dua organisasi perjuangan islam yang berjuang melawan israel dan anteknya (usa dan konco-konconya)untuk mendapatkan hak - hak tanah mereka yang terampas.SEMOGA ALLAH SWT MELAKNAT PARA PENGUASA DUNIA ISLAM YANG berdiam diri terhadap penderitaan rakyat palestina dan libanon (ATAU BAHKAN BERTEMAN DENGAN ZIONIS ISRAEL DAN USA). PENGUASA DUNIA ISLAM DAN ARAB MEMANG BANYAK YANG OPPORTUNIS. mengatas namakan islam tapi jauh dari perilaku islam. mari kita dukung perjuangan HIZBULLAH dan HAMAS !!!!

Tuesday, September 25, 2007

Hamas Serukan Umat Islam Seluruh Dunia Peringati Hari Al-Quds Internasional

Hamas Serukan Umat Islam Seluruh Dunia Peringati Hari Al-Quds Internasional

Senin, 24 Sep 07 15:24 WIB

sumber : era muslim.com

Gerakan Hamas menyerukan umat Islam untuk ikut berpartisipasi dalam aksi massa memperingati Hari Al-Quds internasional yang jatuh tanggal 5 Oktober mendatang.

Dalam pernyataannya tentang Hari Al-Quds Internasional, Hamas menyatakan bahwa kompleks masjid al-Aqsa sedang dalam bahaya akibat ulah Zionis Israel dan seluruh umat Islam di dunia harus membela dan mempertahankan tempat suci ketiga umat Islam ini, setelah Masjid Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Hamas mengingatkan upaya-upaya jahat Zionis Israel untuk menghancurkan Masjid al-Aqsha dan membangun sinagog di atas lokasi kompleks masjid itu. Kaum Zionis, tulis Hamas, terus menerus melakukan tindakan yang bertujuan untuk menyengsarakan bangsa Palestina.

Dalam pernyataannya, Hamas juga mengungkapkan akan membuat sebuah situs yang berisi profil ulama-ulama besar dan tokoh-tokoh dari negara serta dari negara-negara Islam yang akan berpartisipasi dalam peringatan Hari Al-Quds Internasional. Hamas mempersilakan siapa saja yang tertarik dengan Hari Al-Quds Internasional, untuk memberikan komentarnya di situs tersebut.

Hari Al-Quds dipelopori oleh tokoh revolusi Islam Iran Imam Khomeini, yang digelar di setiap Jumat terakhir bulan Ramadhan. Pada hari ini, umat Islamdi seluruh dunia disarankan menggelar aksi massa untuk menunjukkan dukungan terhadap hak-hak bangsa Palestina. (ln/presstv)

Dalam Rekaman Video, Abbas Berkata kepada seorang Kepala Keamanannya: “Bantai” Hamas

Dalam Rekaman Video, Abbas Berkata kepada seorang Kepala Keamanannya: “Bantai” Hamas

sumber : situs
Islamic Cultural Center Jakarta

Hamas TV menyiarkan sebuah rekaman video pendek yang tampaknya menunjukkan pemimpin Fatah, Mahmoud Abbas, sedang berkata kepada seorang kepala keamanannya untuk “membantai” orang-orang Hamas.
Fragmen tersebut menunjukkan Abbas pada suatu kesempatan fotografik, menggoncangkan tangan seorang pria berseragam. Terlihat yakin bahwa audio tidak pernah akan diudarakan, Abbas bertanya kepada pria itu, “Adakah anda komandan operasional pasukan?” Dan pria itu menjawab secara afirmatif. Abbas lalu mengatakan satu kata dengan nada penuh, “itbakh!”–yang merupakan bahasa Arab imperatif bermakna “bantai”.
Sumber-sumber Arab mengatakan kepada NRG bahwa pria berseragam itu diketahui sebagai “Sinbad”, dan bahwa ia bertanggung-jawab atas sebuah pasukan Fatah yang diciptakan untuk memerangi Hamas selama perseteruan di Gaza. Rekaman itu terlihat dihasilkan saat perseteruan Fatah-Hamas semakin memuncak, dan Abbas tengah berkata kepada “Sinbad” untuk membantai pasukan Hamas.[irm/IsraelNationalNews]

Tuesday, September 4, 2007

Beberapa keajaiban “Pohon Syuhada” Bint Jbeil,Libanon

Kisah-kisah seputar perang libanon 2 (12 juli 2006 – 14 1gustus 2006) antara Hizbullah melawan aggressor Zionist Israel.

Diterjemahkan dan disarikan oleh : Dzulfikar
Judul asli : The Many Miracles of Bint Jbeil Tree Of Martyrs
Sumber : WWW.Moqavemat.ir


Beberapa keajaiban “Pohon Syuhada” Bint Jbeil,Libanon.
.
Keajaiban terjadi pada batang tanaman yang telah mati yang menumbuhkan 43 daun hijau yang menampakkan nama nama syuhada pada cabang-cabangnya. Tempat ini sekarang menjadi tempat yang dikunjungi ribuan orang dari seluruh dunia dari berbagai agama, tingkatan social dan akademis. Setiap orang akan merasa bingung dan dalam keterkejutan.

Bagaimana cerita ini terjadi ?

Hajj Soliman Daoud (Abu Muhammad) – selanjutnya kita singkat AM - 60 tahun, yang dulu bekerja sebagai tentara, lahir di Yuhmur Shqeif, Nabatiyah, tahun 1947. Selama 25 tahun telah mengukir dan mendekorasi ayat ayat Al-Qur’an pada kayu/potongan kayu dibengkel kerjanya.

Selasa, 14 agustus 2007, Mohammad Hussein Bazzi -selanjutnya kita singkat MHB - melakukan wawancara dengan AM dilapangan Syuhada Bint Jbeil, tempat dimana “pohon Syuhada” itu dipamerkan.

MHB : Dengan kenangan atas “Kemenangan Ilahi” dan lautan manusia yang ingin menyaksikan “pohon Syuhada”, bisakah anda ceritakan tentang pohon tersebut, dan bagaimana hingga mencapai Bint Jbeil ?

AM : Lebih dari 25 tahun saya mengukir dan mendekor pohon, - dan “pohon Syuhada”ini saya potong tanpa sengaja dan tanpa maksud apapun. Setiap 6 bulan saya membawa antara 300-600 pohon.Namun “pohon Syuhada”ini telah menarik perhatian ketika dia telah ada. Saya mencatat bahwa pohon ini bercabang sesuai dengan tulisan kata “Allah” dalam bahasa arab. Pohon ini saya taroh diaspal. Beberapa bulan kemudian, pemuda di Bint Jbeil memberitahu saya bahwa telah tumbuh daun daun hjau dari cabang-cabangnya. Saya tak percaya mendengarnya.

Seperti biasanya, saya kerja di toko Al Hoda di Bint Jbeil. Suatu hari Hajja Fatima Bazzi meminta saya mengukir dan mendekorasi sebuah pohon dengan 43 nama Syuhada. Saya sadar, bahwa tugas ini tak akan bisa dikerjakan pada pohon yang telah ada di toko. Lalu saya mendatangi batang batang pohon yang telah saya kumpulkan di aspal.

MHB : Kapan kejadian itu ?

AM : kira kira 2 bulan yang lalu

MHB : kapan anda tebang “pohon Syuhada” itu ? dan dari jenis apa ?

AM : kira –kira 6 bulan sebelum perang musim panas 2006, jadi sekitar 1 tahun 8 bulan. Pohon itu dari jenis pohon “poplar”


MHB : Darimana pohon itu ditebang ?

AM : dari lapangan wilayah Zahrani
Bukan hal biasa bahwa diwilayah ini tumbuh pohon “poplar. Dan anehnya, saya menebangnya tanpa ada rasa perhatian sama sekali. Sekarang saya baru tahu apa yang telah terjadi, bahwa ini adalah “Rencana Ilahi” dari mulai awalnya. Pohon itu saya taroh diaspal agar kering. Karena tak mungkin bekerja pada pohon dalam kondisi basah / lembab. Kebingungan saya terus berlanjut, apalagi ketika saya tahu bahwa pohon tersebut sangat enteng dibanding keqdaan sebagaimana lazimnya berat pohon tersebut.

MHB : Apakah yang anda Maksud “Rencana Ilahi” itu sebagai rangkaian keajaiban ?

AM : Ya. Bahkan ketika saya bekerja untuk memulai mencatnya, dari pohon ini tercium bau menyenangkan yang luar biasa, yang berbeda dengan bau-bauan atau wangi-wangian yang umum ditemui. Saya dan keluarga merasa terkejut tentang kondisi ini.

MHB : apa yang tejadi setelahnya ?

