
Wawancara dengan Musa Ahmad Qashir salah satu pejuang Hizbullah dalam perang 33 hari |
dua organisasi perjuangan islam yang berjuang melawan israel dan anteknya (usa dan konco-konconya)untuk mendapatkan hak - hak tanah mereka yang terampas.SEMOGA ALLAH SWT MELAKNAT PARA PENGUASA DUNIA ISLAM YANG berdiam diri terhadap penderitaan rakyat palestina dan libanon (ATAU BAHKAN BERTEMAN DENGAN ZIONIS ISRAEL DAN USA). PENGUASA DUNIA ISLAM DAN ARAB MEMANG BANYAK YANG OPPORTUNIS. mengatas namakan islam tapi jauh dari perilaku islam. mari kita dukung perjuangan HIZBULLAH dan HAMAS !!!!

Wawancara dengan Musa Ahmad Qashir salah satu pejuang Hizbullah dalam perang 33 hari |
Perlawanan Hezbullah , Lambang Kebesaran Rakyat Lebanon
Perlawanan menghadapi para agresor dan penjajah, merupakan langkah terpuji dan didukung oleh logika serta UU internasional. Di sepanjang sejarah, kita menyaksikan banyak kasus dimana sebuah negara diserang secara militer oleh negara kuat dan dijajah, lalu kebangkitan rakyat di negara tersebut, meski dengan peralatan militer yang serba terbatas, mampu memperoleh kemenangan dan mengusir kekuatan penjajah. Dalam peristiwa perang dunia ke-2, dan menyusul penjajahan atas sejumlah negara Eropa oleh tentara Nazi Jerman, beberapa kelompok dari rakyat membentuk organisasi-organisasi perjuangan dan melancarkan perang terhadap sang penjajah. Negara-negara tersebut, menganggap masa-masa perjuangan menentang kekuatan penjajah, sebagai masa-masa kejayaan dan keemasan dalam sejarah mereka.
Rakyat Vietnam, bertahun-tahun melancarkan perlawanan terhadap para agresor AS, dan pada akhirnya mereka mampu memporak-porandakan kekuatan penjajah sehingga terusir dengan cara yang sangat memalukan. Warga dunia saat ini, mengenang perjuangan rakyat Vietnam dengan sangat hormat. Republik Islam Iran pun, sejak tahun 1980 hingga 1988, melakukan perjuangan menghadapi agresi rezim Saddam. Meski mendapat berbagai bantuan dari negara-negara Barat, militer Irak tidak mampu bertahan menghadapi serangan balik para pejuang Iran, yang tidak memiliki persenjataan canggih, akan tetapi memiliki iman dan tawakkal yang sangat tinggi kepada Allah swt. Dengan demikian, kebangkitan melawan segala bentuk kezaliman dan kejahatan, memiliki nilai tinggi, yang meskipun disertai berbagai kesulitan dan pengorbanan, namun merupakan sumber kemuliaan dan kehormatan.
Sejak tanggal 12 Februari, tentara militer rezim zionis kembali melancarkan serangan luasnya terhadap Lebanon. Akan tetapi rakyat Lebanon, terutama di bagian selatan, memberikan perlawanan yang tiada bandingnya. Perlawanan ini diorganisir oleh putra-putra Lebanon yang gagah berani, yang membentuk sebuah kelompok pergerakan bernama Hezbullah . Sebuah kelompok yang pada enam tahun lalu, telah berhasil memaksa pasukan militer rezim zionis melarikan diri dengan kehinaan dari Lebanon selatan. Hezbullah muncul dan masuk ke dunia politik Lebanon, pada masa yang paling gelap dan paling menyulitkan.
Pada tahun 1982, rezim zionis menjajah sekitar 2/3 tanah Lebanon, termasuk Beirut, dan memaksa pasukan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyerah dan meninggalkan tanah Lebanon. Pada zaman itu, pasukan multinasional terdiri dari AS, Perancis, Inggris, menjejakkan kakinya di Lebanon, yang mengatur kondisi sedemikian rupa sehingga sangat menguntungkan rezim zionis.
Dalam kondisi serba rumit dimana kemerdekaan politik dan integritas teritorial Lebanon telah dilanggar sedemikian itu, sejumlah pemuda muslim pemberani, dengan bertawakkal kepada Allah dan tanpa bersandar kepada negara Arab manapun, bangkit untuk menggalang perjuangan merebut kemerdekaan Lebanon. Ledakan bom di markas pasukan marinir AS dan Perancis, yang disusul pula dengan serangan terhadap markas pasukan elit rezim zionis di Lebanon, tak lain merupakan proklamasi keberadaan Gerakan Perlawanan Islam di Lebanon.
