezbullah sebagai ujung tombak perlawanan menghadapi rezim zionis, bahkan terdengar komentar dan pernyataan-pernyataan miring terhadap Hezbullah, akan tetapi dengan tekad kuat dan dukungan rakyatnya, Hezbullah berhasil meraih kemenangan-kemenangan gemilang dalam medang perang ini.

Sayid Hasan Nashrullah, pemimpin Hezbullah yang dicintai oleh rakyat luas dan mayoritas muslimin dunia, menekankan kepada rakyat Lebanon, dengan mengatakan, "Dengan bertawakkal dan yakin akan pertolongan Allah swt, dan dengan bersandar kepada para pejuang juga kalian (rakyat Lebanon), demikian pula dengan mengenal watak dan semangat juang rakyat ini, dan dengan meyakini kelemahan musuh, maka sebagaimana yang sudah-sudah, kali ini pun saya menjanjikan kemenangan untuk kalian."

Kita semua berharap dan berdoa, semoga rakyat Lebanon dan Hezbullah akan segera mencapai kemenangan dan menghancurkan kekuatan musuh-musuhnya, sehingga ketenangan dan stabilitas akan tegak sepenuhnya di dunia Islam.

Pahlawan Arab dan Islam: Sayyid Hasan Nasrullah atau Saddam?

Pahlawan Arab dan Islam: Sayyid Hasan Nasrullah atau Saddam?

Sejarah & TokohOleh: Saleh Lapadi

Pada perayaan hari Idul Ghadir kemarin (hari pengangkatan Imam Ali bin Abi Thalib as sebagai pemimpin kaum muslimin pengganti Nabi), Sayyid Ali Khamane’i mengatakan bahwa kaum Syi’ah bangga menjadi pengikut Imam Ali bin Abi Thalib, namun itu tidak berarti kaum Syi’ah akan bertikai dengan saudaranya Ahli Sunah. Saudara Ahli Sunah yang tidak menerima kejadian pengangkatan Imam Ali bin Abi Thalib as tetap bisa hidup berdampingan dengan saudaranya Syi’ah. Oleh beliau, mengutip pendapat Syahid Muthahhari bahwa peristiwa al-Ghadir yang dikumpulkan oleh Allamah Amini dari berbagai sumber; Syi’ah dan Sunni, bisa menjadi perekat Syi’ah dan Ahli Sunah. Beliau kembali menegaskan bahwa seorang muslim haram hukumnya melakukan aktivitas yang dapat menjurus pada perselisihan Syi’ah dan Sunni.

--------------------------------------------------------------------------

Dunia Islam dan Arab baru saja merayakan kemenangan Hizbullah yang dipimpin oleh Sayyid Hasan Nasrullah. Dalam perang 33 hari Hizbullah mampu menghadapi Israel yang dibantu oleh Amerika dan sebagian negara-negara Eropa. Kemenangan itu membuat Sayyid Hasan Nasrullah menjadi terkenal di seluruh dunia. Olmert sendiri harus terpaksa mengakui bahwa orang paling berani di tahun 2006 adalah Sayyid Hasan Nasrullah.

Tiba-tiba dunia dikejutkan dengan keputusan hukuman mati Saddam Husein. Banyak yang pro dan kontra dengan penggantungan Saddam. Libia secara resmi melakukan acara berkabung selama tiga hari dan membandingkan Saddam Husein dengan Umar Mukhtar yang mati di tiang gantungan. Husein Mubarak presiden Mesir dalam wawancaranya dengan salah satu media Israel mengatakan: “Tidak seorang pun yang akan melupakan cara penggantungan Saddam. Mereka telah mensyahidkannya” . Oleh New York Times dilaporkan di Yordania diadakan upacara berkabung yang diikuti secara besar-besaran yang diikuti oleh sekitar 14 partai oposisi. Partai oposisi yang sebenarnya bentukan kerajaan Yordania sendiri. Hasan Fattah salah satu kolumnis New York Times melaporkan bahwa sepekan setelah hukuman mati Saddam, terjadi perang antar kelompok-kelompok yang ada di Irak. Sementara al-Maliki sendiri membantah itu dengan pernyataanya bahwa setelah hukuman mati Saddam, Irak lebih tenang dari hari-hari sebelumnya. Ali Nafi, wakil presiden Sudan, menyatakan bahwa: “Saddam Husein mencintai Irak dan rakyat Irak”. Salah satu perwakilan Al-Jazirah di Mesir pergi ke salah satu kota kecil bernama Ezzat Saddam (kemuliaan Saddam). Di sana dia mengadakan upacara berkabung. Gambar yang ditampilkan diusahakan sedemikian rupa bahwa yang ikut dalam prosesi itu adalah masyarakat Mesir. Sebagian lain memadankan Saddam dengan al-Hallaj sang tokoh sufi. Bahkan ada juga yang menyerunya dengan sebutan “Ya Ahlat Takwa wal Maghfirah!” Dan banyak ungkapan lain yang memuji Saddam.

Sebulan sebelum Saddam dijatuhi hukuman mati, semua dunia, tidak terkecuali dunia Arab, menganggap Saddam sebagai pembunuh berdarah dingin. Tangannya dilumuri dengan darah orang-orang Syi’ah, Sunni dan Kurdi di Irak. Ia juga dikenal sebagai agresor yang menyerang Iran dan Kuwait. Tanpa belas kasihan rakyat Irak sendiri dibunuh dengan senjata kimia, apalagi yang dilakukannya terhadap rakyat Iran dalam peperangan delapan tahun. Betapa banyak ulama Islam Sunni dan Syi’ah yang dibunuh olehnya. Syahid Muhammad Baqir Shadr ulama paling terkemuka Syi’ah dan menjadi tokoh cendekiawan dunia Islam dibunuh beserta adik perempuannya.

Semua ini berubah setelah Saddam digantung. Alasannya karena dia digantung di hari Idul Qurban. Padahal semua tahu bahwa peradilan di bawah bentukan dan tekanan Amerika. Sejam sebelum digantung, Saddam masih di tangan Amerika. Pada akhir prosesi penggantungan Saddam, ada helikopter di atas yang menanti jasadnya untuk langsung diterbangkan ke Tikrit kota kelahirannya.

Tempat penggantungan Saddam memang sengaja dipilih tempat digantungnya Syahid Muhammad Baqir Shadr. Sehingga ketika rekaman itu ada suara-suara yang menyebutkan kata Baqir Shadr. Masih jelas dalam ingatan bagaimana ketika Syahid Shadr diseret menghadap Saddam listrik seluruh kota dipadamkan. Dengan wajah berlumuran darah Syahid Shadr dibawa menghadap Saddam. Ketika sudah berhadapan, Saddam bertanya: “Siapakah Anda?” Syahid Shadr menjawab: “Shadr” Saddam lantas bergumam: “Rajulun”. Sebuah ungkapan pada seorang tokoh kharismatik. Tokoh yang membuatnya takut akan keruntuhan tahtanya. Pada waktu itu juga, pihak keamanan menyiapkan penggilingan. Itu disiapkan bagi mereka yang melakukan protes atas pembunuhan Syahid Shadr.

Sebagian suara rekaman terdengar yel-yel untuk Muqtada Shadr yang ayahnya juga dibunuh di tempat yang sama. Harian ar-Riyadh memanfaatkan rekaman itu dengan mengatakan bahwa Muqtadha Shadr ada di lokasi penggantungan Saddam. Bahkan tidak cukup itu saja, Aziz al-Hakim pun dituduh hadir pada acara itu.

Lebih dari itu, dalam prosesi itu ketika kamera mengarah ke tempat lain terdengar suara syahadat walaupun tidak keras. Orang-orang menyangka yang mengucapkan itu adalah Saddam Husein, padahal belum terbukti. Karena suara tersebut tidak disertai dengan gambar ucapan yang keluar dari bibir Saddam. Hamas juga diberitakan tidak setuju dengan hukuman mati Saddam Husein, namun segera Ismail Haniah memberikan klarifikasi bahwa kabar itu tidak benar.

Semua skenario ini dibuat sedemikian rupa untuk membuat pahlawan baru menandingi popularitas Sayyid Hasan Nasrullah. Barat tidak senang dengan prestasi yang diraih oleh Hizbullah dengan tokoh sentralnya Sayyid Hasan Nasrullah. Kecintaan akan Sayyid Hasan Nasrullah akan menjadi ancaman terhadap eksistensi Israel. Usaha Olmert yang mengakui secara langsung bahwa Israel memiliki senjata nuklir adalah upaya untuk mengembalikan citra kekuatan tak terkalahkan Israel. Inggris juga berusaha sedemikian rupa untuk mendongkrak kembali image bahwa Israel masih merupakan kekuatan tak tertandingi di kawasan, namun tidak berhasil.

Saddam sekuel baru, pasca hukuman mati, dimunculkan sebagai hero. Seorang hero yang oleh perawatnya digambarkan sebagai seorang paling humanis dan agamis. Disebutkan bagaimana ia tidak bicara bila tidak perlu, tidak pernah marah dan mencaci siapapun, murah senyum, tidak pendendam (karena tidak pernah menyebutkan nama musuhnya), memberi makan burung dari sisa rotinya dan lain-lain. Di sisi lain Saddam juga melakukan salat lima waktunya dengan teratur, membaca al-Quran dan tidak lupa berpuasa di bulan Ramadhan. Tentu saja kondisi ini membuat dia harus mengomentari hukuman mati Saddam seperti ini: “Ini pengalaman hidup yang menyakitkan dan menyedihkan”. Namun, hero aspal ini, memiliki latar belakang hitam dan kelam. Ia menghabisi semua lawan-lawan politiknya dengan kejam bahkan anaknya sendiri.

Bandingkan itu semua dengan Sayyid Hasan Nasrullah!