AM : awalnya saya perlakukan pohon tersebut secara kimiawi (mencat, dsb) dan menjamin bahwa pohon tersebut pasti benar-benar mati dengan perlakuan kimiawi demikian.Kemudian saya memulai untuk mengukir dan mendekor pohon tersebut dengan 43 nama syuhada yang diberikan.
Setelah selesai. Saya masukkan kemobil, untuk dibawa ke Bint Jbeil. Anehnya, potongan pohon tersebut terasa lembut dan menjadi ringan, serta membentuk semacam lengkungn. Lebih kaget lagi, dengan satu tangan, pohon itu dapat terangkat.

MHB : Kapan itu terjadi ?

AM : sore hari. Saya bersama Haj Samir Saad dan Hajj Abdurrahman Bazzi, meletakan pohon tersebut ke toko AL-Hoda. Lalu kami pindahkan ke Lapangan.

MHB : kapan and dapati pohon mulai tumbuh ? dan apa reaksi anda ?

AM : Mereka memanggil saya pukul 1 AM dan mengatakan pohon mulai tumbuh daunnya. Awalnya saya pikir mereka complain dan minta pohon tersebut dikembalikan. Tapi, saya lalu sadar, bahwa sebuah keajaiban telah terjadi.

MHB : Ketika anda sedang bekerja, anda pernah didatangi seorang yang membaca surah Fatihah. Bagaimana ceritanya ?

AM : Ketika saya bekerja di bengkel kerja saya, sebuah mobil berhenti. Lalu keluarlah seorang seorang laki-laki berotot kekar, berjanggut, dengan aura kehormatan dan kewibawaan, membawa 3 wanita dan seorang anak kecil. Dia mengucapkan salam dan menanyakan apakah saya sedang membuat “pohon syuhada “ bagi 45 syuhada ? Saya jawab bukan 45, tapi 43. Lalu dia mengajak kami semua untuk membaca surah Fatihah 43 kali. Anehnya, saya saat itu dalam kondisi yang membuat saya tidak benar-benar sadar.

Hingga kini, saya tak mengerti bagaimana mereka bisa sampai ke tempat saya yang tidak terletak dijalan utama dan jauh dari keramaian orang. Saya juga tak bertanya dari mana dia dan apa yang dia mau. Bahkan berkata pun saya tak bisa. Saya merasa keluar dari dunia ! Setelah membaca Fatihah, dia mengucapkan salam lagi, lalu pergi.

Setelah kejadian tersebut, saya merasa takut dan selalu bertanya, “dari mana dia ?, bagaimana dia datang ?, dan bagaimana dia tahu kalau saya sedang membuat “pohon Syuhada “ Bint Jbeil ?

MHB : kau pernah mengatakan tentang mimpi. Mimpi apa itu ? dan kapan terjadi ?

AM : Mimpi terjadi sebelum saya mengerjakan “Pohon Syuhada”. Dalam mimpi, seorang laki-laki berkata,” kau akan Membuat “pohon Syuhada “ yang akan berpengaruh besar !” mimpi itu terjadi 15 hari sebelum ada permintaan membuat “pohon syuhada “

MHB : pernah terjadi hal ini sebelumnya ?

AM : Saya telah bekerja lebih dari100 pohon dengan ukuran yang sama dan tempat yang berbeda. Beberapa diantaranya saya tempatkan dalam tempat yang basah ataupun lembab. Tapi tak ada satupun diantara mereka yang mengalami kejadian seperti “pohon Syuhada” tersebut .

MHB : Mungkin terjadi ditempat lain ?

AM : tidak, tidak pernah. Zat-zat kimia yang saya kenakan pada pohon tersebut, cukup untuk mengeringkan dan membunuh, lalu bagamana “pohon Syuhada” itu bisa hidup kembali ?
MHB : Bagaimana anda menerangkan “the substance” yang mulai memercik / menetes dari batang pohon beberapa hari di awal kejadian tersebut ? Saya pribadi telah merasakannnya bersama dengan Sheikh Shafik Jaradi, kepala institute penelitian Maarif Hkamiyah, dan mendapatkan rasa manis special yang tetap bersama saya sepanjang hari.

AM : Tidak, saya tak pernah mendengarnya sesuatu seperti itu. Kejadian ini diatas pemahaman manusia. Ini adalah sebuah “Keajaiban”

MHB : hari ini,14 agustus 2007, Sekretaris Jendral Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah menyebutnya sebagai “Kemenangan Ilahi “ Apa tanggapan anda tentang hal ini ?

AM : Kata kata “Kemenangan Ilahi “berbicara pada dirinya sendiri. Mereka yang ragu, dapat melihatnya pada pejuang-pejuang perlawananan di Bint Jbeil, Yuhmur, atau tempat lain yang menyaksikan pertempuran. Syuhada kami “hidup” bersama “Sang Pencipta”. Mereka adalah Cahaya Kami.

MHB : Ada kata akhir bagi syuhada-syuhada Bint Jbeil ?

AM : Pejuang-pejuang Bint Jbeil adalah “volcano” yang memberikan cahaya dan contoh bagi generasi selanjutnya. Tanpa Perlawanan, tak akan ada harga diri dan kehormatan. Tanpa harga diri dan kehormatan, tak ada gunanya untuk hidup.

MHB : apa yang akan anda katakan bagi keluarga syuhada yang namanya tercantum dalam “pohon Syuhada “ ?

AM : saya hanya bisa mengutip firman Allah SWT : “dan jangan berpikir bahwa mereka yang terbunuh dijalan Allah adalah mati. Tidak , mereka hidup. Bersama Tuhannya, mereka mendapat rezeki/kesenanga” (Ali Imraan 169).

Origin : Al-manar






Monday, August 13, 2007

wawancara dengan Sayyid Hasan Nasrullah

wawancara dengan Sayyid Hasan Nasrullah

Posted by: "saleh lapadi" saleh_lapadi@yahoo.com saleh_lapadi

Sun Aug 12, 2007 6:10 am (PST)

Assalamualaikum

Sebagai selingan dari diskusi-diskusi yang ada, mungkin bisa juga menarik wawancara Sayyid Hasan Nasrullah dengan salah seorang wartawan Iran yang ditayangkan selama 1 jam, tadi malam.

Pertanyaan yang disampaikan cukup menarik karena terkait dengan beberapa kebijakan Sayyid Hasan Nasrullah sebagai Sekjen Hizbullah. Kelihatannya saya tidak ingin menuliskan banyak tentang masalah itu tapi ada beberapa poin buat saya yang cukup menarik untuk disampaikan.

1. Sebuah pesan dari Ayatullah Sayyid Ali Khamenei bagi para Hizbullah untuk menaikkan semangat perjuangan mereka. Dalam pertemuan tokoh-tokoh Hizbullah dengan Beliau, sempat ditanyakan kepada mereka apakah kalian juga membaca doa Jausyan Shaghir? Mereka menjawab, "TIDAK". Karena memang selama ini yang sering dibaca adalah doa Jausyan Kabir yang dibaca pada malam Lailatul Qadr. Ayatullah Sayyid Ali Khamenei merekomendasikan mereka untuk membaca doa ini. Isi dan pesannya yang luar biasa dapat memberikan semangat mereka dalam menghadapi musuh.

2. Kemenangan Hizbullah membangkitkan dua budaya yang paling ditakuti Amerika; Perlawanan (Muqawamah) dan Persatuan. Dua semangat ini yang paling mampu menghadapi imperialisme Barat dan Rezim Israel. Perlawanan bukan satu hal yang sulit, karena perlawanan memiliki dimensinya. Setiap orang dapat memiliki saham untuk mewujudkan sebuah perlawanan. Sementara persatuan yang membuat banyak rencana-rencana Amerika dan Rezim Zionis gagal. Tanpa persatuan, mungkin kita akan melihat Lebanon berdarah-darah dalam konflik sektarian.

3. Sebuah pesan Sayyid Hasan Nasrullah agar rakyat Iran mengetahui siapa sesungguhnya Imam Sayyid Ali Khamenei. Petunjuk-petunjuk Beliaulah yang membuat semangat anggota Hizbullah tetap menyala. Saya lalu teringat sebuah makalah yang berjudul "Kapan Sayyid Hasan Nasrullah Menangis?". Makalah itu memuat sebuah tulisan dan nukilan wawancara yang menyebutkan bahwa Ia (Sayyid Hasan Nasrullah) menangis tatkala melihat orang-orang Iran berselisih paham dengan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.

Ini adalah tiga poin penting yang ingin saya tuliskan di sini. Mohon maaf bila mengganggu diskusi yang ada.