Serangan-serangan terhadap tentara Israel, kian lama kian meningkat sehingga menyedot perhatian rakyat Lebanon dan semua negara Islam. Pada saat itu, para pejuang organisasi yang kemudian menamakan diri "Hezbullah" ini memiliki peralatan perang yang sangat terbatas. Pada tahun 1992, rezim zionis meneror Sayid Abbas Musawi, Sekjen Hezbullah Lebanon, beserta istri dan anaknya yang masih kecil, sehingga mereka semua gugur syahid. Segera setelah itu, Sayid Hasan Nashrullah, menggantikan kedudukan beliau sebagai Sekjen Hezbullah.
Berbagai macam taktik, konspirasi dan serangan militer rezim zionis terhadap Hezbullah, tidak mampu menghentikan perlawanan organisasi perjuangan ini, sehingga pada bulan Mei tahun 2000, pasukan militer zionis terpaksa angkat kaki dari Lebanon selatan. Dengan demikian, untuk pertama kalinya, Hezbullah Lebanon berhasil memaksa rezim zionis untuk mengakhiri penjajahan sebuah negeri Arab, dengan perjuangan bersenjata. Dan inilah kekalahan nyata pasukan militer rezim zionis untuk pertama kalinya.
Moqawamah Islamiah atau Perlawanan Islam Lebanon, yang dipimpin oleh Hezbullah, memiliki dua ciri-ciri penting dan utama, yang memainkan peran fundamental dalam kemenangan-kemenangannya. Ciri-ciri pertama ialah keislaman perjuangan ini. Hezbullah Lebanon menjadikan ajaran Islam yang anti kezaliman dan penegak keadilan, sebagai sumber inspirasi perjuangannya. Karena Islam sangat menekankan perjuangan melawan kezaliman dan agresi, dan Islam memberikan janji-janji bantuan Ilahi kepada para mujahidin dan pejuang menentang kezaliman. Asas perjuangan Islam Lebanon ialah Ayat 39 Surat Al-Hajj, yang berbunyi:
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ
Yang artinya: "Telah diizinkan kepada orang-orang yang diperangi (untuk berjihad) karena mereka dizalimi, dan Allah Maha Kuasa untuk menolong mereka."
Pada bendera Hezbullah juga tertulis penggalan dari Ayat 56 Surat Al-Maidah, yang berbunyi:
فَإِنَّ حِزْبَ اللّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ
Artinya, "Sesungguhnya, golongan Allah, merekalah yang menang."
Ciri penting lain Hezbullah ialah dukungan luas dari rakyat dan hubungan yang sangat dekat antara Hezbullah dengan rakyat Lebanon, bahkan di luar Lebanon. Organisasi ini lahir dari dalam rakyat dan para anggotanya adalah rakyat Lebanon. Selain itu, Hezbullah adalah sebuah organisasi yang telah terbukti berbakti kepada rakyat Lebanon dan hingga kini telah melakukan banyak hal yang sangat membantu rakyat Lebanon, di bidang-bidang yang tak memiliki hubungan langsung dengan kinerja politik dan militer organisasi ini.
Hezbullah telah mendirikan banyak pusat-pusat pengobatan dan rumah sakit guna memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan kepada rakyat, terutama di bagian selatan dan sekitarnya. Bantuan dan santunan kepada keluarga para syuhada, tahanan dan penyandang cacat perang, termasuk diantara langkah-langkah Hezbullah untuk rakyat Lebanon. Halla Jabir, seorang perempuan penulis dan peneliti Lebanon, mengatakan, "Berbagai layanan yang diberikan oleh yayasan-yayasan milik Hezbullah, sedemikian besar sehingga menandingi layanan-layanan yang diberikan oleh pemerintah Lebanon." Dengan demikian tak heranlah bahwa organisasi ini tampil sebagai organisasi yang paling merakyat di Lebanon.
Agresi terbaru militer rezim zionis ke Lebanon, merupakan ujian lain bagi Gerakan Perlawanan Islam Lebanon pimpinan Hezbullah. Agresi brutal ini dilakukan dengan alasan tertawannya dua tentara militer zionis oleh para pejuang Hezbullah dalam sebuah bentrokan yang terjadi sebelumnya antara para pejuang ini dan pasukan militer zionis. Sementara saat ini ratusan orang Lebanon mendekam di penjara-penjara rezim zionis. Selain itu, reaksi tak logis rezim ini, membuktikan bahwa serangan luas ini sudah terencana sejak jauh hari.
Di lain pihak, setelah sekian hari menghadapi serangan-serangan udara, darat dan laut oleh pasukan militer rezim zionis, ternyata Hezbullah Lebanon telah membuktikan bahwa ia sudah lebih kuat daripada sebelumnya dan memiliki kesiapan yang lebih mantap untuk menghadapi bahkan membalas kejahatan-kejahatan rezim teroris ini. Meskipun negara-negara Arab tidak bersedia mendukung Hezbullah sebagai ujung tombak perlawanan menghadapi rezim zionis, bahkan terdengar komentar dan pernyataan-pernyataan miring terhadap Hezbullah, akan tetapi dengan tekad kuat dan dukungan rakyatnya, Hezbullah berhasil meraih kemenangan-kemenangan gemilang dalam medang perang ini.