Satu-satunya kesalahan Sayyid Hasan Nasrullah karena ia bermazhab Syi’ah. Syi’ah yang, setelah kemenangan revolusi Iran, menjadi sumber inspirasi kesadaran kaum muslimin di seluruh dunia menghadapi hegemoni Barat. Hal itulah yang membuat negara-negara Arab tidak mensuportnya dalam perang 33 hari menghadapi Israel. Bahkan lebih dari itu, ulama Wahhabi mengatakan bahwa perang yang dilakukan oleh Hizbullah tidak diakui sebagai jihad atas nama agama.

Saddam sekuel baru tidak hanya untuk menandingi popularitas Sayyid Hasan Nasrullah, tapi juga ikut andil bagi terbentuknya sebuah koalisi baru. Koalisi yang diciptakan oleh Israel, Amerika, inggris dan sebagian negara-negara Arab yang bergantung pada kekuatan Barat untuk menghadapi Syi’ah. Alasannya sederhana, karena hukuman mati dilakukan di hari Idul Qurban dan pemerintah yang Syi’ah. Negara-negara Arab digiring sedemikian rupa untuk melihat fenomena Syi’ah sebagai ancaman. Hukuman mati Saddam merupakan upaya balas dendam mereka, selain Iran yang oleh Barat dicitrakan sedemikian rupa bakal membuat senjata nuklir dengan program damai nuklirnya. Syi’ah Iran dan Irak akan mengancam Ahli Sunah yang ada di negara-negara Arab. Padahal semua tahu, Saddam yang Sunni itulah yang sempat mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah dengan menyerang Iran yang Syi’ah dan Kuwait yang Sunni. Sebagian negara-negara Arab sedang berusaha keras untuk menunjukkan bahwa pilihan mereka kali ini dalam rangka menghadapi musuh Islam. Mereka lupa dan lalai bahwa sikap mereka yang lemah di hadapan Israel selama ini membuat simpati kaum muslimin menjadi pudar.

Pada perayaan hari Idul Ghadir kemarin (hari pengangkatan Imam Ali bin Abi Thalib as sebagai pemimpin kaum muslimin pengganti Nabi), Sayyid Ali Khamane’i mengatakan bahwa kaum Syi’ah bangga menjadi pengikut Imam Ali bin Abi Thalib, namun itu tidak berarti kaum Syi’ah akan bertikai dengan saudaranya Ahli Sunah. Saudara Ahli Sunah yang tidak menerima kejadian pengangkatan Imam Ali bin Abi Thalib as tetap bisa hidup berdampingan dengan saudaranya Syi’ah. Oleh beliau, mengutip pendapat Syahid Muthahhari bahwa peristiwa al-Ghadir yang dikumpulkan oleh Allamah Amini dari berbagai sumber; Syi’ah dan Sunni, bisa menjadi perekat Syi’ah dan Ahli Sunah. Beliau kembali menegaskan bahwa seorang muslim haram hukumnya melakukan aktivitas yang dapat menjurus pada perselisihan Syi’ah dan Sunni.[]

Ditulis dari berbagai sumber.

Nasrollah: Ini Adalah Kemenangan Seluruh Ummat Islam Dunia



Nasrollah: Ini Adalah Kemenangan Seluruh Ummat Islam Dunia

Sekjen Gerakan Perjuangan Hezbollah Lebanon, Sayid Hasan Nasrollah, menyatakan bahwa kemenangan yang diperoleh pihaknya dalam pertempuran melawan Zionis Israel adalah kemenangan yang historis sekaligus strategis. Dalam pernyataan yang ditayangkan oleh Televisi Al-Manar Senin malam 14 Agustus, Sayid Hasan Nasrollah menegaskan, “Kekalahan militer Israel adalah kemenangan penting bagi Moqawamah Islamiah, Hezbollah, Lebanon, dan semua ummat Islam di dunia.”

Di bagian lain keterangannya, Nasrollah menyinggung akibat agresi mimiter Zionis yang mengakibatkan hancurnya infrastruktur di banyak kawan Lebanon. Menurutnya, hal ini menjadi bukti betapa Zionis adalah rezim yang liar dan ganas. Hancurnya ribuan rumah penduduk, menurut Nasrollah, juga menunjukkan bahwa Zionis punya dendam kesumat dengan bangsa Lebanon, akan tetapi, mereka terlalu lemah untuk berhadapan di medan perang melawan para pejuang Hezbollah hingga mengalihkan sasaran dengan menyerang permukiman sipil

Manuver Kekuatan Rakyat Libanon; S H Nasrullah Pemarkasa Timur Tengah Baru

Manuver Kekuatan Rakyat Libanon; S H Nasrullah Pemarkasa Timur Tengah Baru

Khutbah“Kekuatan kami tidak ditentukan oleh senjata-senjata kami, tetapi oleh rakyat dan nenek tua yang dengan berani tetap berdiri di samping bekas reruntuhan rumahnya untuk menunjukkan perlawanannya”. ( Sayyid Hasan Nasrullah)

Perayaan kemenangan rakyat Libanon yan digelar Jum’at 22 September 2006 merupakan perayaan terbesar dalam sejarah Libanon. Hari itu ribuan orang datang dan berkumpul mendengarkan pesan-pesan dari pidato Sayyid Hasan Nasrullah. Mungkin dapat kita simpulkan bahwa perayaan kemenangan ini adalah sebagai sebuah embrio bagi terciptanya Timur Tengah baru menurut tafsiran dan gaya Hisbullah.


Dalam pembukaan pidatonya kali ini Hasan Nasrullah setelah mengucapkan syukur dan pujian kepada Tuhan, beliau mengkhususkan objek pembicaraannya pada sebuah masalah yang dia anggap prinsip, yaitu rasa simpati dan bela sungkawanya terhadap rakyat tertindas Palestina dan jalur Gaza.
Beliau mengatakan bahwa saat ini tidak ada alasan lagi bagi masyarakat dan negara-negara Arab untuk berdiam diri, beliau menunjukkan bahwa dengan melihat hasil-hasil dari perang Libanon kali ini, Israel pun ternyata tidak kebal dari kekalahan, dan menyeru masyarakat Arab untuk segera menentukan tugasnya secara menyeluruh dalam menghadapi Israel.

Sayyid Hasan Nasrullah juga menyinggung tentang masalah-masalah pokok seperti perlucutan senjata Hisbullah, menurut beliau jika Libanon sudah mencapai kondisi yang betul-betul aman, pasti dan tanpa kesulitan yang berarti perlucutan itu akan segera terlaksana. Beliau juga mengingatkan tentang masalah pembebasan dua tentara Israel yang di sandera Hisbullah, beliau mengatakan bahwa sama halnya seperti yang telah beliau tunjukkan dalam perang, bahwa kalaupun seluruh dunia memobilisasi kekuatannya untuk menyerang Hisbullah, mereka tidak akan bisa membebaskan kedua tawanan tersebut kecuali dengan jalan negosiasi dan pembebasan serta pengembalian tawanan-tawanan Libanon ke rumah-rumah mereka terlebih dahulu.

Nasrullah dalam pidatonya juga menyoroti kondisi dalam negeri Libanon dan memperingatkan mereka yang memecah belah bangsa serta orang-orang yang mengeluarkan isu tentang perlucutan senjata Hisbullah. Beliau berkata: kalian rakyat dan pejuang-pejuang Libanon, dengan kehadiran kalian di acara perayaan kemenangan ini, sekali lagi telah kalian buktikan keberanian dan kesiapan kalian.

Beliau menambahkan: bahwa kemenangan perlawanan Islam Libanon dapat tercapai adalah berkat bantuan dan pertolongan Tuhan dan juga berkat kebersamaan kalian rakyat Libanon yang berani dan perkasa.

Beliau mengatakan bahwa sebelum acara perayaan kemenangan besar ini terlaksana, sejumlah banyak musuh-musuh dalam dan luar negeri melancarkan perang urat syaraf demi menggagalkan pelaksanaan acara perayaan kemenangan rakyat ini, beliau berkata: mereka sangat bekerja keras supaya pada hari ini tidak juga kalian hadir di sini, tidak juga saya.

Tetapi hari ini rakyat Libanon baik yang berjalan kaki maupun yang mengendarai kendaraan dari tempat-tempat yang jauh maupun dekat, utara maupun selatan dan juga dari kamp-kamp penampungan Palestina, semuanya dapat hadir di tempat ini, sehingga jawaban yang kokoh mampu kalian berikan kepada mereka, dan kalian katakan bahwa kemenangan adalah milik kita dan tidak ada yang lebih layak untuk merayakan kemenangan ini selain daripada rakyat Libanon.

Beliau menambahkan: saya sangat berterimakasih kepada semua yang telah datang baik itu dari utara maupun selatan Libanon, kamp-kamp penampungan Palestina, dari Bahrain, Qatar, Kuwait, Palestina, Suriah, Iran dan juga yang datang dari negara-negara lain, dan salam saya bagi seluruh keluarga-keluarga Syuhada Libanon dan keluarga-keluarga lain dari bangsa yang besar ini, yang selalu bersabar dalam menghadapi kesulitan-kesulitan, dan yang hari ini telah menyampaikan kita sampai pada kemenangan ini.

Beliau berkata: hari ini kita merayakan satu kemenangan, kemenangan yang harus dicatat sebagai kemenangan strategis dan penting. Tapi mengenai bagaimana perlawanan Islam Libanon yang hanya dengan memiliki beberapa ribu jumlah pasukan saja, dapat bertahan dan melakukan perlawanan dalam menghadapi pasukan terbesar dan terkuat di wilayah Timur Tengah serta yang merupakan pasukan terlengkap di dunia, dan itu pun selama 33 hari bertahan dan melawan, perlu kepada satu pembahasan khusus yang lain lagi.

Saya katakan kepada anda rahasia perlawanan ini, perlawanan yang mampu menggetarkan tubuh-tubuh pasukan terbaik Israel yang kemudian seperti tikus lari dari medan perang, perlawanan yang mampu merubah tank-tank Israel menjadi kuburan-kuburan, perlawanan yang mampu mengusir kapal-kapal perang Israel dari perairan Libanon, rahasiannya tidak lain hanyalah pertolongan Tuhan dan peralwanan rakyat Libanon.