Wassalam

Saleh Lapadi

Friday, July 27, 2007

Hasan Nashrullah: Rudal Hizbullah Mampu Jangkau Seluruh Kota di Israel

Hasan Nashrullah: Rudal Hizbullah Mampu Jangkau Seluruh Kota di Israel


http://www.eramuslim.com

Sekjen Hizbullah Hasan Nashrullah masih memiliki kenangan kuat yang membanggakan pasukannya saat melawan Israel. Ia pun melontarkan pernyataan provokatifnya terhadap Israel dengan menyatakan pihaknya mampu menjangkau seluruh target di Israel dengan rudal-rudal miliknya.

“Pada bulan Juli dan Agustus tahun lalu, tidak ada tempat, lokasi maupun titik apapun di Palestina yang kini diduduki Israel, yang tidak dapat dijangkau oleh rudal dan misil Hizbullah. Semua target di Israel, termasuk Tel Aviv bisa dijangkau oleh rudal Hizbullah, " ujar Hasan Nashrullah. Ungkapan ini juga pernah disampaikannya saat ketegangan perang Israel berlangsung.

Hasan Nashrullah, dalam wawancarannya dengan televisi satelit Al-Jazeera menegaskan, “Suriah sebenarnya sudah siap terlibat dalam peperangan melawan Israel pada waktu lalu, tapi waktunya belum tepat. ”

Menurutnya, Israel sudah bersiap untuk menghadapi kemungkinan terlibatnya Suriah, tapi ternyata Suriah tidak melakukan aksi militernya pada waktu itu.

Hasan Nashrullah juga menyinggung rincian serangan rudal yang menimpa kapal perang Israel di hari kedua peperangan ke dua dengan Israel. Nashrullah mengatakan, serangan itu dilakukan tepat pada waktunya. Sebagaimana pernyataan Jendral Naom Feik, komandan pasukan marinir Israel. Ia mengatakan serangan yang menimpa kapal perang Israel jenis Saer 4. 5 yang ditumpangi oleh sekitar 53 polisi dan tentara Zionis, baru pertama kali dialami tentara Israel dan bukan hal yang lumrah. (na-str/aljzr)

Hamas Kritik Negara-Negara Arab yang Cendrung ke Israel

Hamas Kritik Negara-Negara Arab yang Cendrung ke Israel

http://indonesian.irib.ir/

Salah satu anggota fraksi Hamas di parlemen Palestina mengkiritik sikap negara-negara Arab dihadapan Israel. Yahya Musa, anggota fraksi Hamas di parlemen Palestina, hari ini dalam wawancaranya dengan stasiun berita Al-Alam, menyatakan, negara-negara Arab sekarang telah begitu lihai memberikan kartu kemenangan secara cuma-cuma kepada Rezim Zionis Israel. Menurut Musa, dalam situasi semacam kini, normalisasi hubungan dengan negara-negara Arab merupakan keinginan Israel, dan secara praktis keinginan itu telah terwujud dengan berkunjungnya Menlu Mesir dan Yordania, Ahmad Abu Al-Gaith dan Abdullah Al-Khatib ke Tel Aviv.

Anggota parlemen Palestina itu juga menambahkan, perlawanan rakyat Palestina akan terus berlanjut hingga dicapainya kebebasan negeri mereka, dilepaskannya para tawanan Palestina, dan kembalinya para pengungsi Palestina ke tanah air mereka.

Menlu Mesir dan Yordania, Rabu yang lalu berkunjung ke Israel guna mempersiapkan rencana penerapan usulan damai negara-negara Arab. Mereka juga sempat bertemu dengan PM Rezim Zionis, Ehud Olmert dan Menlu Rezim ini, Tzipi Livni.

Hizbullah: Konspirasi AS Mencegah Pembentukan Pemerintahan Nasional

Hizbullah: Konspirasi AS Mencegah Pembentukan Pemerintahan Nasional


http://indonesian.irib.ir

Sekjen Hizbullah Lebanon mengatakan bahwa konspirasi AS telah menghalangi pembentukan pemerintahan persatuan nasional di negara ini.

Sayid Hasan Nasrullah, dalam wawancara eksklusif dengan jaringan TV Al-Jazirah, yang sebagiannya disiarkan Rabu kemarin, seraya menekankan bahwa di Lebanon terdapat tekad untuk mengakhiri krisis; dan dalam rangka inilah baru-baru ini telah hampir dicapai kesepakatan untuk membentuk pemerintahan persatuan nasional di Lebanon. Akan tetapi dengan peran yang dimainkan oleh Jefry Weltman, Dubes AS untuk Beirut, keadaan berubah.

Sekjen Hizbullah menegaskan bahwa salah seorang dari politikus partai penguasa yang disebut sebagai kelompok 14 Maret, dalam pernyataannya mengatakan menyetujui pembentukan pemerintaan persatuan nasional, dan mayoritas pejabat Lebanon sudah mantap bahwa pembentukan pemerintahan ini merupakan jalan penyelesaian krisis interen. Akan tetapi penghalang utama tercapainya tujuan ini adalah AS.

Sekjen Hizbullah Lebanon, di bagian pertama wawancara yang disiarkan Senin malam, menjelaskan perang 33 hari agresi rezim zionis terhadap Lebanon, dan mengatakan, Hizbullah mengetahui dengan baik bahwa oleh karena kekalahannya di tahun 2000, Israel akan menyerang lagi untuk memperbaiki kredibilitasnya. Untuk itu Hizbullah menyusun kekuatan sehingga mampu memberikan pukulan keras lagi kepada rezim ini, dan menggagalkan rencana pembentukan Israel Rayanya.

Seraya menegaskan kesiapan Hizbullah untuk menghadapi serangan militer apa pun oleh rezim zionis, Sekjen Hizbullah menekankan bahwa sebagaimana pada musim panas 2006 seluruh kawasan Israel berada dalam jangkauan roket-roket Hizbullah, maka saat ini pun seluruh kawasan Palestina pendudukan ini berada dalam jangkauan roket-roket kami.

Perang Tamuz (Juli 2006)

Perang Tamuz (Juli 2006)

Zulfikar Qowi

Israel tidak memerlukan sesuatu penghalang untuk berkuasa dengan pengakuan dunia sejak tahun 1948, yang kesemunya tidak lepas dari propaganda mass media…..perang melawan negara dan kerajaan kerajaan Arab tahun 1948 hingga sampai pada perang akhir Juli (Tamuz) 2006, semuanya tidak lepas dari pengaruh mass media dan propagandanya yang disifati sebagai bukan perang internasional, politik dan militer, bukan pula “perang kontak militer” dan “perang-nyata” .

Tapi ternyata perang Juli 2006 telah kelaur dari politik zionis, sebagaimana berulang dikatakan zionis bahwa semua itu hanya untuk balasan kebebasan dua tawanan tentara zionis yang dilakukan dalam salah satu operasi kelompok muqawamah Libanon: dan sebagaimana yang disiarkan oleh alat propaganda zionis Israel sejak detik pertama dari serangan balik dari Hizbullah.

Hak ini tidak keluar dari jalur lama, hal yang sudah diprediksikan. Tapi satu kejuatan adalah satu kenyataan dimana terjadi pertahanan dan kemudian dukungan yang berkembang di medan Libanon yangmuncul dari masyarakat untuk Muqawamah, diluar dari keharapan untuk mengisolir Hizbullah dari masyarakat, sebagai telah dilihat hal tersebut sejak hari pertama serangan itu. Tragedi tragis terjadi pada pemerintah Libanon yang berlepas diri dari “aksi” Hizbullah dengan menolak bertanggung jawab atas akibatnya.

Yang menyakitkan lagi sebagai satu pukulan adalah apa yang dating dari negara Arab, terutama negara yang memiliki pengaruh disekitar jazitah Arab, dimana dengan cepat bersikap menyerang Hizbullah dan menuduh bahwa Hizbullah adalah penyebab perang ini dengan istilah “adventure”yang tidak diperhitungkan. Tidak ada satu ungkapan yang jelas sebagai reaksi dikelaur oleh mereka terhadapat peperangan ini untuk zionis.

Inilah untuk pertama kalinya berdirinya pemerintahan Arab berposisi memusuhi atau mendukung atau ridha atau atau berposisi negative. Sehingga datanglah ugkapan yang dikeluarkan oleh perdana menteri Israel Olmert : “ sebagaian dari negara Arab telah mengetahui apa yang terjadi dan mereka menyepakati untuk menambah serangan ke Libanon secara umum dan masyarakat selatan dengan unsur Muqawamah secara khusus”.

Dengan diam atau dukungan atau penentangan terhadap pembunuhan massa yang kejam itu tidak akan terjadi kalau saja posisi diam, tunduk dan menyerahnya institusi Arab. Sistim pemerintahan ini sama sekali tidak memahami makna insaniyah, keadilan, hak azazi manusia sebagaimana juga telah dipraktekkan dunia barat dengan dididikan zionis Israel . Di tulis dalam Koran As Safir di hari hari peperangan itu : “ Israel mendapat dukungan Arab dan pemerintahan Arab telah berhubungan telepon dengan Olmert yang memberikan keberanian padanya”, begitulah kejelasan posisi kebusukan pemerintahan Arab pada permusuhan Israel tersebut.