Sayid Hasan Nashrullah, pemimpin Hezbullah yang dicintai oleh rakyat luas dan mayoritas muslimin dunia, menekankan kepada rakyat Lebanon, dengan mengatakan, "Dengan bertawakkal dan yakin akan pertolongan Allah swt, dan dengan bersandar kepada para pejuang juga kalian (rakyat Lebanon), demikian pula dengan mengenal watak dan semangat juang rakyat ini, dan dengan meyakini kelemahan musuh, maka sebagaimana yang sudah-sudah, kali ini pun saya menjanjikan kemenangan untuk kalian."
Kita semua berharap dan berdoa, semoga rakyat Lebanon dan Hezbullah akan segera mencapai kemenangan dan menghancurkan kekuatan musuh-musuhnya, sehingga ketenangan dan stabilitas akan tegak sepenuhnya di dunia Islam.
Pahlawan Arab dan Islam: Sayyid Hasan Nasrullah atau Saddam? |
| Nasrollah: Ini Adalah Kemenangan Seluruh Ummat Islam Dunia Sekjen Gerakan Perjuangan Hezbollah Lebanon, Sayid Hasan Nasrollah, menyatakan bahwa kemenangan yang diperoleh pihaknya dalam pertempuran melawan Zionis Israel adalah kemenangan yang historis sekaligus strategis. Dalam pernyataan yang ditayangkan oleh Televisi Al-Manar Senin malam 14 Agustus, Sayid Hasan Nasrollah menegaskan, “Kekalahan militer Israel adalah kemenangan penting bagi Moqawamah Islamiah, Hezbollah, Lebanon, dan semua ummat Islam di dunia.” Di bagian lain keterangannya, Nasrollah menyinggung akibat agresi mimiter Zionis yang mengakibatkan hancurnya infrastruktur di banyak kawan Lebanon. Menurutnya, hal ini menjadi bukti betapa Zionis adalah rezim yang liar dan ganas. Hancurnya ribuan rumah penduduk, menurut Nasrollah, juga menunjukkan bahwa Zionis punya dendam kesumat dengan bangsa Lebanon, akan tetapi, mereka terlalu lemah untuk berhadapan di medan perang melawan para pejuang Hezbollah hingga mengalihkan sasaran dengan menyerang permukiman sipil |
Manuver Kekuatan Rakyat Libanon; S H Nasrullah Pemarkasa Timur Tengah Baru | ||
|
| Catatan Media dan Para Tokoh Dunia |
|
Bisa menyerang, tapi tak bisa diserang. Bisa membunuh tapi tak bisa dibunuh. Inilah mitos yang selama ini dibangun dan dikembangkan kaum Zionis dengan terus memamerkan kecanggihan mesin-mesin perangnya. Sebagai pendukung, mitra, dan bahkan kekuatan yang membidani lahirnya Zionisme di jantung Timteng, dunia Barat, utamanya AS dan Inggris, juga tak pernah berhenti menjajakan mitos itu. Naifnya, seperti diharapkan Zionis dan Barat, sebagian besar rezim Arab mengkliping mitos itu dalam primbon keyakinan mereka tentang peta kekuatan militer di Timteng. Mereka lebih percaya kepada dongeng itu karena pernah dikalahkan Israel dalam peperangan yang berlangsung hanya dalam hitung hari. Mereka tak pernah menggugat dongeng itu dengan keberhasilan para pejuang Hezbollah mengusir Israel dari sebagian besar wilayah Lebanon selatan pada tahun 2000. Mereka lebih suka menyebut peristiwa besar di penghujung milenium kedua itu sebagai “kejumawahan” Israel untuk “mengalah” di Lebanon. Tak seperti umumnya bangsa Arab, para pejuang Muslim Lebanon selatan yang bernaung di bawah bendera Hezbollah tak pernah meyakini dongeng kedigdayaan kaum Zionis. “Rezim Zionis lebih lemah dari sarang laba-laba,” pekik Sekjen Hezbollah Lebanon, Sayid Hasan Nasrollah. Tak hanya sekedar kata-kata, Hezbollah berani membuktikan pekikan itu. Delapan serdadu Zionis tewas dan dua lainnya tertawan dalam operasi pembebasan Hezbollah atas Shab’aa, sebuah kawasan subur di Lebanon selatan yang masih diduduki Zionis. Para penguasa di Tel Aviv kalap dan lantas menginstruksikan serangan besar-besaran ke seluruh wilayah Lebanon pada 12 Juli 2006. Berbagai kawasan Lebanon, terutama di selatan, diamuk jet-jet tempur Zionis. Hampir semua orang memperkirakan Hezbollah akan tergulung operasi militer Zionis hanya dalam hitungan hari, apalagi dianggap Hezbollah cuma sekedar organisasi militan lokal, sedangkan Israel adalah kekuatan raksasa yang