Beliau menambahkan: perlawanan Islam Libanon berkat pertolongan Tuhan, pengalaman para pasukan, manajemen yang terorganisir dengan baik, keyakinan tentang jihad, pelajaran-pelajaran khusus dan persenjataan yang ada, dalam perang ini mampu merebut kemenangannya. Menurut keyakinan saya pengalaman perlawanan Islam Libanon ini harus dapat tersebar ke seantero dunia.

Beliau juga mengatakan bahwa perlawanan Islam Libanon ini bukanlah suatu perlawanan yang tidak teroganisir, justru ia adalah perlawanan yang sangat terorganisir dan dipersenjatai, yang dengan berlandaskan keyakinan, kehendak dan pertolongan rakyat, perlawanan ini mampu mewujudkan semua mukjizat yang telah dicapainya sekarang ini.
Dengan alasan inilah perlawanan Islam Libanon mampu memenangkan peperangan ini, dimana ada rakyat seperti kalian yang selalu berdiri di belakangnya. Rakyat yang hari ini dengan segala ancaman dan perang-perang urat syaraf yang dilancarkan hadir di tempat ini, dan sekali lagi menunjukkan kemenangannya kepada dunia. Keberanian rakyat seperti kalianlah yang di masa-masa perang, mengantarkan perlawanan Islam Libanon sampai kepada kemenangan.

Beliau menegaskan bahwa pada masa perang banyak dari musuh-musuh dalam dan luar negeri yang mempunyai keyakinan bahwa jika mereka dapat menghancurkan dan memporakporandakan rakyat Libanon maka keyakinan mereka terhadap perlawanan Islam akan hilang dan bantuan yang telah diberikan kepadanya akan mereka tarik kembali, untuk kemudian musuh-musuh ini beranggapan bahwa setelah itu rakyat dapat dijadikan alat untuk menekan perlawanan Islam Libanon, tetapi musuh-musuh ini buta dan salah dalam memprediksikan situasi, karena rakyat Libanon dalam kondisi yang sesulit apapun tetap melanjutkan dukungannya terhadap perlawanan Islam dan tetap menjaga kemuliaan dan harga diri mereka serta mempertahankan dan menuntut atas setiap jengkal tanah negaranya.

Beliau melanjutkan: beberapa waktu yang lalu sebagian dari petinggi-petinggi Amerika di atas podium-podium mereka mengumumkan bahwa telah sampai berita yang menggembirakan kepada mereka dari Libanon yang isinya menyatakan bahwa kekuatan perlawanan Islam Libanon telah melemah dan sedang di ambang perpecahan, tetapi kalian rakyat yang mulia yang terdiri dari bangsa-bangsa, suku-suku dan partai-partai yang berbeda dan yang sedang merayakan kemenangan ini, dapat memberikan jawaban yang jitu kepada musuh besar ini dan kalian katakan bahwa semua berita-berita yang mereka terima tersebut tidak lebih dari kebohongan belaka, dan pertimbangan-pertimbangan Gedung Putih tidak boleh disandarkan pada berita-berita bohong tersebut.
Sayyid Hasan Nasrullah menambahkan bahwa perang ini adalah perangnya Amerika dan yang mengkoordinasikannya pun adalah mereka, dilakukan dengan senjata-senjata mereka. Namun yang menghentikan peperangan ini adalah kekuatan dan kemenangan perlawanan Islam Libanon bukan Amerika atau Israel atau negara-negara mediator lainnya.

Beliau menegaskan: Amerikalah yang semenjak awal mengatur terjadinya perang ini dan sampai minggu ke empat terjadinya peperangan ini tetap menuntut supaya perang terus berlangsung, tetapi setelah melihat kemampuan dan kekuatan perang serta mental pasukan Israel betul-betul sudah berada di titik kehancuran, Amerika dengan maksud untuk menyelamatkan Israel mulai memasuki medan perang dan berusaha keras untuk menghentikan peperangan ini, tapi jika seandainya pernyataan saya ini salah, dan jika Amerika memiliki sedikit saja belas kasihan terhadap rakyat Libanon dan anak-anak kecil serta wanita-wanita negara ini, meraka sebenarnya sangat mampu untuk sejak awal menghentikan peperangan ini, tapi tidak mereka lakukan.

Beliau menambahkan: sangat disesalkan sekarang ini sebagian dari partai-partai yang ada di Libanon dengan kurang ajar mengumumkan bahwa Amerikalah yang telah menghentikan perang ini, tetapi kenyataannya tidak seperti itu. Kekuatan perlawanan Islam sajalah dan anak-anak kalian yang dengan sabar dan dengan kekokohan serta kemampuannya dalam mewujudkan “mukjizat” lah yang mampu menghentikan peperangan ini. Rakyat Libanonlah yang sebenarnya memiliki paling banyak sumbangsih dalam kemenangan ini, adalah rakyat yang merangkul dan melindungi kekuatan-kekuatan perlawanan Islam, baik itu di dalam mesjid-mesjid, sekolah-sekolah maupun di gereja-gereja, dan hari ini yang paling berhak untuk berbicara tentang kemenangan hanyalah rakyat yang murah hati ini.

Beliau menambahkan: selamat bagi orang-orang yang hari ini merasa bahwa rencana- rencana dan tujuan-tujuannya telah terlaksana, dan juga bagi mereka yang merasakan kemenangan dalam perang ini, tapi bagi mereka yang merasa bahwa rencana-rencana dan tujuan-tujuannya tidak tercapai dan telah melakukan pekerjaan yang sia-sia, di perang ini akan merasakan kekalahan. Saya katakan kepada anda, hari ini rakyat Libanon, Palestina dan umat Islam serta seluruh kaum tertindas di muka bumi ini telah meraih kemenangannya, dan sekali lagi akan saya ulangi kata-kata saya yang telah saya sampaikan pada hari kemenangan rakyat Libanon di Bint al Jubail tahun 2000 yang lalu, saya katakan bahwa kemenangan kami dalam perang ini adalah kemenangan yang hakiki dari seluruh rakyat Libanon, masa-masa kekalahan telah berakhir, sekarang telah dimulai langkah baru, langkah-langkah untuk pencapaian kemenangan-kemenangan.

Beliau juga menyindir partai-partai yang ada di Libanon dengan berkata : kemenangan ini adalah satu kemenangan yang nyata, bersejarah dan besar, janganlah kita tempatkan kemenangan dan seluruh hasil-hasil besarnya ini -dengan segala kemelut politik dan perang kata-kata yang ada- pada tempat yang tertutup.

Beliau juga menambahkan: hari ini perlawanan Islam telah melumpuhkan seluruh dalih dan alasan yang muncul dari negara-negara di kawasan Timur Tengah dan dunia, sehingga tidak ada seorang pun yang mempunyai alasan untuk mengatakan “kami tidak mampu menghadapi tentara-tentara “mitos” Israel” atau “persenjataan kami tidak cukup lengkap untuk menghadapi Israel”.

Beliau menambahkan: Condoleeza Rice di awal perang Libanon berbicara tentang terciptanya Timur Tengah baru, tapi hari ini “anak haram” itu telah gagal, karena dia adalah anak haram, yang untuk mempertahankan eksistensinya saja ia tidak mampu.
Sayyid Hasan Nasrullah berkata: pertahanan dan perlawanan kami dalam perang dengan Israel ini telah mempermalukan Amerika, dan telah meningkatkan intensitas permusuhan dunia atas negara ini, juga mampu meningkatkan kewaspadaan dan kebangkitan dunia atas hegemoni negera ini terhadap dunia.

Hasil dari kemenangan perlawanan Islam Libanon hari ini adalah terciptanya sebuah kondisi dimana setiap orang Arab dan orang Islam secara bebas dan leluasa dapat berbicara apa saja tentang Israel dan Amerika dan seorang terhormat seperti Chavez pun dengan leluasa di forum PBB berbicara dan mengutuk kekuatan dan politik Amerika.
Beliau menambahkan: di akhir-akhir pada tahun 2000 telah kami tunjukkan kepada dunia sebuah contoh dan teladan tentang kemenangan, dan kali pun di tahun 2006 di akhir-akhir perang ini kami tunjukkan kepada dunia contoh dan keteladanan tentang perlawanan dan tekad yang keras, sehingga kemudian tidak ada lagi satupun dari pemimpin-pemimpin negara di kawasan ini serta masyarakat-masayarakatnya yang memiliki alasan untuk tidak dapat berhadapan dengan musuh yang tiran ini.

Sayyid Hasan Nasrullah dengan menyindir delegasi Persatuan Negara-negara Arab yang diberangkatkan ke DK PBB dengan tujuan untuk membahas tentang perdamaian dan usaha untuk menemukan jalan keluar bagi krisis yang terjadi di kawasan Timur Tengah selama ini, berkata: bagaimana mungkin mereka dapat menghadapi Israel dan mampu menciptakan perdamaian serta menemukan jalan keluar atas krisis ini, sementara mereka sendiri tidak mau untuk mengeluarkan sepeser pun kekayaannya untuk kemerdekaan Libanon, Palestina, Masjid al Aqsha, Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Bagaimana mungkin mereka dapat mencapai perdamaian dan menemukan jalan keluar yang adil atas krisis ini, sementara mereka sendiri tidak mau menggunakan “senjata minyaknya” untuk menghadapi musuh. Gerombolan ini (Persatuan Negara-negara Arab) tidak bersedia untuk melakukan perlawanan, juga tidak bersedia untuk mempergunakan minyaknya sebagai senjata, mereka juga bahkan tidak bersedia untuk menolong masyarakat Palestina. Lantas bagaimana mungkin mereka ingin menuntut penyelesaian damai yang berkelanjutan atas kasus dan krisis ini kepada DK PBB?