Pada 20 Juli 2006, hari ke sembilan (9) peperangan, berkata pemimpin Muqawamah, Sayyid Hasan Narullah didepan TV Al Jazirah yang kemudian dicatat dalam sejarah :”Kalau tidak atas peran Arab, tentulah peperangan akan terhenti hanya dalam bilangan jam”.

Dan diikuti olah penjelasan disana sini memperjelas makar yang dilakukan oleh sebagian pemerintahan Arab terhadap Hizbullah dan Muqawamah Islamiyah di Libanon. Olmert sendiri mengakui dalam pernyataanya ketika dalam pertemuannya untuk mempertimbangkan peperangan itu dengan menyatakan bahwa negara Arablah yang menambah semangat Israel untuk menyerang habis habisan pada Hizbullah.

Inilah keburukan dari hal yang baik, sedikit dari sekian banyak dari yang ada. Hanya saja perlu mengingat siapa yang bersama kita dan yang menentang kita.

Dan tentulah Allah akan membantu mereka yang membantu-Nya”.

Maha Benar Allah Yang Maha Tinggi dan Agung.[infosyiah]

2 Komentar »

  1. Nah disitulah kita tahu keburukan pasti akan terungkap dan disitu pula kita dapat membuktikan siapa pembela Islam dan siapa pembela zionis karenanya negara-negara arab tidak dapat bersatu contohnya seperti rakyat Plastina ada pemimpinnya anti
    yahudi ada pro yahudi dan mudah-mudahan dimasa mendatang tidak ada didunia arab pemimpin pemimpin mereka yang penghianat karena bila pemimpin arab itu penghianat pasti pro yahudi itulah mereka yang munafik

    Komentar oleh abu fatimah | 0, Juli 16, 2007

  2. Pemimpin Arab pro-zionis menghianati aspirasi masyarakatnya dan rasa kemanusiaan/keadilan. Kita tungggu saja saat-saat kehancuran mereka (pemimpin arab pro-zionis).

    Komentar oleh abu fadl | 0, Juli 18, 2007

Wednesday, July 11, 2007

Polling CNN: Mayoritas Rakyat Palestina Masih Dukung Hamas

eramuslim.com

Sabtu, 7 Jul 07 20:05 WIB

Sebuah polling pendapat yang digelar jaringan informasi Amerika, CNN, meneguhkan kepercayaan publik Palestina masih ada pada Hamas. Hasil ini bisa disebut cukup mengejutkan, karena meski Hamas pemenang telak pemilu 2006, namun mereka kini berada dalam posisi tersingkir dari pemerintahan Palestina pimpinan Abbas yang berkuasa di Tepi Barat.

Para responden juga menduga akan ada pemisahan Palestina, antara Ghaza yang dikuasai Hamas dengan Tepi Barat yang dikuasai Fatah.

Menjawab pertanyaan, mana di antara Fatah dan Hamas atau lembaga lain yang lebih dipercaya, sebanyak 52% atau 4807 orang memilih Hamas. Sementara sebanyak 17% atau 814 responden saja yang memilih Fatah. Yang mengejutkan juga, ada 28% atau 1.346 orang responden yang menyatakan tidak mempercayai siapapun dalam kaitan masalah yang mereka alami di Palestina. Sedangkan lembaga selain Fatah dan Hamas, disebutkan hanya dipilih oleh 3% responden atau 127 orang.

Adanya hasil polling yang sangat sedikit memberikan kepercayaan pada selain Hamas dan Fatah, juga menunjukkan wujud kesenjangan yang terjadi antara aktifis sebuah organisasi dengan masyarakat Palestina. Karena bagaimanapun sebenarnya masih sangat banyak organisasi dan lembaga yang ikut serta dalam mencari jalan keluar masalah Palestina.

Di sisi lain, meski Hamas telah menjalani roda pemerintahan satu tahun dalam kondisi embargo dan memunculkan kesulitan ekonomi luar biasa di masyarakat Palestina, ternyata kepercayaan publik tidak goyah. Mereka tetap memilih Hamas sebagai organisasi yang bisa dipercaya membawa kebaikan bagi negara mereka.

Terkait perselisihan antara Hamas dan Fatah, sebanyak 58% responden memandang bahwa perselisihan itu akan berakibat pada pemisahan Ghaza dan Tepi Barat. Sejumlah peristiwa belakangan yang terjadi di Ghaza, kini memang membawa dampak pemisahan politik antara Ghaza dan Tepi Barat. Hamas sejak 14 Juni lalu menguasai Ghaza, sedangkan Fatah menguasai Tepi Barat. (na-str/iol)

Friday, July 6, 2007

Sayid Hasan Nasrallah Mencium Tangan Rahbar

Sayid Hasan Nasrallah Mencium Tangan Rahbar

Jul 04, 2007 at 07:53 AM

Oleh: Telaga Hikmah

"Pembukaan konferensi international "Pembelaan terhadap Intifadah" yang berlangsung pada hari selasa lalu disertai dengan pidato penting dari Pemimpin Revolusi Islam Iran Sayid Ali Khâmenei. Setelah Rahbar menyelesaikan pidatonya dan berjalan melewati ruangan konferensi, Sayid Hasan Nasrallah (pemimpin Hizbullah) berdiri dari tempatnya berjalan mendekati Rahbar dan mencium tangan beliau.

Pembukaan konferensi international "Pembelaan terhadap Intifadah" yang berlangsung pada hari selasa lalu disertai dengan pidato penting dari Pemimpin Revolusi Islam Iran Sayid Ali Khâmenei. Setelah Rahbar menyelesaikan pidatonya dan berjalan melewati ruangan konferensi, Sayid Hasan Nasrallah (pemimpin Hizbullah) berdiri dari tempatnya berjalan mendekati Rahbar dan mencium tangan beliau. Selanjutnya diikuti oleh Dr. Ramadan Abdullah (Pemimpin Jihad Islam Palestina) dan Khaled Masy'al (Ketua Urusan Politik Hamas) melakukan hal yang sama. Dalam peristiwa itu, para pejabat-pejabat lainnya juga berkesempatan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pemimpin revolusi.

Dua hari kemudian, saya pergi menemui Sayid Hasan Nasrallah dan berdialog dengan beliau. Apa yang membuat Sayid bersikap tawadhu dan mencium tangan Rahbar di tengah-tengah majlis resmi itu? Beliau berkata: "Saya sengaja melakukan -tentunya dengan segala ketulusan hati- hal ini, disebabkan karena tahun ini semua media dunia menjuluki saya sebagai "manusia teladan" dan di seluruh Negara Arab juga dikenal sebagai "pemimpin tersukses di dunia Arab". Akan tetapi di majlis penting ini yang dihadiri oleh para pemimpin gerakan islam dunia dan juga pakar-pakar politik negara-negara Islam serta disiarkan langsung media TV keseluruh pelosok dunia, saya melakukan hal ini untuk menunjukkan keseluruh penduduk dunia yang mengenal saya bahwa saya adalah prajurit Rahbar pemimpin tertinggi revolusi Islam Iran.

Sikap dan perbuatan Sayid Hasan Nasrallah ini menunjukkan ketinggian dan kemuliaan kedudukan Rahbar, Kemuliaan yang membuat pemimpin Hizbullah Libanon itu mencium tangan Rahbar dengan penuh keikhlasan dan itu dilakukan di tengah-tengah kalangan para pemimpin besar Arab. (Kisah dari: Hujjatul Islam dan Muslimin Masihi Muhajiri).[SN]

Politik Ambigu Brown

Lintas Warta Kamis 05 Juli 2007

http://indonesian.irib.ir/khabar/lintassatu.htm

Politik Ambigu Brown

Berkat upaya keras gerakan Hamas, akhirnya wartawan BBC, Alan Jhonston berhasil dibebaskan dari jerat tawanan selama 114 hari. Johnston pada tanggal 12 Maret lalu sempat diculik oleh kelompok Tentara Islam Palestina. Segera setelah pembebasan dirinya, Johnston lewat konfrensi pers yang digelar besama dengan PM Kabinet Persatuan Nasional Palestina, Ismail Haniyeh, menyatakan, bahwa kebebasan dirinya dari tangan penculik merupakan hasil jerih payah gerakan Hamas. Menurutnya, Gerakan Hamas merupakan organisasi kerakyatan Palestina yang terbaik dan terkuat, yang bisa menjamin keamanan dan konsitusi di Jalur Gaza. Sementara itu, Hamas sendiri menilai bahwa aksi pembebasan wartawan BBC itu sebagai aksi kemanusiaan.