kebetulan juga sedang disetting AS untuk menekuk Hezbollah dan mengimplemetasi agenda The New Middle East yang dipromosikan Washington . Tapi keajaiban terjadi dan menggulung underestimate banyak orang terhadap Hezbollah tersebut. Semua orang terperangah; bukannya lumpuh dan kocar-kacir, Hezbollah malah berhasil menuai lebih dari 100 nyawa serdadu Zionis dalam perang terbuka selama satu bulan, dan Hezbollah sendiri hanya kehilangan jiwa anggotanya sekitar 60 orang. Setiap hari lebih dari 100 roket Hezbollah mendarat di berbagai kota dan daerah utara Israel. Puluhan tank supermodern Merkava, mesin-mesin perang, dan kapal tempur milik Israel yang selama ditakuti bangsa-bangsa Arab ternyata berkeping-keping dilumat roket Hezbollah. Sedangkan pasukan Israel hanya dapat mengumbar kekalapannya kepada warga sipil dan tidak dapat berbuat banyak di depan gerilyawan Hezbollah. Rezim Israel kehilangan muka di depan dunia, terutama di depan bangsa-bangsa Arab dan rakyat Zionis sendiri. Nama Hezbollah melambung di Dunia Arab dan Islam. Kibaran kencang bendera Hezbollah tak hanya memupuskan mitos kedigdayaan Israel, tapi semakin juga menguak kekerdilan mentalitas rezim-rezim Arab di depan mitos Zionis. Acara Suara Masyarakat (Sout an-Nas) setiap malam di TV al-Jazeera menjadi ajang untuk meluapkan otokritik dan kecaman para tokoh dan masyarakat Arab terhadap para penguasa mereka. Timteng Baru pada akhirnya memang terjadi, tapi bukan seperti yang dirancang Washington dan Tel Aviv. Sebaliknya, Timteng kini tampil dengan wajah baru yang mulai bebas dari mitos kesaktian Zionis dan kemaha-perkasaan AS. Mitos ini tergusur oleh sebuah legenda nyata, yaitu legenda tentang keperkasaan kelompok pejuang yang tidak hanya mengandalkan pada kekuatan raga dan fisik, tapi juga kekuatan mental dan batin. Legenda itu sekarang dirajut secara sempurna oleh Hezbollah bersama pemimpinnya, Sayid Hasan Nasrollah. Berikut ini beberapa catatan media dan komentar para tokoh tentang legenda Hezbollah Lebanon:
Kejutkan Semua Orang Harian Times mengemukakan keterkejutan banyak orang atas ketangguhan Hezbollah. Koran terbitan Inggris ini pada edisi Kamis 11 Agustus 2006 menyatakan, semua orang tadinya mengira Hezbollah akan kalah hanya dalam hitungan hari, tapi bukannya kalah, Hezbollah ternyata justru mampu menghadang gerak maju pasukan Israel dan membunuh lebih dari 100 tentara Zionis. Selain itu, roket Hezbollah tetap gencar menghajar berbagai kawasan utara Israel. Times menambahkan bahwa bangsa-bangsa Arab dan Muslim menganggap Hezbollah menang karena tetap mampu bertahan melawan angkatan bersenjata yang paling tangguh di Timteng. Menurut Times, teguhnya perlawanan Hezbollah di depan militer Israel yang didukung habis-habisan oleh AS telah mengejutkan semua orang. Sedemikian hebatnya Hezbollah sampai-sampai para petinggi Zionis bertikai mengenai strategi dalam menghadapi Hezbollah. Harian Financial Times edisi Rabu 9 Agustus 2006 menyatakan serangan darat dan udara Israel ke Lebanon tidak sanggup melemahkan Hezbollah. Koran terbitan Inggris ini menuliskan, “Jet-jet tempur Israel telah menghancurkan desa-desa Lebanon Selatan, jembatan-jembatan, pabrik-pabrik, jalan-jalan, bandara internasional, dan tempat-tempat penyimpahan bahan bakar nasional Lebanon. Israel juga melumpuhkan perekonomian negara ini. Namun demikian, para pejuang Hezbollah hingga kini tetap gencar melawan serangan tersebut.” Menurut Financial Times, kecil sekali kemungkinan Hezbollah dapat dilumpuhkan Israel. Sebaliknya, perlawanan sengit Hezbollah sejak satu bulan lalu telah menjadikan gerakan ini sebagai kekuatan yang legendaris di tengah bangsa-bangsa Arab. Koran ini juga menilai Hezbollah bukan hanya telah menggoyang posisi sejumlah rezim Arab yang menjalin hubungan dengan Israel, tetapi juga menguatkan mental musuh-musuh AS di Timteng.