Beliau menuding Persatuan Negara-negara Arab serta para pemimpinnya dengan berkata: hari ini musuh, yaitu Israel memandang rakyat Libanon dan Perlawanan Islam dengan pandangan yang penuh hormat, tapi apakah mereka mengakui keabsahan kelompok ini?
Beliau menambahkan: negara-negara ini berdalih dan berkata “kami adalah negara-negara yang lemah, dan tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi Israel”, tapi hari ini negara Libanon tidak menyisakan sedikitpun alasan bagi mereka untuk tidak melawan. Kenyataannya adalah hari ini pasukan-pasukan Arab dan pasukan-pasukan Islam bukan hanya mampu untuk menghadapi Israel, tetapi lebih dari itu mereka mampu untuk membebaskan Palestina mulai dari Masjid al Aqsha sampai Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Beliau menegaskan: suatu masa ketika seseorang diantara masyarakat dan diantara hak-haknya membandingkan kekuatannya dengan yang lainnya, adalah wajar ketika menganggap bahwa singgasana kekuatannya lebih hebat dari yg dipunyai masyarakat. Hal ini tepat seperti apa yang telah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin negara Arab, tetapi Perlawanan Islam Libanon lebih mengutamakan kemuliaan dan kehormatan rakyatnya daripada keinginan-keinginan dan tujuan-tujuan lainnya, sehingga pada akhirnya pada hari ini dengan keyakinan yang kokoh ini rakyat Libanon mampu memporak-porandakan mitos “Israel yang tidak terkalahkan” itu.

Kekalahan Israel ini semakin jelas ketika hari ini dan beberapa waktu yang lalu, koran Yudiut Aharunut mengumumkan hasil-hasil dari sebuah polling pengumpulan pendapat yang menyatakan hanya sekitar 70% masyarakat Israel yang percaya bahwa Ehud Elmert layak di posisi perdana menteri di negara ini. Hal ini tidak lain adalah sebuah sindiran kepada kemenangan Perlawanan Islam Libanon dalam perang menghadapi Israel.

Beliau berkata: suatu masa dengan terhormat pernyataan ini terlontar “jika setiap orang Libanon menuangkan satu ember air saja ke Israel, niscaya ia akan tenggelam”. Tapi yang sangat disesalkan adalah negara-negara Arab untuk menghadapi musuh despotik semacam ini apa yang telah dilakukannya?

Sayyid Hasan Nasrullah menambahkan: hari ini kesakitan, kesedihan dan seluruh kesusahan kita ada di Palestina, ada di Jenin, di Masjid al Aqsha dan kamp-kamp orang Palestina yang setiap hari selalu menjadi sasaran penyerangan rejim ini, anak-anak kecil dan remaja-remaja Palestina setiap hari menjemput ajalnya. Sampai kapan kita harus bersabar atas skandal pembunuhan ini, dimana pada saat yang sama anak-anak kecil, remaja-remaja, wanita-wanita, orang-orang tua dan orang-orang terpelajar Palestina mampu dengan tangan kosong menciptakan keajaiban dalam menghadapi Israel. Kenapa pasukan-pasukan Arab tidak diperbolehkan membantu rakyat Palestina baik itu bantuan dana, semangat ataupun persenjataan?

Tetapi berbicara tentang Irak, harus saya katakan bahwa kita harus melihat negara ini sebagai sebuah teladan. Orang-orang Amerika sejak dulu mempunyai rencana bahwa setelah selesai memenangkan perang Irak, hal yang sama akan diterapkan juga di Libanon, tetapi dengan bantuan Tuhan ternyata kami yang memenangkan perang ini.
Beliau menegaskan: Libanon untuk memenangkan perang ini menyumbangkan ratusan pejuang yang gugur syahid, dan Palang Merah, tentara, pertahanan kota dan partai-partai politik kerakyatandalam perang ini masing-masing telah menyumbangkan bantuannya, menyumbangkan pejuang yang gugur syahid, tetapi untuk apa? Untuk supaya rakyat Libanon memenangkan perang ini. Sekarang jika kita ingin menengok Irak, kita dapat melihat ratusan orang Irak setiap bulannya mati dalam sebuah peperangan yang sia-sia dan tanpa hasil. Perang yang berjalan tanpa tujuan ini nyata-nyata dipelopori dan dikomandoi Amerika dan Mossad Israel.

Beliau menambahkan: Perlawanan Islam Libanon, bertolak berlakang dengan pendapat para petinggi dalam dan luar negeri negara ini, yang mengatakan bahwa gerakan ini telah menciptakan perang saudara di dalam negeri Libanon sendiri, justeru telah menyelamatkan Libanon dari perang-perang saudara ini.

Pemimpin Hisbullah Libanon ini pun menyampaikan pesan-pesannya kepada rakyat Irak dan berkata: pesan saya kepada rakyat Irak supaya dapat keluar dari krisis yang ada sekarang ini adalah kalian harus selalu waspada dan peka terhadap masalah-masalah politik, jangan sampai masuk jebakan musuh dan jadikanlah perlawanan sebagai pegangan untuk menghadapi konspirasi-konspirasi musuh.

Beliau menambahkan: hari ini saya sampaikan kepada orang-orang yang telah mengumandangkan pembagian wilayah Libanon dan perang saudara, bahwa siapa saja yang berbicara tentang pembagian wilayah Libanon atau berbicara tentang perubahan negara Libanon menjadi negara federal, ia sebenarnya bukan Libanon, tetapi orang Israel, dan hanya mengulang-ulang perkataan musuh saja, dan sebenarnya sedang merencanakan pencapaian tujuan-tujuan yang diinginkan musuh.
Sejak awal, takdir kami orang-orang Libanon telah ditentukan, bahwa kami harus hidup bersama, berdampingan dan sejajar dengan yang lainnya dan kami sebagai sebuah negara yang bersatu menentang segala pernyataan tentang pembagian wilayah Libanon.

Beliau menambahkan: satu-satunya cara dan solusi yang ada untuk menyelesaikan pelbagai krisis dalam negeri, termasuk krisis politik Libanon adalah dengan terbentuknya sebuah pemerintahan yang kuat. Sebuah kekuatan yang mampu membela hak-hak rakyatnya dan dengan kekuatan penuh mampu menghadapi serangan-serangan beruntun tentara-tentara Israel, sebuah pemerintahan yang jauh dari konspirasi-konspirasi politik dan kerusakan-kerusakan moral dan struktural.

Sayyid Hasan Nasrullah dengan menunjuk kepada protes-protes yang dilakukan oleh sebagian partai-partai dalam negeri juga oleh pihak-pihak luar seperti Amerika dan Israel tentang perlucutan senjata Hisbullah berkata: bukankah lebih baik apabila dalam menyelesaikan setiap masalah, kita kembali pada akar masalahnya, dan masalah tersebut kita selesaikan dari akarnya. Jika kita ingin bersikap logis dalam menyelesaikan masalah ini, kita lihat bahwa Hisbullah terbentuk karena penyerangan-penyerangan yang terus-menerus dilakukan Israel atas Libanon dan karena disanderanya banyak warga Libanon oleh Israel.

Beliau menegaskan: kami tidak pernah mengatakan bahwa senjata-senjata Hisbullah itu abadi, dan memang sama sekali tidak logis jika senjata-senjata itu selamanya berada di tangan Hisbullah, suatu ketika masalah ini harus berakhir. Oleh karena itu jika kita ingin menyelesaikan masalah ini, sebab-sebab yang menimbulkan masalah tersebutlah yang harus kita sembuhkan, dan cara penyembuhannya tidak lain adalah dengan cara mewujudkan sebuah pemerintahan yang kuat dan kompeten di Libanon, cara lain selain cara ini tidak akan menghasilkan apa-apa. Sebuah pemerintahan yang mampu membela tanah airnya sendiri dalam menghadapi penyerangan-penyerangan yang dilakukan Israel, sebuah pemerintahan yang mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakatnya bahwa ia mampu melindungi keamanan rakyat Libanon dari musuh-musuh tiran semacam Israel. Pada kondisi seperti inilah tidak diperlukan lagi senjata-senjata Hisbullah dan tidak diperlukan lagi negosiasi, bahkan menurut saya pada waktu itu bukan perlucutan senjata Hisbullah tapi penyerahan senjata Hisbullah.

Beliau melanjutkan: jika kita dengan kondisi dan situasi hari ini ingin berbicara tentang perlucutan senjata Hisbullah dengan mengumpulkan senjata-senjatanya, pada kenyataannya ini sama saja dengan menyerahkan negara Libanon yang dengan kondisi tangan terikat kepada Israel, untuk kemudian rejim ini dengan leluasa seperti apa yang mereka inginkan dan kapan saja mereka mau, melakukan penyerangan-penyerangan ke tanah Libanon dan mereka akan membunuhi tokoh-tokoh politik dan agamawan negara ini atau menjadikannya sasaran tembak. Demi Tuhan saya bersumpah saya tidak akan pernah menjerumuskan diri kami sendiri pada sesuatu yang hina dina semacam itu.

Beliau menambahkan: kepada semua orang yang telah bertaruh untuk melemahkan Perlawanan Islam Libanon dan untuk menghancurkan perlawanan ini, harus saya katakan kepada mereka pertaruhan yang mereka lakukan sejak saat ini dan detik ini adalah pertaruhan yang kalah. Orang-orang yang ingin mengacaukan kekuatan Hisbullah dengan cara membuat berbagai konspirasi politik dan perang urat syaraf, dan orang-orang yang ingin secara paksa berhubungan dengan Hisbullah dan kemudian melucuti persenjataannya, semestinya mereka mendengarkan apa yang dikatakan oleh Menteri Luar Negeri dan Menteri Perang Israel yang mengumumkan bahwa tidak ada satu pasukan pun di dunia ini yang mampu memecah belah dan melucuti persenjataan Hisbullah. Saya katakan kepada mereka, partai-partai politik dalam negeri Libanon, bahwasanya tidak ada satu pasukan pun yang mampu merebut senjata-senjata kami dari tangan kami. Selama rakyat Libanon masih memberikan kepercayaannya kepada Perlawanan Islam, tidak ada seorang pun yang mampu memaksa kami untuk menyerahkan diri.