Sejauh ini, terdengar kabar bahwa sebagai ganti dari pembebasan Johnston, Hamas akan memberikan imbalan balik kepada kelompok Tentara Islam berupa pemberian ijin penggunaan senjata yang ditujukan hanya untuk kepentingan melawan ancaman Rezim Zionis Israel. Jubir Hamas, Abu Zahri dalam wawancaranya dengan stasiun berita Al-Alam menyatakan, sebenarnya Mahmud Al-Abbas telah mengetahui informasi detail lokasi penculikan Johnston, namun Al-Abbas enggan mengungkapkan informasi itu karena alasan yang tak jelas. Abu Zahri menambahkan, Penasehat Keamanan Badan Otoritas Palestina, Muhammad Dahlan, juga sempat melancarkan tekanan untuk mempersulit proses pembebasan Alan Johnston.

Dibebaskanya Johnston berlangusng ketika situasi keamanan di Gaza relatif lebih kondusif setelah kawasan itu berhasil dikendalikan oleh Hamas. Wartawan BBC itu ditangkap pada saat situasi Gaza masih memburuk dan berada di bawah kontrol faksi Fatah. Aksi penculiakan Johnston tersebut setidaknya menyiratkan dua pesan. Pertama, kelompok Hamas yang berhasil meraih kursi mayoritas parlemen Palestina pada pemilu 2006, masih setia dengan peraturan dan norma internasional. Kedua, Kabinet Persatuan Nasional Palestina yang saat ini tengah mengendalikan kontrol kawasan Gaza, relatif berhasil mengembalikan situasi keamanan di wilayah tersebut.

Namun ironisnya, meski Alan Johnston berhasil dibebaskan oleh Hamas, PM Inggris, Gordon Brown justru mempertontonkan politik ambigu. Satu sisi, ia menilai positif peran Hamas dalam pembebasan Johnston, namun di sisi lain ia mengelu-elukan Mahmud Al-Abbas. Sikap puji Brown kepada pemimpin otorita Palestina ini sejatinya merupakan pengakuan secara resmi atas pemerintahan hasil penunjukan sepihak Al-Abbas, dan penafian atas pemerintahan demokratis Palestina di bawah pimipinan Hamas. Padahal kalangan pers Palestina tidak menyebutkan sama sekali peran Al-Abbas dalam pembebasan Johnston, tapis malah menyebutkan bahwa ia justru berusah mengacaukan proses pembebasan wartawan Inggris itu. Tampaknya, Brown masih saja mengikuti gaya lama kebijakan standar ganda Tonny Blair dalam menghadapi persoalan Palestina.

Gambar porno pemimpin Fatah senjata paling menakutkan dari Hamas

Gambar porno pemimpin Fatah senjata paling menakutkan dari Hamas

Hamas dalam serangan terakhirnya ke pusat-pusat intelijen Fatah di Gaza mendapatkan harta karun informasi intelijen salah satunya adalah perbuatan amoral pemimpin-pemimpin Fatah.

Informasi ini berupa kaset video porno yang menggambarkan perilaku para pemimpin Fatah sedang berasyik-masyuk dengan wanita-wanita nakal. Saat ini, kaset-kaset video ini menjadi senjata sangat menakutkan bagi para pemimpin Fatah yang sewaktu-waktu dapat digunakan oleh Hamas.

Kaset-kaset video yang menggambarkan betapa tidak bermoralnya para pemimpin Fatah yang saat ini berada di tangan Hamas menggambarkan betapa kejinya strategi yang dipakai oleh Mossad Israel menghadapi para pemimpin Fatah dengan tujuan film seperti ini dapat dipakai untuk menekan dan memaksa mereka untuk mengikuti keinginan Tel Aib. Israel dengan mudah memaksa mereka dengan syarat bila perintah mereka tidak dilakukan, maka film tersebut akan disiarkan.

Ketika para pemimpin Fatah melarikan diri dari Gaza ke Ramallah, mereka mengeluarkan perintah kepada penanggung jawab keamanan di Gaza untuk segera menghancurkan dokumen-dokumen rahasia yang mereka miliki baik di rumah-rumah mereka maupun di gedung pusat penyimpanan dokumen-dokumen rahasia itu.

Ternyata mereka yang bertanggung jawab untuk mengamankan dan menghancurkan dokumen-dokumen itu tidak melakukan apa yang diperintahkan. Mereka juga ikut melarikan diri ke Ramallah untuk menyelamatkan diri mereka. Sikap inilah yang membuat Hamas berhasil mendapatkan bukti-bukti berupa kaset video.

Saat ini, para pejabat Fatah yang biasanya menyerang Hamas tidak banyak membuka mulut. Sikap mereka ini membuktikan bagaimana mereka begitu ketakutan Hamas membongkar kebejatan mereka.

Sekaitan dengan penemuan kaset-kaset video porno para pejabat Fatah, Khulyah al-Hayyah salah seorang pejabat tinggi di Hamas menekankan bahwa Hamas tidak akan menayangkan video porno para pejabat Fatah. Namun, penyebaran film itu hanya tinggal menghitung hari karena banyak dari kaset-kaset video itu berada di tangan rakyat biasa.

Monday, July 2, 2007

Hamas: Kami Akan Sambut Pasukan Asing dengan Rudal dan Misil

Hamas: Kami Akan Sambut Pasukan Asing dengan Rudal dan Misil
http://www.eramuslim.com/berita
Senin, 2 Jul 07 09:05 WIB


Brigade Izzuddin Al-Qassam ancam kehadiran pasukan asing ke Palestina. Sayap militer Hamas itu menyatakan bakal menyambut kedatangan pasukan asing manapun yang menginjakkan kakinya di Ghaza dengan rudal dan misil-misilnya, karena menganggap mereka sama saja dengan penjajah.

Ancaman tegas itu disampaikan setelah Presiden Palestina Mahmud Abbas meminta penempatan pasukan internasional ke Ghaza guna memantau pemilu legislatif dan pemilu presiden yang akan dilangsungkan lebih cepat dari jadwal yang lazim. Undangan untuk pasukan internasional itu ke Ghaza lantaran Ghaza saat ini sudah dua pekan lebih dikuasai oleh Hamas, pemenang pemilu secara mutlak dalam pemilu legislatif tahun 2006.

Dalam pernyataannya, Al-Qassam menegaskan, “Kami sama sekali takkan membiarkan masuknya pasukan internasional ke Ghaza. Karena misi yang mereka bawa adalah misi mendukung satu kelompok di atas kelompok yang lain. Karenanya, kami akan sikapi pasukan asing itu sebagaimana pasukan penjajah. Dan kami takkan menyambutnya, kecuali dengan rudal dan misil. ”

Dalam seruannya, Al-Qassam mengajak seluruh pihak di dunia internasional, “Untuk menolak keinginan Abbas yang bertujuan untuk memukul persatuan Palestina dan menambah kacau urusan internal Palestina serta memberikan penjajahan baru bagi Palestina. ” Menurut Al-Qassam, orang-orang lemah yang melakukan konspirasi sengaja mengundang kekuatan internasional untuk menutupi kelemahan dan kegagalan mereka dalam menerapkan perjanjian Dayton dan ingin memukul seluruh anasir perlawanan terhadap Israel di Palestina. (na-str/iol)

MEMANIPULASI PALESTINA

MEMANIPULASI PALESTINA

IRMAN ABDURRAHMAN

STAF ISLAMIC CULTURAL CENTER (ICC) JAKARTA

Selamat datang di Timur Tengah, wilayah yang berkisah tentang banyak hal. Di sana, ribuan tahun lalu, tiga agama besar dunia lahir dan peradaban moral ditinggikan. Namun, di sana pula, kedegilan, kebohongan, dan kezaliman, dari yang sederhana hingga yang paling kompleks sekalipun, ditebar hingga kini.

Dan tanah Kanaan, Palestina, menyajikan contoh yang paling lengkap serta aktual. Di sana, publik dunia dibuai dengan ilusi adanya dua negara yang sama-sama berdaulat, Palestina dan Israel. Tidak ada pendudukan, penindasan, dan kolonisasi Israel, seperti yang disuarakan rakyat Palestina. Lihatlah, kini yang terjadi adalah ‘konflik sipil’ antara sesama orang Palestina, Hamas dengan Fatah. Kalaupun ‘orang-orang bijak’ di Barat memboikot bantuan finansial dan Israel tidak mencairkan pajak, itu hanya karena rakyat Palestina telah salah memilih Hamas sebagai pemimpin mereka. Pilihlah figur-figur ‘independen’ , seperti Salam Fayyad, sang ‘perdana menteri’ baru. Maka, dijamin semua itu tidak akan terjadi.

Mari kita urai jalinan benang dusta yang secara canggih dirajut sehingga tampak bak sebuah ‘kebenaran’.