Kalah Perang Dinas Rahasia Israel, Mossad, mengakui Israel sudah dipandang sebagai pihak yang kalah dalam perang dengan Hezbollah. Seperti diberitakan News Israel, Direktur Mossad Meir Dagan, seusai rapat darurat enam jam kabinet keamanan Israel Dagan menambahkan, “Pertempuran Israel dengan Hezbollah sangat menggembirakan orang-orang Palestina dan mengguncang AS dan sekutunya.” Menurutnya, kabinet Ehud Olmert harus menebus kekalahan ini dengan mengesahkan operasi lebih masif terhadap Hezbollah, walaupun Israel akan kehilangan ratusan lagi pasukannya.
Lebih Parah dari "Perang Kemerdekaan" Koran terkemuka Israel Ha’aretz mengakui kerugian yang diderita Israel dalam perang kali ini jauh lebih parah daripada kerugiannya pada perang 1948. Seperti dimuat koran ar-Riyadh terbitan Arab Saudi, Ha-aretz menilai kerugian Israel sudah lebih dari dua kali lipat kerugiannya pada perang 1948. Ha-aretz menyatakan, dalam perang-perang sebelumnya, Israel tidak pernah menanggung derita sedemikian besar. Bahkan dalam perang 1948 yang dianggap Israel sebagai perang kemerdekaan, korban tewas di pihak tentara Zionis hanya mencapai sekitar 2/3 tentara Zionis yang mati dalam perang Lebanon sekarang.
Tak Sekedar Bersumbar Harian New York Times edisi Selasa 8 Agustus menuliskan, hal yang lebih menakutkan daripada roket Hezbollah ialah semakin merebaknya popularitas Sekjen Hezbollah di negara-negara Islam dan Arab. Harian AS ini menambahkan bahwa Sayid Nasrollah kini sudah menjadi simbol eksistensi dan martabat bangsa-bangsa Arab. Pada beberapa dekade lalu, tokoh-tokoh semisal Gamal Abdel Nasser dan Yasser Arafat selalu gagal membuktikan klaim kemenangannya atas Israel, tetapi kini muncul rohaniwan berusia 46 tahun bernama Hasan Nasrollah yang mampu membuktikan apa saja yang dikatakannya.
Tak Dapat Disepelekan Berkibarnya nama Hasan Nasrollah juga diberitakan koran Handelsblatt terbitan Jerman Selasa 8 Agustus. Dalam reportasenya yang berjudul “Hezbollah Tak Dapat Disepelekan”, harian itu menuliskan, Sekjen Hezbollah Sayid Hasan Nasrollah telah menjadi sosok yang paling disukai di Dunia Arab dan Islam karena keberhasilannya dalam menghadapi Israel. Handelsblatt menilai kekuatan Hezbollah terletak pada dukungan rakyat dan pemikiran umat Islam di Lebanon Selatan. Hezbollah memiliki basis politik yang besar di Lebanon. Tanpa partisipasi Hezbollah, kehidupan politik di Lebanon tidak pernah aktual.
Pasok Senjata Menteri Luar Negeri Malaysia, Syed Hamid Albar, mengatakan sudah seharusnya negara-negara Muslim mulai mempertimbangkan untuk memasok senjata bagi Hizbullah. Sebab, Israel hingga kini masih terus melakukan agresinya terhadap Lebanon. "'Pemikiran perlunya memasok senjata bagi Hizbullah memang telah dilontarkan oleh sejumlah anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI),'' papar Syed Hamid di Kuala Lumpur, Selasa 8 Agustus. Syed Hamid menilai Israel seakan memiliki kekebalan hukum hingga melakukan langkah semau mereka sendiri. Israel, ujarnya, harus sadar bahwa kekerasan yang mereka lakukan akan menimbulkan kekerasan baru. Dikatakannya, negara-negara OKI harus mencermati segala sesuatu yang terjadi, dan tak seharusnya negara-negara Muslim membiarkan Israel melakukan apa pun yang diinginkannya, termasuk melakukan agresi yang membuat banyak warga sipil menjadi korban.