Ketua Hisbullah Libanon ini melanjutkan pidatonya: setiap orang yang berbicara tentang perlucutan senjata Hisbullah berarti ia telah berkhianat, dan saya yang sedang dalam kondisi menunggu mati syahid di akhir jalan nanti ini, sampai kapanpun tidak bersedia untuk melakukan pengkhianatan semacam ini terhadap rakyat dan Perlawanan Islam Libanon.

Beliau menambahkan: hari ini Libanon bukan lagi sebagai sebuah negara kecil di kawasan Timur Tengah, tetapi ia adalah sebuah kekuatan besar dan begitu banyak kaum tertindas di muka bumi ini yang membanggakan kekuatan besar ini, seperti masyarakat Islam dan Arab, dan mereka begitu terkesima memandangnya. Sekali lagi kami katakan, kami tidak berencana untuk terus menyimpan persenjataan kami, tetapi senjata-senjata itulah yang kami gunakan untuk melindungi setiap jengkal tanah negara ini dari musuh. Senjata-senjata Hisbullah bukan hanya milik orang-orang Syi’ah, ia juga milik orang-orang Suni, Kristen dan Druzi yang ada di Libanon. Senjata-senjata ini adalah milik seluruh rakyat Libanon, dan senjata-senjata ini menginginkan kemuliaan dan kehormatan bagi rakyat Libanon.

Beliau menegaskan: solusi kami untuk menyelesaikan krisis dan pertikaian ini adalah dengan terbentuknya sebuah pemerintahan yang besar dan kuat di Libanon. Hari ini kita sedang berhadapan dengan sebuah krisis politik dalam negeri kita sendiri, ini jelas-jelas adalah krisis politik dan bukan krisis agama, bertentangan dengan yang telah digembar gemborkan. Hari ini kita mau tidak mau harus berhadapan dengan pertentangan-pertentangan politik semacam ini, dan kita harus segera menyudahinya secara realistis.
Beliau menegaskan: di ahri yang besar ini dimana rakyat Libanon sedang merayakannya, kepada kalian saya katakan jangan izinkan seorang pun untuk sampai memanfaatkan pertentangan-pertentangan dan gap-gap politk ini untuk kemudian merubahnya menjadi pertentangan-pertentangan agama dan suku.

Beliau berkata: solusi mendasar seperti yang telah saya katakan dan seringkali saya ulang-ulang dan sekali lagi saya pun akan mengulangnya, yaitu terbentuknya sebuah pemerintahan rakyat bersatu. Mari kita berdiri untuk bersama-sama membantu Libanon.
Beliau menambahkan: dengan segala hormat saya terhadap pemerintahan yang ada sekarang, saya umumkan bahwasanya pemerintahan ini selain tidak mampu melindungi rakyatnya sendiri juga tidak mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam negerinya sendiri, dan pada akhirnya dia tidak memiliki sedikitpun kompetensi untuk mengurus negara.

Beliau berkata: hari ini saya datang ke tempat ini tidak untuk membaca syair-syair, saya datang untuk mengumumkan program-program kami pasca perang yang sebenarnya, yang pada kenyataannya adalah rencana kedua kami pasca perang, yaitu pertama, memasuki proses pemilihan yang adil, dan kedua, proses terbentuknya sebuah pemerintahan rakyat yang kuat sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku di Libanon.
Sayyid Hasan Nasrullah dengan menyinggung masalah perlawanan Islam Libanon dan pernyataan sebagian petinggi-petinggi Amerika, Israel dan sebagian dari partai-partai politik Libanon berkenaan dengan dengan melemahnya perlawanan Islam Libanon berkata: kami baru saja keluar dari perang 34 hari dengan Israel, tapi tidak seorangpun boleh melupakan bahwa Hisbullah Libanon telah mempersiapkan dirinya untuk sebuah perang yang lebih lama dari itu.

Beliau menambahkan: pernyataan saya kepada negara-negara musuh dan kepada sebagian partai-partai politik dalam negeri Libanon adalah perlawanan Islam Libanon hari ini dan saat ini mengumumkan bahwa dirinya lebih kuat, lebih lengkap dan lebih terorganisir dari yang lalu, dan selalu siap siaga untuk membalas setiap serangan yang dilakukan.

Beliau melanjutkan: jika musuh berkhayal bahwa roket-roket Hisbullah telah menipis jumlahnya, ketahuilah sesungguhnya mereka itu tidak melakukan pengumpulan data yang tepat berkenaan dengan jumlah roket-roket Hisbullah. Roket-roket Hisbullahtidak berjumlah 13 atau 14 ribu roket, tetapi lebih dari 20 ribu roket, hal ini saya katakan untuk memberikan informasi kepada musuh mengenai roket-roket Hisbullah.

Beliau menambahkan: perlu kiranya saya singgung pula beberapa permasalahan pokok penting yang lain di sini, permasalahan pertama adalah tentang tawanan-tawanan perang Libanon. Dulu saya berjanji kepada kalian dengan beratwakal kepada Tuhan dan dengan bantuan Nya, dan dengan kemampuan-kemampuan yang dimiliki tentara-tentara perlawanan Islam, tawanan-tawanan Libanon tersebut akan saya bebaskan dari penjara-penjara Israel, dan hari ini pun saya tetap pada janji saya itu.

Beliau menegaskan: pada waktu kedua tentara Israel itu berhasil kita tawan, kami telah katakan bahwa kalaupun seandainya dunia jungkir balik, mereka tidak akan kami lepaskan, kecuali jika dilakukan pertukaran antara kedua tawanan Israel itu dengan tawanan-tawanan Libanon dan kemudian membebaskannya. Hari ini pun saya ulangi perkataan saya sekali lagi, kalaupun seluruh dunia datang dan melakukan konfrontasi dengan kami, sampai kapanpun tidak akan kami lepaskan kedua tawanan tersebut kecuali dengan pembebasan tawanan-tawanan kami. Permasalah pokok penting lainnya adalah tentang wilayah pertanian Sha’ba dan Kafrshuba, hari ini saya katakan kepada kalian juga dengan bantuan Tuhan, wilayah-wilayah ini sedang dalam proses pembebasan dan sedang dalam kondisi terlepas dari tangan musuh.

Beliau berkata: pada masa perang 34 hari yang lalu, Amerika untuk membantu mengeluarkan Israel dari medan perang siap untuk menganggarkan berapapun biaya yang dibutuhkan. Pada waktu itu untuk menghentikan perang Amerika berjanji akan mengembalikan wilayah pertanian Sha’ba kepada orang-orang Libanon, tetapi seperti biasanya janji-janji Amerika selalu tidak dapat dipercaya.

Beliau melanjutkan: belum lama setelah pernyataan ini terlontar, politikus-politikus dan pejabat-pejabat Gedung Putih Pemerintahan Amerika mengumumkan bahwa kami tidak bisa menyerahkan wilayah pertanian Sha’ba ini kepada pemerintah Libanon, karena jika hal itu kami lakukan, sama halnya kami memberikan kemenangan dan prestasi bagi Hisbullah Libanon. Kami katakan kepada Amerika, silahkan kalian serahkan wilayah pertanian Sha’ba itu kepada siapa saja orang Libanon yang kalian tunjuk dan inginkan, dan silahkan kalian catat kemenangan ini atas nama siapa saja yang kalian kehendaki, tapi kembalikan wilayah pertanian Sha’ba kepada kami.

Beliau dengan menyinggung penyerangan-penyerangan yang dilakukan Israel terhadap Libanon berkata: kami sampai hari ini tetap bersabar dan tidak membalas penyerangan-penyerangan Israel yang baru-baru ini dilakukan lagi, dan kami berusaha sekuat tenaga kami untuk tidak sampai melanggar resolusi yang tidak syah 1701 DK PBB itu, karena jika Hisbullah Libanon sampai melanggar isi resolusi itu sedikit saja niscaya dunia ini akan mengalami kerusakan. Tetapi sabar dan toleransi kami pun ada batasnya, dan jika sabar dan toleransi kami sudah mencapai batas akhirnya, pasti akan segera kami balas serangan-serangan itu.

Beliau menyindir pemerintahan Libanon dan berkata: jika tidak mampu melaksanakan tugas untuk melindungi rakyatnya sendiri, rakyat Libanon sendiri siap untuk mengambil alih pelaksanaan tugas ini.

Beliau menambahkan: pasukan Libanon dengan tujuan untuk melindungi rakyat Libanon dan untuk mencegah terjadinya serangan-serangan musuh, datang ke wilayah ini (Libanon Selatan) tapi kita lihat sendiri setiap hari sejumlah warga Libanon diculik atau ditawan. Pada akhirnya posisi negara dalam masalah ini dimana?
Pemerintahan Libanon jika ingin memanfaatkan pasukannya sekedar sebagai pengamat yang mencatat berapa jumlah penyerangan yang dilakuakan Israel, saja katakan kepada kami. Karena tugas sebenarnya pasuka Libanon adalah berhadapan dan menghentikan penyerangan-penyerangan Israel, bukan untuk tugas-tugas yang lain.

Beliau juga mengatakan: permasalah pokok penting lain yang juga harus diperhatikan adalah tentang kekuatan-kekuatan UNFL. Kami sejak lama telah menunggu kedatangan kekuatan-kekuatan semacam ini, tetapi seperti yang telah diketahui semua orang bahwa tugas mereka adalah untuk membantu pasukan Libanon, bukan untuk memata-matai Hisbullah Libanon.