Solusi “Dua-Negara” ?

Pada pertengahan 1970-an, mayoritas negara anggota PBB mengakui eksistensi bangsa Palestina. Pada 1993, PLO, di mana Fatah adalah faksi terbesar di dalamnya, mengakui kedaulatan Israel di luar Tepi Barat dan Jalur Gaza, dua wilayah yang hanya 22 persen dari tanah historis Palestina. Dan, inilah solusi “dua-negara” yang didengung-dengungkan itu. Namun, adakah Israel mengakui kedaulatan Palestina dan adakah Otorita Nasional Palestina diakui wewenangnya di dua wilayah yang tinggal sekerat itu?

Jawabannya, kolonisasi terus berlangsung. Tepi Barat difragmentasi menjadi ribuan teritori yang beralih fungsi menjadi komune-komune Yahudi. Tembok pemisah yang sedang dibangun pun inci demi inci masuk ke dalam wilayah Palestina.

Sementara itu, Otorita Nasional Palestina tidak lebih daripada sekedar pemerintahan kota praja, yang hanya memiliki wewenang dalam urusan-urusan administrasi di Gaza dan sebagian distrik di Tepi Barat. Para pejabat Palestina pun tidak dapat bergerak bebas di teritori mereka sendiri tanpa izin dari pasukan keamanan Israel. Belum lagi berbagai penculikan dan penahanan para pejabat eksekutif dan legislatif Palestina. Adakah ini yang dinamakan negara yang berdaulat?

Moderat vs Ekstrimis?

Media-media Barat punya persepsi sendiri mengenai konflik Fatah-Hamas. Koresponden BBC, Paul Reynolds, menyebutnya sebagai, “Pertarungan yang lebih luas antara moderasi (Fatah) dan ekstrimisme (Hamas) di dunia Arab dan Islam”. Tiba-tiba saja, dunia lupa sejarah kelam Fatah yang berlumuran darah, bukan saja warga Yahudi, tetapi juga saudara sebangsa mereka sendiri, rakyat Palestina. Tiba-tiba saja dunia abai mengenai tokoh Fatah seperti Mohammad Dahlan, yang Maret 2007 lalu diangkat Mahmoud Abbas sebagai Kepala Dewan Keamanan Nasional. Human Right Wacth menyebut Dahlan berada di balik aksi-aksi kekerasan berupa penangkapan tanpa proses peradilan, penyiksaan, dan pembunuhan para aktivis, jurnalis, dan tokoh-tokoh penentang Fatah (”Human Right under The Palestinian Authority”, 1997).

Itukah yang dimaksud dengan moderat? Adakah moderasi bermakna tokoh seperti Dahlan, yang secara reguler bertemu pejabat-pejabat tinggi Israel dan menerima pasokan senjata dari AS melalui Israel untuk mempersenjatai milisinya demi memerangi bangsanya sendiri? Adakah seorang yang moderat berarti tokoh seperti Salam Fayyad, yang mengabdi selama 8 tahun di Bank Dunia dan 6 tahun di IMF serta berteman baik dengan Condoleezza Rice? Dan, adakah pula moderasi itu juga merujuk kepada figur seperti Mahmoud Abbas, yang menulis buku 600 halaman tentang Kesepakatan Oslo tanpa menuliskan secuil kata pun tentang “pendudukan” Israel?

Jika itu yang dimaksud Barat dan Israel sebagai moderat, tampaknya rakyat Palestina lebih menyukai para ‘ekstrimis’ ketimbang para moderat itu. Rakyat Palestina memilih Hamas bukan karena mereka menginginkan sebuah negara Islam. Mereka memilih Hamas karena lelah dengan Fatah yang korup dan lemah di hadapan Israel. Mereka memilih Hamas karena fitrah setiap bangsa terjajah di mana pun untuk tidak mendukung para kolaborator imperialis.

Kudeta Siapa?

Jika sebuah pemerintahan terpilih diboikot, diculik menteri-menterinya, dan rivalnya dipersenjatai kekuatan-kekuatan asing, lalu akan kita sebut apa ketika ia membela diri? Barat sekali lagi punya jawabannya yang ‘khas’: Hamas telah melakukan kudeta dengan ‘menguasai’ Gaza.

Mungkin benar bahwa Hamas bertindak di luar koridor hukum, tetapi apakah lantas tindakan Abbas membentuk ‘pemerintahan darurat’ dapat dibenarkan? Menurut Konstitusi Palestina, tindakan Abbas menunjuk perdana menteri baru, dan juga pembentukan ‘pemerintahan darurat’, adalah ilegal.

Pasal 45 dari konstitusi itu menyatakan bahwa presiden tidak berhak menunjuk seorang perdana menteri yang tidak merepresentasikan partai pemenang pemilu (Hamas). Pasal 67 dan 79 menyatakan bahwa perdana menteri dan kabinet yang baru hanya dapat diambil sumpahnya oleh Dewan Legislatif sedangkan Fayyad beserta kabinetnya disumpah oleh Abbas. Jika demikian, akan kita sebut apa kabinet Fayyad sementara konstitusi Palestina tidak memberi wewenang kepada presiden untuk menyatakan ‘kedaruratan’ tanpa penetapan Dewan Legislatif? Dan, atas dasar apa nantinya negara-negara lain berhubungan dengan ‘pemerintahan darurat’ ini? Sebuah problem besar ketika, pada saat yang sama, Ismail Haniyah tetap mengklaim haknya sebagai perdana menteri yang sah.

Sejatinya, ini bukanlah konflik sipil tetapi perlawanan bangsa terjajah menghadapi segelintir elit Fatah yang menggadaikan kedaulatan ke tangan kekuatan-kekuatan neo-imperialis.

Laporan pribadi terakhir mantan utusan PBB untuk Timur Tengah (End of Mission Report), Alvaro de Soto, secara eksplisit menyebutkan bahwa penyebab kekacauan di Palestina adalah ‘kegagalan’ AS mendorong Israel ke arah diplomasi. Bagi de Soto, prasyarat-prasyarat yang diajukan Israel, yang kemudian diamini AS, mustahil dipenuhi Palestina, dan ini menyebabkan jalan menuju negosiasi menjadi buntu. De Soto juga mengecam AS dan Uni Eropa yang menerapkan boikot finansial tanpa memikirkan lebih jauh nasib rakyat Palestina.

Sikap dan pendekatan negatif Israel terhadap Palestina, bahkan saat Fatah yang pragmatis itu berkuasa, semestinya menjelaskan kepada semua pihak bahwa solusi “dua-negara” hanyalah delusi yang diciptakan rezim Zionis untuk sekedar mengulur-ulur waktu (buying time) agar program ilegal kolonisasi dapat terus berlangsung demi mewujudkan nubuat-nubuat fasistik mereka.

Sayyid Hasan Nasrullah gagal diteror

Sayyid Hasan Nasrullah gagal diteror


http://infosyiah.wordpress.com

Sumber-sumber Lebanon membongkar konspirasi Mossad dan sebagian pejabat negara-negara Arab untuk melakukan aksi meneror Sayyid Hasan Nasrullah Sekjen Hizbullah.

Harian Alwathan cetakan Qatar menukil dari sumber-sumber yang dapat dipercaya di Lebanon pada hari Sabtu mengumumkan bahwa ada upaya untuk meneror Sayyid Hasan Nasrullah Sekjen Hizbullah. Dalam aksi ini, Mossad dibantu oleh sebagian pejabat intelijen negara-negara Arab seperti Muhammad Dahlan mantan ketua badan keamanan dan penasihat Abu Mozen ketua PLO dan Amir Bandar bin Sulthan mantan Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika.

Sumber-sumber ini menyebutkan bahwa Muhammad Dahlan dan Amir Bandar bin Sulthan bertugas untuk mengepung pusat-pusat militer Hizbullah di Lebanon Selatan.

Ali al-Jifal wartawan Irak yang bermukim di Syria dalam majalah mingguan Suri al-Madar dalam hal ini menulis: Dahlan dan Bandar secara berkesinambungan melakukan hubungan dengan CIA dan Mossad.

Monday, June 25, 2007

Anggota Parlemen Tolak Pernyataan Pemimpin Fatah Sudutkan Hamas

Anggota Parlemen Tolak Pernyataan Pemimpin Fatah Sudutkan Hamas
[ 25/06/2007 - 10:53 ]

http://www.palestine-info.com


Infopalestina-Gaza : Anggota Parlemen dari Fraksi Hamas, Yahya Musa dalam konfrensi persnya tadi pagi (25/6) menegaskan, tuduhan Azam Ahmad tidak perlu dijawab, karena pernyataannya penuh dengan kebohongan.