Pulihkan Martabat Seorang anggota parlemen Mesir, Hamdi Hasan mengatakan, Hezbollah Lebanon telah mengembalikan martabat dan jatidiri umat Islam. Dalam wawancaranya dengan IRIB Selasa 1 Agustus, Hamdi Hasan mengapresiasi perlawasanan Hezbollah dan ketegasan sikap Sayyid Hasan Nasrollah. Ia juga mengimbau negara-negara di kawasan untuk memberikan dukungan spiritual dan finansial kepada Hezbollah Lebanon. Menyinggung aksi pembataian di desa Qana, selatan Lebanon, Hamdi Hasan mengatakan, merealisasikan ambisi mereka, AS dan Rezim Zionis Israel akan menggunakan segala macam represi terhadap negara-negara Arab dan Islam. |
Evaluasi Pertempuran 32 Hari di Lebanon Selatan
Gerakan perjuangan Islam Hezbollah Lebanon tampil jaya dalam pertempurannya melawan Rezim Zionis. Fakta bahwa Hezbollah keluar sebagai pemenang di medan perang, adalah hal yang tak mungkin dipungkiri lagi bagi para pejabat Tel Aviv. Bahkan Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Livni menyatakan, tak satu pun kekuatan militer dunia yang mampu menghadapi Hezbollah Lebanon. Pernyataan tersebut dinilai para pengamat sebagai trik Tel Aviv dalam menjustifikasi kekalahanya menghadapi perlawanan Hezbollah. Dengan kata lain, hanya militer Israel yang dapat mengimbangi kekuatan Hezbollah. Penyataan itu juga merupakan pengakuan Israel terhadap kemenangan Hezbollah Lebanon.
Kini saatnya kita mengevaluasi kerugian, korban, dan dampak dari pertempuran kedua pihak. Data-data yang disebutkan berbagai media massa selama pertempuran 32 hari itu menunjukkan, korban di pihak Lebanon mencapai 789 orang yang sebagian besarnya warga sipil sementara korban di pihak Israel tercatat 154 orang yang 115 di antaranya adalah para serdadu. Jika Hezbollah mampu menghancurkan kapal perang, tank, helikopter, dan pesawat tempur Zionis, sasaran serangan militer Israel selalu menghantam wilayah permukiman dan infrastruktur Lebanon. Dapat dibayangkan sebesar apa kerugian yang ditanggung pemerintah Lebanon. Yang pasti, proses rekonstruksinya pun akan memakan waktu lama dengan biaya yang sangat besar.
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa militer Israel tak pernah memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan apapun dalam berperang. Tentu kita semua tak mungkin melupakan tragedi di desa Qana, Lebanon selatan. Gugur syahidnya puluhan anak kecil dan perempuan tak berdosa Lebanon akibat serangan udara militer Zionis yang meratakan sebuah gedung bertingkat empat di desa Qana itu, adalah bukti nyata siapa yang menjadi sasaran serangan Israel. Sebaliknya, Hezbollah selalu menjaga etika dalam berperang. Sekjen Hezbollah, Sayyid Hasan Nasrollah, dalam sebuah pidatonya di Televisi mengimbau warga Israel di kota Heifa untuk segera meninggalkan kota agar tak terkena roket-roket Hezbollah.
Kini kita simak pengakuan terhadap kemampuan para pejuang Hezbollah dari mulut para perwira dan serdadu Israel. Suatu ketika, seorang serdadu Zionis bernama Matan Taylor, yang bertugas menjaga pangkalan militer Israel di wilayah utara, terkejut mendengar instruksi atasannya. Ia diperingatkan untuk mewaspadai orang-orang yang mendekati pangkalan dengan mengenakan seragam tentara Israel. Sehari sebelumnya, sekelompok orang berpakaian tentara Israel menembaki sebuah rumah yang dipenuhi serdadu Zionis. Taylor mengatakan, kekuatan dan kapabilitas Hezbollah tak bisa dianggap remeh, mereka mengenal baik setiap jengkal medan dan mereka tahu dimana harus bersembunyi dan kapan saat yang tepat untuk menyerang.
Sebagian besar tentara Israel yang diwawancarai Kantor Berita Iran (IRIB) optimis dapat mengalahkan Hezbollah. Namun pada hakikatnya, mereka dihimpit rasa takut karena harus berhadap-hadapan dengan pasukan yang nyaris tak tersentuh. Menurut pengakuan para serdadu Israel, seringkali para pejuang Hezbollah tiba-tiba muncul dibelakang pasukan Israel. Kekuatan Hezbollah sangat mengejutkan militer Israel yang pada tahun 1982 mampu bergerak hingga Beirut dalam dua hari. Seorang warga AS asal New Jersey, David Gross, yang sejak dua tahun lalu bergabung dalam milier Israel mengatakan, “Kami diturunkan ke medan pertempuran untuk memukul mundur Hezbollah, namun mereka tetap bertahan. Bukankan ini sangat mengecewakan?”
Senjata Hezbollah yang paling ditakuti para serdadu Israel adalah roket anti-tank yang mampu menghancurkan tank canggih sekelas Merkava. Menurut keterangan sejumlah tentara Israel, dalam pertempuran darat, para pejuang Hezbollah juga menggunakan roket tersebut untuk membubarkan barisan tentara Israel. Sebelum perang meletus, Hezbollah dikenal sebagai gerakan bersenjata, namun kini Hezbollah berubah menjadi kekuatan militer yang sesungguhnya.