Beliau dengan nada mengancam UNFL berkata: sebagian berita-berita yang muncul mengatakan bahwa sebagian kelompok dan partai politik sedang mempersiapkan diri untuk memanfaatkan kekuatan-kekuatan ini (UNFL), tapi kami katakan kepada mereka bahwa kekuatan-kekuatan ini masuk ke wilayah Libanon untuk membantu pasukan Libanon dan tidak memiliki izin untuk mencampuri urusan dalam negeri Libanon.

Sayyid Hasan Nasrullah dengan menyindir sebagian partai-partai politik dalam negeri Libanon berkata: sangat disesalkan bahwa penghinaan yang dilakukan partai-partai ini sudah sampai pada tingkat dimana kami tidak mungkin untuk tidak membalasnya. Petinggi-petinggi partai-partai ini mengatakan bahwa alasan Hisbullah memasuki medan perang adalah untuk menyingkirkan kasus nuklir Iran dan kasus Suriah dari meja DK PBB. Apakah ada penghinaan yang lebih besar daripada penghinaan ini, yang pada dasarnya ditujukan kepada anak-anak perlawanan Islam Libanon, yang telah memberikan darah dan gubuk-gubuknya untuk melindungi tanah air Libanon?

Sayyid Hasan Nasrullah berkata: sebagian partai-partai politik ini mengatakan bahwa para pendukung Hisbullah adalah pendukung yang tidak punya akal dan selalu membuat kerusuhan. Kita tidak bisa menutup mata lagi atas penghinaan semacam ini, saya pribadi siap untuk menerima penghinaan seperti apapun dari kalian tapi rakyat Libanon, tidak. Saya katakan kepada gerombolan ini menangis bukanlah pekerjaan rakyat ini.

Beliau menambahkan: mereka semua tahu tentang seluruh riwayat hidup saya dan Hisbullah, saya bukanlah seorang bangsawan, bapak dan kakek saya pun bukan. Kami sampai kapanpun tidak akan mengizinkan kehormatan dan kemuliaan kami diinjak-injak, karena kami telah memberikan darah, rumah dan gubuk-gubuk kami untuk membantu rakyat ini.

Beliau di akhir pidatonya menambahkan: saya berharap dengan datangnya bulan suci Ramadhan, akan tercipta kesempatan bagi orang-orang ini untuk melihat hak-hak rakyat tanpa sedikitpun tendensi politik dan mampu melihatnya sampai jauh ke dalam.
Terakhir saya katakan bahwa masa-masa kekalahan telah berakhir dan hari ini adalah hari dimulainya kemenangan rakyat Libanon.[Herry S]

Sumber : www.baztab.com dari ISNA.

Hezbollah Merajut Legenda



Hezbollah Merajut Legenda
Catatan Media dan Para Tokoh Dunia

Bisa menyerang, tapi tak bisa diserang. Bisa membunuh tapi tak bisa dibunuh. Inilah mitos yang selama ini dibangun dan dikembangkan kaum Zionis dengan terus memamerkan kecanggihan mesin-mesin perangnya. Sebagai pendukung, mitra, dan bahkan kekuatan yang membidani lahirnya Zionisme di jantung Timteng, dunia Barat, utamanya AS dan Inggris, juga tak pernah berhenti menjajakan mitos itu.

Naifnya, seperti diharapkan Zionis dan Barat, sebagian besar rezim Arab mengkliping mitos itu dalam primbon keyakinan mereka tentang peta kekuatan militer di Timteng. Mereka lebih percaya kepada dongeng itu karena pernah dikalahkan Israel dalam peperangan yang berlangsung hanya dalam hitung hari. Mereka tak pernah menggugat dongeng itu dengan keberhasilan para pejuang Hezbollah mengusir Israel dari sebagian besar wilayah Lebanon selatan pada tahun 2000. Mereka lebih suka menyebut peristiwa besar di penghujung milenium kedua itu sebagai “kejumawahan” Israel untuk “mengalah” di Lebanon.

Tak seperti umumnya bangsa Arab, para pejuang Muslim Lebanon selatan yang bernaung di bawah bendera Hezbollah tak pernah meyakini dongeng kedigdayaan kaum Zionis. “Rezim Zionis lebih lemah dari sarang laba-laba,” pekik Sekjen Hezbollah Lebanon, Sayid Hasan Nasrollah.

Tak hanya sekedar kata-kata, Hezbollah berani membuktikan pekikan itu. Delapan serdadu Zionis tewas dan dua lainnya tertawan dalam operasi pembebasan Hezbollah atas Shab’aa, sebuah kawasan subur di Lebanon selatan yang masih diduduki Zionis. Para penguasa di Tel Aviv kalap dan lantas menginstruksikan serangan besar-besaran ke seluruh wilayah Lebanon pada 12 Juli 2006. Berbagai kawasan Lebanon, terutama di selatan, diamuk jet-jet tempur Zionis.

Hampir semua orang memperkirakan Hezbollah akan tergulung operasi militer Zionis hanya dalam hitungan hari, apalagi dianggap Hezbollah cuma sekedar organisasi militan lokal, sedangkan Israel adalah kekuatan raksasa yang kebetulan juga sedang disetting AS untuk menekuk Hezbollah dan mengimplemetasi agenda The New Middle East yang dipromosikan Washington .

Tapi keajaiban terjadi dan menggulung underestimate banyak orang terhadap Hezbollah tersebut. Semua orang terperangah; bukannya lumpuh dan kocar-kacir, Hezbollah malah berhasil menuai lebih dari 100 nyawa serdadu Zionis dalam perang terbuka selama satu bulan, dan Hezbollah sendiri hanya kehilangan jiwa anggotanya sekitar 60 orang. Setiap hari lebih dari 100 roket Hezbollah mendarat di berbagai kota dan daerah utara Israel. Puluhan tank supermodern Merkava, mesin-mesin perang, dan kapal tempur milik Israel yang selama ditakuti bangsa-bangsa Arab ternyata berkeping-keping dilumat roket Hezbollah. Sedangkan pasukan Israel hanya dapat mengumbar kekalapannya kepada warga sipil dan tidak dapat berbuat banyak di depan gerilyawan Hezbollah.

Rezim Israel kehilangan muka di depan dunia, terutama di depan bangsa-bangsa Arab dan rakyat Zionis sendiri. Nama Hezbollah melambung di Dunia Arab dan Islam. Kibaran kencang bendera Hezbollah tak hanya memupuskan mitos kedigdayaan Israel, tapi semakin juga menguak kekerdilan mentalitas rezim-rezim Arab di depan mitos Zionis. Acara Suara Masyarakat (Sout an-Nas) setiap malam di TV al-Jazeera menjadi ajang untuk meluapkan otokritik dan kecaman para tokoh dan masyarakat Arab terhadap para penguasa mereka.

Timteng Baru pada akhirnya memang terjadi, tapi bukan seperti yang dirancang Washington dan Tel Aviv. Sebaliknya, Timteng kini tampil dengan wajah baru yang mulai bebas dari mitos kesaktian Zionis dan kemaha-perkasaan AS. Mitos ini tergusur oleh sebuah legenda nyata, yaitu legenda tentang keperkasaan kelompok pejuang yang tidak hanya mengandalkan pada kekuatan raga dan fisik, tapi juga kekuatan mental dan batin. Legenda itu sekarang dirajut secara sempurna oleh Hezbollah bersama pemimpinnya, Sayid Hasan Nasrollah.

Berikut ini beberapa catatan media dan komentar para tokoh tentang legenda Hezbollah Lebanon:

Kejutkan Semua Orang

Harian Times mengemukakan keterkejutan banyak orang atas ketangguhan Hezbollah. Koran terbitan Inggris ini pada edisi Kamis 11 Agustus 2006 menyatakan, semua orang tadinya mengira Hezbollah akan kalah hanya dalam hitungan hari, tapi bukannya kalah, Hezbollah ternyata justru mampu menghadang gerak maju pasukan Israel dan membunuh lebih dari 100 tentara Zionis. Selain itu, roket Hezbollah tetap gencar menghajar berbagai kawasan utara Israel.

Times menambahkan bahwa bangsa-bangsa Arab dan Muslim menganggap Hezbollah menang karena tetap mampu bertahan melawan angkatan bersenjata yang paling tangguh di Timteng. Menurut Times, teguhnya perlawanan Hezbollah di depan militer Israel yang didukung habis-habisan oleh AS telah mengejutkan semua orang. Sedemikian hebatnya Hezbollah sampai-sampai para petinggi Zionis bertikai mengenai strategi dalam menghadapi Hezbollah.

Legendaris Dunia Arab

Harian Financial Times edisi Rabu 9 Agustus 2006 menyatakan serangan darat dan udara Israel ke Lebanon tidak sanggup melemahkan Hezbollah. Koran terbitan Inggris ini menuliskan, “Jet-jet tempur Israel telah menghancurkan desa-desa Lebanon Selatan, jembatan-jembatan, pabrik-pabrik, jalan-jalan, bandara internasional, dan tempat-tempat penyimpahan bahan bakar nasional Lebanon. Israel juga melumpuhkan perekonomian negara ini. Namun demikian, para pejuang Hezbollah hingga kini tetap gencar melawan serangan tersebut.”

Menurut Financial Times, kecil sekali kemungkinan Hezbollah dapat dilumpuhkan Israel. Sebaliknya, perlawanan sengit Hezbollah sejak satu bulan lalu telah menjadikan gerakan ini sebagai kekuatan yang legendaris di tengah bangsa-bangsa Arab. Koran ini juga menilai Hezbollah bukan hanya telah menggoyang posisi sejumlah rezim Arab yang menjalin hubungan dengan Israel, tetapi juga menguatkan mental musuh-musuh AS di Timteng.

Kalah Perang

Dinas Rahasia Israel, Mossad, mengakui Israel sudah dipandang sebagai pihak yang kalah dalam perang dengan Hezbollah. Seperti diberitakan News Israel, Direktur Mossad Meir Dagan, seusai rapat darurat enam jam kabinet keamanan Israel Rabu 9 Agustus 2006 mengatakan, “Dunia Arab memandang Israel sebagai pihak yang kalah dalam perang melawan Hezbollah Lebanon.”