Musa mengatakan, pernyataan Azam Ahmad yang menyebutkan kerusakan yang timbul di Palestina akibat kepemimpinan Hamas adalah dusta. Ini adalah dagelan politik yang dipertontonkan pemimpin Fatah, AzamAhmad. Tidak ada bukti sedikitpun atas pernyataannya itu.

Ia menambahkan, rakyat kita paham betul, pernyataan tersebut mengada-ngada dan pemutar balikan fakta yang dibuat Azam Ahmad.

Dalam pada itu, aleg Hamas ini mengkritik KTT Kuartet Sharm El-Syaikh yang akan dihadiri oleh presiden Palestina Mahmud Abbas dan Ehud Olmert. Ia menyebutkan, Abbas telah membelakangi negaranya serta menghadapkan wajahnya ke Zionis dengan meminta senjata dan dana.

Musa mengingatkan mengalihkan masalah Tepi Barat dari masalah politik ke masalah pengungsi. Karena hal itu akan membuat rakyat Palestina dibawah bayang-bayang Israel dan akan kehilangan kehormatan nasionalnya. Dengan demikian bangsa Palestina tidak hidup dengan kelaparanya akan tetapi hidup dengan kemuliaanya, pengorbanan dan bertanggung jawab dalam situasi sulit seperti ini. (asy)

KTT Syarm Al-Syeikh Konspirasi Habisi Gerakan Perlawanan

KTT Syarm Al-Syeikh Konspirasi Habisi Gerakan Perlawanan
[ 25/06/2007 - 02:14 ]

http://www.palestine-info.com

Gaza – Infopalestina: Ahmad Abu Halabiah, anggota parlemen Palestina dari Fraksi Perubahan dan Reformasi dari gerakan Hamas menegaskan, KTT Syarm Syeikh adalah konspirasi atas masalah Palestina yang targetnya adalah menghabisi gerakan perlawanan.

Abu Habaliah menambahkan, sudah diketahui semua orang Israel tidak akan pernah memberikan apa-apa kepada pihak Palestina atau Mahmod Abbas apalagi ia dianggap sebagai lelaki lemah dan semua yang keluar di Syarm Syeikh hanya berupa dengungan media tanpa ada hasil di lapangan.

Ia menambahkan, pertemuan semacam ini adalah konspirasi atas kasus Palestina, rakyatnya, dan targetnya adalah membekuk perlawanan di sana. Dirinya yakin bahwa Amerika menekan agar KTT itu mendukung Abbas karena Jalur Gaza sudah dikuasai oleh Hamas.

Ia mengisyaratkan, tidak ada bedanya antara pertemuan ini dengan pertemuan sebelumnya di Syarm El-Syeikh. Semuanya bertujuan mempelajari bagaimana menghadapi semua perlawanan Palestina dan bukan hanya Hamas. Namun utamanya adalah gerakan ini. (atb)

Rahasia Koordinasi antara Arab dan Israel Hadapi Hamas


Rahasia Koordinasi antara Arab dan Israel Hadapi Hamas

[ 22/06/2007 - 12:29 ]

http://www.palestine-info.com

Shalih An-Naami

Harian Maarev edisi 20 Juni menyatakan, sejumlah negara Arab mengirim deleasi ke Tel Aviv untuk berunding dengan pemerintah koloni Israel soal mekanisme menghadapi perkembangan terkini di Palestina setelah Hamas menguasai Jalur Gaza. Ben Kasbit, reporter penting di harian ini menyatakan kepada harian yang sama edisi Senin pekan ini, peristiwa-peristiwa Gaza memberikan peluang kepada penciptaan hubungan strategi antara Israel dengan negara-negara Arab dan Islam moderat. Ia mengisyaratkan, hubungan itu semakin kuat dilakukan oleh pemimpin negara Arab secara rahasia dengan pimpinan Israel sejak Hamas menguasai Jalur Gaza. Dalam kontak rahasia itu tersimpulkan bahwa negara-negara Arab merasa dalam poros yang sama dengan Israel setelah Hamas menguasai Jalur Gaza.

Dalam konteks yang sama, Jerusalem Post Koran Israel edisi Inggris mengungkap, elit gerakan Fatah belakangan ini meminta kepada pemerintah untuk menghentikan operasi keamanan terhadap kader-kadernya di Tepi Barat untuk tujuan agar mereka bisa menekan aktifis dan pimpinan gerakan Hamas di wilayah yang sama. Harian mengisyaratkan, tuntutan Fatah ini disampaikan kepada Israel melalui pejabat Amerika dan Eropa ketika mereka bertemu pada beberapa pekan lalu. Meski harian ini tidak mengisyaratkan pemerintah Israel sudah merespon positif terhadap tuntutan Fatah ini. Namun mereka menyatakan bahwa aktifis Fatah bersenjata masih mengusir aktifis Hamas di wilayah yang dikuasai oleh Israel secara langsung di Tepi Barat yang disebut wilayah B dan C. Seorang pejabat tinggi di Fatah menyatakan kepada harian Jerusalem Post bahwa Israel harus membantu kami dalam membereskan Hamas di Tepi Barat.

Israel : Konsentrasi Dukung Abbas

Di sisi lain, kementerian luar negeri Israel Tsepi Livni menyataka, tujuan Israel pada saat ini terkonsentrasi mendukung presiden Mahmod Abbas dan mengisolasi Hamas disamping menghapus legalitas ril di Jalur Gaza setelah dikuasai Hamas. Kepada radio Israel edisi Senin, Tsepi Livni mengingatkan bahaya keberhasilan Hamas dalam mengegolkan proyeknya karena dinilai sebagai gerakan memiliki landasan ideology agama radikal. Israel menolak eksistensi Israel yang berkonsentrasi dengan keyakinan-keyakinan agama. Livni menilai, setelah Hamas menguasai Jalur Gaza maka memeranginya semakin mudah sebab dunia internasional lebih yakin bekerja mengisolasi Hamas dan mendukung Abu Mazen. Ia menambahkan, untuk berhasil sampai kepada kesepakatan antara Abbas dan kelompok Palestina moderat harus melalui sejumlah tahap untuk menjamin bahwa negara Palestina masa depan tidak akan berhaluan terorisme.

Harian Israel Haaretz edisi Senin lalu juga menyatakan, Olmert yang kini berkunjung ke Amerika dirinya komitmen dengan melanjutkan untuk memperkuat pasukannya di Tepi Barat untuk membendung peristiwa seperti di Jalur Gaza. Ia menambahkan, Abbas komitmen dengan langkah pasti menghadapi Hamas dan Israel akan bekerjasama dengan pemerintahan Palestina yang menuruti syarat Tim Kwartet.

Kontroversi Israel soal manfaat mendukung Abu Mazen

Namun di Israel masih ada kontroversi manfaat mendukung Abu Mazen dan gerakan Fatah dalam menghadapi Hamas setelah gerakan terakhir ini mampu menguasai Jalur Gaza. Kontroversi ini muncul setelah PM Israel, Ehud Olmert ingin mencairkan pajak milik Palestina kepada Abu Mazen yang ditahanan Israel. Dalam editorial harian Israel Haaretz disebutkan, langkah Olmert bisa didukung dalam hal ini sebab Abu Mazen dianggap sebagai pemimpin Palestina satu-satunya yang memungkinkan buat Israel untuk melakukan kesepakatan-kesepakatan. Bahkan dalam rangka ini Israel harus memberikan bantuan ekonomi, memberikan harapan politik hakiki, menjamin pembekuan permukiman Yahudi, membekukan permukiman yang tidak disiplin. Namun harian in mengingatkan bahwa Israel melakukan kesalahan besar usai kemenangan Hamas dalam pemilu sebab politik yang dianut Israel terhadap Hamas justru makin memantapkan posisi dan popularitas Hamas di mata rakyat Palestina.

Di sisi lain, pemimpin Likud menyatakan bahwa percuma berharap kepada Abu Mazen karena ia pemimpin yang lemah. Netenyahu menilai, harus ada koordinasi dengan Amerika, Mesir, Jordania dalam membatasi bahaya penguasaan Hamas terhadap Jalur Gaza. Sementara Sever Boltsker, pengamat politik di Yediot Aharonot menilai langkah Israel mendukung Abu Mazen adalah ilusi pribadi. Ia menambahkan, Israel melakukan kesalahan besar ketika mendukung Fatah di Tepi Barat sebab ia gerakan lapuk.

Orientalis Dr. Ja Bachor menyatakan, keberadaan Israel di Tepi Barat memberikan kehidupan kepada gerakan nasional Palestina, jika kita keluar dari sana maka sudah selesai masalah Palestina dan kelompok Islam akan menguasai Tepi Barat juga. Menurutnya, ini adalah satu-satunya dalam sejarah yang pernah terjadi. (atb)

Hamas menguasai bangunan pusat intelijen Abu Mozen

Hamas menguasai bangunan pusat intelijen Abu Mozen

http://infosyiah.wordpress.com

Sumber-sumber berita zionis mengakui bahwa penyitaan data-data dari pusat intelijen Palestina di Gaza oleh Hamas merupakan bencana terbesar bagi Mossad di abad ini yang tidak pernah terjadi dalam sejarah.