Pertempuran selama empat setengah minggu itu, berhasil mendongkrak reputasi dan popularitas Hezbollah di mata masyarakat dunia. Kini nyaris tak ada orang yang mengetahui siapa Sayyid Hasan Nasrollah. Di negara-negara Islam, Nasrollah disebut-sebut ksatria Arab. Aksi demo kaum muslimin selalu mewarnai kota-kota di berbagai negara Islam. Hezbollah dan Sayyid Hasan Nasrollah hampir mendominasi seluruh tayangan televisi, poster di sudut dinding kota, hingga kaos dan berbagai macam asesoris yang dijual di kaki lima. Bahkan di Bangladesh, sebuah jembatan yang baru diresmikan diberi nama Hezbollah.
Yang lebih menarik lagi, Hezbollah dan Sayyid Hasan Nasrollah seolah menjadi tren di bumi Eropa. Di London, para pemuda Inggris memekikkan nama Nasrollah seraya meminta Hezbollah menghancurkan Israel. Di Wina, Asutria, anak-anak kecil bangga berpose di samping poster Sayyid Hasan Nasrollah. Di Jerman, poster-poster Nasrollah terpampang hampir di setiap sudut kota dengan imbuhan kata ‘Terima kasih Nasrollah’, atau ‘Kami bangga padamu Nasrollah’.
Tak diragukan lagi bahwa mulai detik ini, gerakan perjuangan Islam Hezbollah Lebanon akan lebih kokoh dari sebelumnya. Sementara Israel takkan merasa tenang berada di tengah negara-negara Islam yang kini merasa percaya diri setelah menyaksikan kekalahan Israel di Lebanon.
Dunia Islam dan Agresi Rezim Zionis atas Lebanon
Sekitar satu bulan telah berlalu sejak Rezim Zionis Israel melancarkan serangan militer besar-besaran ke Lebanon dengan alasan untuk membebaskan dua serdadunya yang ditawan Hezbollah. Selama sebulan ini pula, Israel membombardir berbagai kawasan Lebanon. Akibatnya berbagai sarana infra strusktur di negara itu lumpuh, lebih dari seribu orang gugur syahid dan ratusan ribu terpaksa mengungsi. Di sisi lain pertempuran, para pejuang Hezbollah dengan gagah berani menghadapi tentara Zionis di berbagai medan. Selain menembakkan rudal-rudalnya ke sejumlah kota dan permukiman Zionis, Hezbollah juga berhasil melumpuhkan kekuatan militer Israel di perang darat.
Menyaksikan keberanian, resistensi dan perjuangan Hezbollah, Israel dan AS bagai kebakaran jenggot, sementara umat Islam di seluruh dunia memuji dan mendoakan para pejuang itu. Gerakan perlawanan yang dikenal dengan Moqawama itu menjadi kebanggaan bagi Lebanon dan simbol perjuangan melawan rezim Zionis. Bukan hanya di dalam Lebanon, Moqawama juga memberikan pengaruhnya kepada dunia Islam. Untuk itulah, umat Islam di seluruh dunia menyatakan dukungan dan pembelaan kepada gerakan moqawama yang dipimpin oleh Hezbollah ini.
Salah satu buah dari moqawama adalah terbentuknya persatuan umat Islam. Sudah sejak lama para ulama dan pemimpin umat Islam mengupayakan persatuan kaum muslimin untuk menghadapi kekuatan asing yang merampas dan menguasai kekayaan dan negeri mereka. Moqawama berhasil menunjukkan kepada seluruh umat bahwa musuh nomor wahid bagi kaum muslimin adalah AS yang selalu membentengi rezim Zionis dalam melakukan setiap kejahatan terhadap rakyat Lebanon dan Palestina. Umat Islam juga telah menyadari bahwa eksistensi rezim Zionis tak ubahnya bagai kanker berbahaya yang menggerogoti tubuh umat Islam.
Poin penting lainnya adalah bahwa hanya ada satu jalan untuk menghadapi agresi dan kejahatan rezim Zionis Israel yang didukung AS, yaitu dengan resistensi dan perlawanan. Dengan cara itulah, bangsa Lebanon tampil sebagai bangsa yang dihormati oleh bangsa-bangsa lainnya. Hezbollah dengan mementaskan makna kepahlawanan yang sesungguhnya menjelma menjadi kelompok yang sangat dicintai oleh umat Islam seluruh dunia.
Salah satu masalah yang dihadapi umat Islam adalah perselisihan antar madzhab yang sejak dahulu ada. Tetapi sebenarnya perselisihan pandangan dan madzhab tidak selayaknya menjadi faktor permusuhan di tengah mereka. Antara Syiah dan Sunni memang banyak perbedaan, tetapi persamaan yang ada antara dua madzhab ini, khususnya dalam masalah-masalah inti keislaman, jauh lebih besar. Karenanya, dengan menghormati perbedaan yang ada, umat Islam dengan berbagai macam madzhab dan alirannya dapat hidup berdampingan secara damai.