Dagan menambahkan, “Pertempuran Israel dengan Hezbollah sangat menggembirakan orang-orang Palestina dan mengguncang AS dan sekutunya.” Menurutnya, kabinet Ehud Olmert harus menebus kekalahan ini dengan mengesahkan operasi lebih masif terhadap Hezbollah, walaupun Israel akan kehilangan ratusan lagi pasukannya.

Lebih Parah dari "Perang Kemerdekaan"

Koran terkemuka Israel Ha’aretz mengakui kerugian yang diderita Israel dalam perang kali ini jauh lebih parah daripada kerugiannya pada perang 1948. Seperti dimuat koran ar-Riyadh terbitan Arab Saudi, Ha-aretz menilai kerugian Israel sudah lebih dari dua kali lipat kerugiannya pada perang 1948.

Ha-aretz menyatakan, dalam perang-perang sebelumnya, Israel tidak pernah menanggung derita sedemikian besar. Bahkan dalam perang 1948 yang dianggap Israel sebagai perang kemerdekaan, korban tewas di pihak tentara Zionis hanya mencapai sekitar 2/3 tentara Zionis yang mati dalam perang Lebanon sekarang.

Tak Sekedar Bersumbar

Harian New York Times edisi Selasa 8 Agustus menuliskan, hal yang lebih menakutkan daripada roket Hezbollah ialah semakin merebaknya popularitas Sekjen Hezbollah di negara-negara Islam dan Arab. Harian AS ini menambahkan bahwa Sayid Nasrollah kini sudah menjadi simbol eksistensi dan martabat bangsa-bangsa Arab. Pada beberapa dekade lalu, tokoh-tokoh semisal Gamal Abdel Nasser dan Yasser Arafat selalu gagal membuktikan klaim kemenangannya atas Israel, tetapi kini muncul rohaniwan berusia 46 tahun bernama Hasan Nasrollah yang mampu membuktikan apa saja yang dikatakannya.

Tak Dapat Disepelekan

Berkibarnya nama Hasan Nasrollah juga diberitakan koran Handelsblatt terbitan Jerman Selasa 8 Agustus. Dalam reportasenya yang berjudul “Hezbollah Tak Dapat Disepelekan”, harian itu menuliskan, Sekjen Hezbollah Sayid Hasan Nasrollah telah menjadi sosok yang paling disukai di Dunia Arab dan Islam karena keberhasilannya dalam menghadapi Israel.

Handelsblatt menilai kekuatan Hezbollah terletak pada dukungan rakyat dan pemikiran umat Islam di Lebanon Selatan. Hezbollah memiliki basis politik yang besar di Lebanon. Tanpa partisipasi Hezbollah, kehidupan politik di Lebanon tidak pernah aktual.

Pasok Senjata

Menteri Luar Negeri Malaysia, Syed Hamid Albar, mengatakan sudah seharusnya negara-negara Muslim mulai mempertimbangkan untuk memasok senjata bagi Hizbullah. Sebab, Israel hingga kini masih terus melakukan agresinya terhadap Lebanon. "'Pemikiran perlunya memasok senjata bagi Hizbullah memang telah dilontarkan oleh sejumlah anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI),'' papar Syed Hamid di Kuala Lumpur, Selasa 8 Agustus.

Syed Hamid menilai Israel seakan memiliki kekebalan hukum hingga melakukan langkah semau mereka sendiri. Israel, ujarnya, harus sadar bahwa kekerasan yang mereka lakukan akan menimbulkan kekerasan baru.

Dikatakannya, negara-negara OKI harus mencermati segala sesuatu yang terjadi, dan tak seharusnya negara-negara Muslim membiarkan Israel melakukan apa pun yang diinginkannya, termasuk melakukan agresi yang membuat banyak warga sipil menjadi korban.

Pulihkan Martabat

Seorang anggota parlemen Mesir, Hamdi Hasan mengatakan, Hezbollah Lebanon telah mengembalikan martabat dan jatidiri umat Islam. Dalam wawancaranya dengan IRIB Selasa 1 Agustus, Hamdi Hasan mengapresiasi perlawasanan Hezbollah dan ketegasan sikap Sayyid Hasan Nasrollah.

Ia juga mengimbau negara-negara di kawasan untuk memberikan dukungan spiritual dan finansial kepada Hezbollah Lebanon. Menyinggung aksi pembataian di desa Qana, selatan Lebanon, Hamdi Hasan mengatakan, merealisasikan ambisi mereka, AS dan Rezim Zionis Israel akan menggunakan segala macam represi terhadap negara-negara Arab dan Islam.

Evaluasi Pertempuran 32 Hari di Lebanon Selatan

Evaluasi Pertempuran 32 Hari di Lebanon Selatan

Gerakan perjuangan Islam Hezbollah Lebanon tampil jaya dalam pertempurannya melawan Rezim Zionis. Fakta bahwa Hezbollah keluar sebagai pemenang di medan perang, adalah hal yang tak mungkin dipungkiri lagi bagi para pejabat Tel Aviv. Bahkan Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Livni menyatakan, tak satu pun kekuatan militer dunia yang mampu menghadapi Hezbollah Lebanon. Pernyataan tersebut dinilai para pengamat sebagai trik Tel Aviv dalam menjustifikasi kekalahanya menghadapi perlawanan Hezbollah. Dengan kata lain, hanya militer Israel yang dapat mengimbangi kekuatan Hezbollah. Penyataan itu juga merupakan pengakuan Israel terhadap kemenangan Hezbollah Lebanon.

Kini saatnya kita mengevaluasi kerugian, korban, dan dampak dari pertempuran kedua pihak. Data-data yang disebutkan berbagai media massa selama pertempuran 32 hari itu menunjukkan, korban di pihak Lebanon mencapai 789 orang yang sebagian besarnya warga sipil sementara korban di pihak Israel tercatat 154 orang yang 115 di antaranya adalah para serdadu. Jika Hezbollah mampu menghancurkan kapal perang, tank, helikopter, dan pesawat tempur Zionis, sasaran serangan militer Israel selalu menghantam wilayah permukiman dan infrastruktur Lebanon. Dapat dibayangkan sebesar apa kerugian yang ditanggung pemerintah Lebanon. Yang pasti, proses rekonstruksinya pun akan memakan waktu lama dengan biaya yang sangat besar.

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa militer Israel tak pernah memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan apapun dalam berperang. Tentu kita semua tak mungkin melupakan tragedi di desa Qana, Lebanon selatan. Gugur syahidnya puluhan anak kecil dan perempuan tak berdosa Lebanon akibat serangan udara militer Zionis yang meratakan sebuah gedung bertingkat empat di desa Qana itu, adalah bukti nyata siapa yang menjadi sasaran serangan Israel. Sebaliknya, Hezbollah selalu menjaga etika dalam berperang. Sekjen Hezbollah, Sayyid Hasan Nasrollah, dalam sebuah pidatonya di Televisi mengimbau warga Israel di kota Heifa untuk segera meninggalkan kota agar tak terkena roket-roket Hezbollah.

Kini kita simak pengakuan terhadap kemampuan para pejuang Hezbollah dari mulut para perwira dan serdadu Israel. Suatu ketika, seorang serdadu Zionis bernama Matan Taylor, yang bertugas menjaga pangkalan militer Israel di wilayah utara, terkejut mendengar instruksi atasannya. Ia diperingatkan untuk mewaspadai orang-orang yang mendekati pangkalan dengan mengenakan seragam tentara Israel. Sehari sebelumnya, sekelompok orang berpakaian tentara Israel menembaki sebuah rumah yang dipenuhi serdadu Zionis. Taylor mengatakan, kekuatan dan kapabilitas Hezbollah tak bisa dianggap remeh, mereka mengenal baik setiap jengkal medan dan mereka tahu dimana harus bersembunyi dan kapan saat yang tepat untuk menyerang.

Sebagian besar tentara Israel yang diwawancarai Kantor Berita Iran (IRIB) optimis dapat mengalahkan Hezbollah. Namun pada hakikatnya, mereka dihimpit rasa takut karena harus berhadap-hadapan dengan pasukan yang nyaris tak tersentuh. Menurut pengakuan para serdadu Israel, seringkali para pejuang Hezbollah tiba-tiba muncul dibelakang pasukan Israel. Kekuatan Hezbollah sangat mengejutkan militer Israel yang pada tahun 1982 mampu bergerak hingga Beirut dalam dua hari. Seorang warga AS asal New Jersey, David Gross, yang sejak dua tahun lalu bergabung dalam milier Israel mengatakan, “Kami diturunkan ke medan pertempuran untuk memukul mundur Hezbollah, namun mereka tetap bertahan. Bukankan ini sangat mengecewakan?”

Senjata Hezbollah yang paling ditakuti para serdadu Israel adalah roket anti-tank yang mampu menghancurkan tank canggih sekelas Merkava. Menurut keterangan sejumlah tentara Israel, dalam pertempuran darat, para pejuang Hezbollah juga menggunakan roket tersebut untuk membubarkan barisan tentara Israel. Sebelum perang meletus, Hezbollah dikenal sebagai gerakan bersenjata, namun kini Hezbollah berubah menjadi kekuatan militer yang sesungguhnya.

Pertempuran selama empat setengah minggu itu, berhasil mendongkrak reputasi dan popularitas Hezbollah di mata masyarakat dunia. Kini nyaris tak ada orang yang mengetahui siapa Sayyid Hasan Nasrollah. Di negara-negara Islam, Nasrollah disebut-sebut ksatria Arab. Aksi demo kaum muslimin selalu mewarnai kota-kota di berbagai negara Islam. Hezbollah dan Sayyid Hasan Nasrollah hampir mendominasi seluruh tayangan televisi, poster di sudut dinding kota, hingga kaos dan berbagai macam asesoris yang dijual di kaki lima. Bahkan di Bangladesh, sebuah jembatan yang baru diresmikan diberi nama Hezbollah.

Yang lebih menarik lagi, Hezbollah dan Sayyid Hasan Nasrollah seolah menjadi tren di bumi Eropa. Di London, para pemuda Inggris memekikkan nama Nasrollah seraya meminta Hezbollah menghancurkan Israel. Di Wina, Asutria, anak-anak kecil bangga berpose di samping poster Sayyid Hasan Nasrollah. Di Jerman, poster-poster Nasrollah terpampang hampir di setiap sudut kota dengan imbuhan kata ‘Terima kasih Nasrollah’, atau ‘Kami bangga padamu Nasrollah’.

Tak diragukan lagi bahwa mulai detik ini, gerakan perjuangan Islam Hezbollah Lebanon akan lebih kokoh dari sebelumnya. Sementara Israel takkan merasa tenang berada di tengah negara-negara Islam yang kini merasa percaya diri setelah menyaksikan kekalahan Israel di Lebanon.

Dunia Islam dan Agresi Rezim Zionis atas Lebanon

Dunia Islam dan Agresi Rezim Zionis atas Lebanon

Sekitar satu bulan telah berlalu sejak Rezim Zionis Israel melancarkan serangan militer besar-besaran ke Lebanon dengan alasan untuk membebaskan dua serdadunya yang ditawan Hezbollah. Selama sebulan ini pula, Israel membombardir berbagai kawasan Lebanon. Akibatnya berbagai sarana infra strusktur di negara itu lumpuh, lebih dari seribu orang gugur syahid dan ratusan ribu terpaksa mengungsi. Di sisi lain pertempuran, para pejuang Hezbollah dengan gagah berani menghadapi tentara Zionis di berbagai medan. Selain menembakkan rudal-rudalnya ke sejumlah kota dan permukiman Zionis, Hezbollah juga berhasil melumpuhkan kekuatan militer Israel di perang darat.

Menyaksikan keberanian, resistensi dan perjuangan Hezbollah, Israel dan AS bagai kebakaran jenggot, sementara umat Islam di seluruh dunia memuji dan mendoakan para pejuang itu. Gerakan perlawanan yang dikenal dengan Moqawama itu menjadi kebanggaan bagi Lebanon dan simbol perjuangan melawan rezim Zionis. Bukan hanya di dalam Lebanon, Moqawama juga memberikan pengaruhnya kepada dunia Islam. Untuk itulah, umat Islam di seluruh dunia menyatakan dukungan dan pembelaan kepada gerakan moqawama yang dipimpin oleh Hezbollah ini.

Salah satu buah dari moqawama adalah terbentuknya persatuan umat Islam. Sudah sejak lama para ulama dan pemimpin umat Islam mengupayakan persatuan kaum muslimin untuk menghadapi kekuatan asing yang merampas dan menguasai kekayaan dan negeri mereka. Moqawama berhasil menunjukkan kepada seluruh umat bahwa musuh nomor wahid bagi kaum muslimin adalah AS yang selalu membentengi rezim Zionis dalam melakukan setiap kejahatan terhadap rakyat Lebanon dan Palestina. Umat Islam juga telah menyadari bahwa eksistensi rezim Zionis tak ubahnya bagai kanker berbahaya yang menggerogoti tubuh umat Islam.

Poin penting lainnya adalah bahwa hanya ada satu jalan untuk menghadapi agresi dan kejahatan rezim Zionis Israel yang didukung AS, yaitu dengan resistensi dan perlawanan. Dengan cara itulah, bangsa Lebanon tampil sebagai bangsa yang dihormati oleh bangsa-bangsa lainnya. Hezbollah dengan mementaskan makna kepahlawanan yang sesungguhnya menjelma menjadi kelompok yang sangat dicintai oleh umat Islam seluruh dunia.

Salah satu masalah yang dihadapi umat Islam adalah perselisihan antar madzhab yang sejak dahulu ada. Tetapi sebenarnya perselisihan pandangan dan madzhab tidak selayaknya menjadi faktor permusuhan di tengah mereka. Antara Syiah dan Sunni memang banyak perbedaan, tetapi persamaan yang ada antara dua madzhab ini, khususnya dalam masalah-masalah inti keislaman, jauh lebih besar. Karenanya, dengan menghormati perbedaan yang ada, umat Islam dengan berbagai macam madzhab dan alirannya dapat hidup berdampingan secara damai.

Moqawama Islam di Lebanon telah menampilkan contoh nyata dari sebuah persatuan umat. Hubungan baik dan keakraban antara Hezbollah di Lebanon yang Syiah dengan Gerakan Perjuangan Islam Palestina (Hamas) yang Sunni adalah contoh dari pertalian erat antara dua kelompok perjuangan yang berbeda madzhab namun memiliki maksud dan cita-cita yang sama. Keduanya berada di front terdepan dalam menghadapi rezim Zionis Israel dan AS. Hezbollah dan Hamas sama-sama berjuang untuk membebaskan negeri yang dijajah oleh kaum Zionis. Keduanya saling membantu dalam perjuangan ini. Operasi penyusupan Hezbollah yang berhasil menawan dua serdadu Zionis memberikan spirit dan semangat kepada para pejuang di Palestina. Hezbollah mengumumkan akan membebaskan dua serdadu Zionis itu, jika Israel membebaskan orang-orang Lebanon dan Palestina yang ditawannya.

Sebaliknya, Hamas juga memberikan dukungan yang penuh kepada Hezbollah. Menyusul terjadinya pembantaian puluhan anak dan perempuan di desa Qana, Lebanon Selatan, Hamas dan faksi-faksi perjuangan Palestina lainnya mengancam akan melakukan serangan balasan. Kerjasama dan saling mendukung antara Hezbollah Lebanon yang Syiah dan Hamas serta faksi-faksi perjuangan lainnya di Palestina yang Sunni adalah fakta yang tak dapat dipungkiri. Mereka memiliki musuh yang sama, yaitu, Rezim Zionis Israel.

Musuh-musuh Islam berusaha untuk melemahkan persatuan ini dengan menebar benih fitnah permusuhan di tengah umat. Mereka memunculkan isu perselisihan dan menyebut Hezbollah sebagai kelompok Syiah dan tidak seharusnya muslimin Sunni mendukung Hezbollah. Cara inilah yang dilakukan oleh media-media massa Barat untuk memecah dukungan kepada perjuangan Moqawama Lebanon. Mereka memunculkan isu bahaya Syiah atau ancaman kekuatan Syiah bagi Timur tengah, tujuannya adalah untuk melemahkan dukungan umat Islam yang semakin besar kepada Hezbollah yang berada di front terdepan melawan kaum Zionis.

Sayangnya, ada sejumlah negara Arab atau pihak yang ikut menyertai perang propaganda ini. Seakan mereka lupa atau melupakan permusuhan AS dan rezim Zionis terhadap umat ini. Di hari-hari pertama perang, negara-negara Arab tersebut melayangkan kritikan bahkan kecaman keras terhadap Hezbollah yang berperang melawan tentara Zionis. Langkah serupa diikuti oleh sejumlah tokoh agama yang memfatwakan haram untuk mendukung dan mendoakan kemenangan bagi Hezbollah.

Resistensi dan perlawanan sudah menyatu dengan jiwa bangsa Lebanon, sehingga sikap dan fatwa-fatwa miring itu tidak akan mampu melumpuhkan semangat dan mental mereka dalam perang ini. Umat Islam di berbagai belahan dunia juga telah menyadari adanya upaya untuk memecah belah persatuan Islam. Kesadaran ini mereka tunjukkan dengan menggelar demo dan membuat pernyataan yang mendukung gerakan Hezbollah, bahkan tak jarang mereka membuat pernyataan siap untuk berkorban dan berperang bersama Hezbollah melawan Rezim Zionis.

Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatullah Al-Udzma Khamenei belum lama ini dalam sebuah pernyataan menyebut kebiasaan musuh untuk menebar permusuhan dengan cara mengangkat isu perselisihan antara Syiah dan Sunni. Beliau menegaskan bahwa perpecahan dapat menghancurkan dunia Islam. Karena itu, tindakan apapun yang dapat membuat perpecahan di tengah umat berarti pengkhianatan kepada dunia Islam.

Para ulama dan tokoh muslim di seluruh dunia juga memberikan pernyataan yang bernada sama. Akibatnya, media massa dan para pemimpin negara-negara Arab yang semula bersikap anti Hezbollah terpaksa mengubah sikap dan pernyataan. Dengan demikian, makar musuh untuk menebar permusuhan dan perselisihan di tengah umat Islam, tidak banyak membuahkan hasil.

Perlawanan gigih dan gagah berani yang dipentaskan para pejuang Moqawama Islam dan Hezbollah di Lebanon mengundang decak kagum semua orang. Moqawama memberikan pesan berharga kepada dunia Islam, yaitu bahwa satu-satunya jalan untuk membebaskan umat Islam dari tekanan dan penjajahan asing adalah keberanian melawan kekuatan imperialisme, dan keberanian ini menuntut kesabaran yang tinggi. Saat itulah umat Islam akan meraih kemenangan yang besar.

About Me

"aku kecil" tak memiliki apapun juga dihadapan "AKU BESAR". apa yang bisa disombongkan dari "aku kecil" ,padahal "aku kecil" adalah bentuk ketiadaan yang abadi. sedang "AKU BESAR", adalah keabadian itu sendiri.keabadian adalah KEADAAN MURNI" tanpa tersentuh sedikitpun oleh ketiadaan."aku kecil" adalah fakir, miskin, lemah, tak ada yang bisa diharapkan."AKU BESAR" telah membuat sepertinya "aku kecil" memiliki eksistensi, padahal eksistensi mutlak ada pada "AKU BESAR". "aku kecil" adalah aku sendiri,dzulfikar. !!! MAHA BESAR DAN SEMPURNA DIRIMU TUHAN !!!