Moqawama Islam di Lebanon telah menampilkan contoh nyata dari sebuah persatuan umat. Hubungan baik dan keakraban antara Hezbollah di Lebanon yang Syiah dengan Gerakan Perjuangan Islam Palestina (Hamas) yang Sunni adalah contoh dari pertalian erat antara dua kelompok perjuangan yang berbeda madzhab namun memiliki maksud dan cita-cita yang sama. Keduanya berada di front terdepan dalam menghadapi rezim Zionis Israel dan AS. Hezbollah dan Hamas sama-sama berjuang untuk membebaskan negeri yang dijajah oleh kaum Zionis. Keduanya saling membantu dalam perjuangan ini. Operasi penyusupan Hezbollah yang berhasil menawan dua serdadu Zionis memberikan spirit dan semangat kepada para pejuang di Palestina. Hezbollah mengumumkan akan membebaskan dua serdadu Zionis itu, jika Israel membebaskan orang-orang Lebanon dan Palestina yang ditawannya.
Sebaliknya, Hamas juga memberikan dukungan yang penuh kepada Hezbollah. Menyusul terjadinya pembantaian puluhan anak dan perempuan di desa Qana, Lebanon Selatan, Hamas dan faksi-faksi perjuangan Palestina lainnya mengancam akan melakukan serangan balasan. Kerjasama dan saling mendukung antara Hezbollah Lebanon yang Syiah dan Hamas serta faksi-faksi perjuangan lainnya di Palestina yang Sunni adalah fakta yang tak dapat dipungkiri. Mereka memiliki musuh yang sama, yaitu, Rezim Zionis Israel.
Musuh-musuh Islam berusaha untuk melemahkan persatuan ini dengan menebar benih fitnah permusuhan di tengah umat. Mereka memunculkan isu perselisihan dan menyebut Hezbollah sebagai kelompok Syiah dan tidak seharusnya muslimin Sunni mendukung Hezbollah. Cara inilah yang dilakukan oleh media-media massa Barat untuk memecah dukungan kepada perjuangan Moqawama Lebanon. Mereka memunculkan isu bahaya Syiah atau ancaman kekuatan Syiah bagi Timur tengah, tujuannya adalah untuk melemahkan dukungan umat Islam yang semakin besar kepada Hezbollah yang berada di front terdepan melawan kaum Zionis.
Sayangnya, ada sejumlah negara Arab atau pihak yang ikut menyertai perang propaganda ini. Seakan mereka lupa atau melupakan permusuhan AS dan rezim Zionis terhadap umat ini. Di hari-hari pertama perang, negara-negara Arab tersebut melayangkan kritikan bahkan kecaman keras terhadap Hezbollah yang berperang melawan tentara Zionis. Langkah serupa diikuti oleh sejumlah tokoh agama yang memfatwakan haram untuk mendukung dan mendoakan kemenangan bagi Hezbollah.
Resistensi dan perlawanan sudah menyatu dengan jiwa bangsa Lebanon, sehingga sikap dan fatwa-fatwa miring itu tidak akan mampu melumpuhkan semangat dan mental mereka dalam perang ini. Umat Islam di berbagai belahan dunia juga telah menyadari adanya upaya untuk memecah belah persatuan Islam. Kesadaran ini mereka tunjukkan dengan menggelar demo dan membuat pernyataan yang mendukung gerakan Hezbollah, bahkan tak jarang mereka membuat pernyataan siap untuk berkorban dan berperang bersama Hezbollah melawan Rezim Zionis.
Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatullah Al-Udzma Khamenei belum lama ini dalam sebuah pernyataan menyebut kebiasaan musuh untuk menebar permusuhan dengan cara mengangkat isu perselisihan antara Syiah dan Sunni. Beliau menegaskan bahwa perpecahan dapat menghancurkan dunia Islam. Karena itu, tindakan apapun yang dapat membuat perpecahan di tengah umat berarti pengkhianatan kepada dunia Islam.
Para ulama dan tokoh muslim di seluruh dunia juga memberikan pernyataan yang bernada sama. Akibatnya, media massa dan para pemimpin negara-negara Arab yang semula bersikap anti Hezbollah terpaksa mengubah sikap dan pernyataan. Dengan demikian, makar musuh untuk menebar permusuhan dan perselisihan di tengah umat Islam, tidak banyak membuahkan hasil.
Perlawanan gigih dan gagah berani yang dipentaskan para pejuang Moqawama Islam dan Hezbollah di Lebanon mengundang decak kagum semua orang. Moqawama memberikan pesan berharga kepada dunia Islam, yaitu bahwa satu-satunya jalan untuk membebaskan umat Islam dari tekanan dan penjajahan asing adalah keberanian melawan kekuatan imperialisme, dan keberanian ini menuntut kesabaran yang tinggi. Saat itulah umat Islam akan meraih kemenangan yang besar.