Sumber berita ini mengatakan bahwa begitu besarnya bencana itu sehingga melebihi kejadian ketika penguasaan intelijen nazi setelah perang dunia kedua dan intelijen partai komunis di Jerman timur pada dekade 90.

Menurut sumber ini, data-data yang jatuh ke tangan Hamas untuk Hamas sendiri dan kemudian untuk Iran dan Syria menunjukkan berbagai aksi intelijen Mossad dan beberapa servis intelijen negara-negara Barat. Sebagian dari data itu terkait dengan beberapa nama dari utusan rahasia dan sebagian tokoh-tokoh Israel yang berhubungan dan bekerja sama dengan orang-orang Palestina.

Sebuah sumber rezim Zionis menyebutkan bahwa data-data yang tersimpan di gedung intelijen Abu Mozen dan Dahan di Gaza yang jatuh ke tangan Hamas sangat berbahaya dan rahasia dibandingkan data-data yang ditinggalkan Saddam Husein di perang tahun 2003. Data yang ditinggalkan Saddam menunjukkan bahwa Saddam Husein hanyalah boneka tidak lebih.

Sumber ini menegaskan, data-data yang didapatkan Hamas dari pusat intelijen Abu Mozen bak bom waktu yang disiapkan oleh Hamas, Syria, Iran dan Hizbullah yang akan dimanfaatkan sewaktu-waktu.[infosyiah]

Kecerdikan Hamas kecemasan Barat

Kecerdikan Hamas kecemasan Barat

http://infosyiah.wordpress.com/2007/06/20/kecerdikan-hamas-kecemasan-barat/#more-840

Saleh Lapadi

Pada bulan Januari tahun 2006 Hamas dalam pemilihan anggota Dewan Legislatif Palestina memenangkan mayoritas kursi yang disediakan. Dari 132 kursi yang diperebutkan Hamas berhasil merebut 76 kursi. Kemenangan ini akibat keikutsertaan Hamas dalam pemilu setelah pada tahun 1996 mereka melakukan boikot terhadap pemilihan. Di samping itu kemenangan mereka diakibatkan penurunan drastis popularitas Fatah setelah dinilai korup dan tak mampu mengurusi Palestina. Kemenangan Hamas dilakukan dalam pemilihan umum yang bersih dan diawasi oleh negara-negara asing.

Dalam sistem politik Palestina, Perdana Menteri dipilih oleh Presiden Otoritas Nasional Palestina dan bukan dipilih oleh Dewan Legislatif Palestina atau tidak juga dipilih secara langsung oleh rakyat. Meskipun begitu, sang perdana menteri masih umumnya mewakili koalisi mayoritas di parlemen. Dan pada tanggal 29 Maret 2006 Ismail Haniyeh terpilih menjadi Perdana Menteri Palestina sampai Presiden Otoritas Nasional Palestina Mahmud Abbas pada tanggal 14 Juni 2007 membubarkan pemerintah koalisi Hamas-Fatah dan mengangkat Salam Fayyad sebagai Perdana Menteri yang baru.

Kemenangan Hamas dalam pemilihan anggota Dewan Legislatif yang berujung pada pengangkatan Ismail Haniyeh sebagai Perdana Menteri memunculkan kecemasan bagi Israel, Barat dan negara-negara Arab pro perdamaian Arab Israel. Sejak awal membentuk kabinetnya Ismail Haniyeh mengumumkan tidak mengakui secara resmi keberadaan negara Israel. Hal itu membuat negara-negara Barat menghentikan bantuan kepada Palestina. Hanya keteguhan hari rakyat Palestina yang benci dengan sikap Israel selama ini yang memberi semangat kepada pemerintahan Haniyeh.

Konflik Hamas dan Fatah

Konflik yang terjadi selama ini antara Hamas dan Fatah merupakan sebuah miniatur dari tarik-menarik antara kekuatan-kekuatan yang ingin melakukan perdamaian dengan Israel dan kekuatan-kekuatan yang menganggap hanya perjuangan yang dapat membebaskan rakyat Palestina dari kebiadaban Israel. Fatah mewakili kelompok pro perdamaian dengan Israel dan Hamas mewakili kelompok yang kontra perdamaian dengan Israel. Rakyat Palestina sendiri telah muak dengan berbagai macam perundingan yang dilakukan dengan Israel, karena ujung-ujungnya Israel tidak pernah menghormati hasil-hasil perundingan itu. Setiap kali perjanjian gencatan senjata ditandatangani, Israel adalah pihak pertama yang melanggar perjanjian itu. Itulah mengapa rakyat Israel memilih dan mendukung Hamas yang memperhatikan mereka dan benar-benar berjuang bagi rakyat Palestina.

Di satu sisi, Hamas yang secara sah memerintah di Palestina diboikot oleh negara-negara Barat dan sebagian negara-negara Arab yang menghentikan bantuannya, bantuan dana tetap mengucur untuk Fatah. Tidak itu saja dalam ketegangan yang semakin memuncak, Fatah mendapat kiriman senjata beberapa truk lewat Mesir. Hamas berhasil menghentikan sebuah truk yang membawa senjata dan beberapa truk yang lain berhasil lolos dan sampai ke tangan Fatah.

Perundingan Mekkah dan Kabinet Persatuan

Konflik antar Fatah dan Hamas semakin meruncing. Korban yang jatuh di kedua belah pihak semakin besar. Raja Abdullah dari Arab Saudi kemudian mengusulkan sebuah perundingan di Mekkah. Ismail Haniyeh dan Mahmud Abbas menyetujui untuk menghentikan konflik yang terjadi. Raja Abdullah memanfaatkan Mekkah sebagai kiblat kaum muslimin dan simbol persatuan untuk mendamaikan kedua kelompok yang berselisih.

Sebenarnya, dalam masalah ini, usulan Raja Abdullah merupakan pengkhianatan atas suara rakyat Palestina yang telah diberikan kepada Hamas dalam pemilihan yang jujur, bebas dan rahasia. Raja Abdullah, negara-negara Arab bahkan Barat tidak pernah menyetujui pemilihan demokratis yang terjadi di Palestina. Demokrasi bagi Barat biasanya dinyanyikan dengan mengatakan bahwa sebuah pemilihan harus berlandaskan suara terbanyak. Bila sudah terpenuhi mereka akan menambahkan lagi bahwa harus ada persaingan. Bila ini juga sudah terpenuhi, biasanya mereka menambahkan alasan lain, harus ada kebebasan yang menjamin bahwa pemilihan umum itu sebagai manifestasi sebuah demokrasi. Terakhir, bila hal ini juga sudah dipenuhi, mereka akan mengatakan bahwa kelompok pemenang memiliki ideologi yang menyimpang. Seluruh syarat-syarat sebelumnya telah dipenuhi oleh Hamas, tapi mereka masih punya satu alasan pamungkas. Hamas memiliki ideologi menyimpang. Untuk itu Hamas dimasukkan dalam kelompok teroris. Padahal, kesalahan Hamas hanya satu tidak mengakui Israel dan meyakini jalan perjuangan yang dapat membebaskan mereka dari Israel

Ismail Haniyeh secara cerdik menerima usulan Raja Abdullah dan menerima upayanya sebagai pihak penengah konflik Hamas-Fatah ini. Mahmud Abbas lebih antusias menuju Mekkah, karena itu berarti dalam tawar-menawar ini, Fatah akan mendapat jatah kue kekuasaan. Dan akhirnya memang demikian. Dalam perundingan itu disetujui untuk membentuk “Kabinet Persatuan”.

Mahmud Abbas merasa memang dengan upayanya yang tersalurkan dalam perundingan Mekkah. Namun, ternyata ia dan Raja Abdullah salah perhitungan. Karena ternyata yang paling banyak diuntungkan adalah Hamas. Secara politis, pemerintah yang dipimpinnya mau tidak mau harus diakui oleh dunia internasional, terutama kelompok kuartet; sebutan bagi kelompok Uni Eropa, Amerika, Rusia dan PBB, karena mengikutsertakan Fatah dan menteri dari kelompok netral.

Sementara itu Mahmud Abbas yang merasa gembira beberapa kabinet Palestina berasal dari orang-orangnya secara sesumbar langsung mengeluarkan pernyataan bahwa Kabinet Persatuan ini akan mengakui Israel, namun Ismail Haniyeh segera menepis isu itu. Ternyata, tidak saja ia harus menerima Hamas dan menyetujui langkah-langkah Hamas setelah Fatah mendapat kursi di kabinet Haniyeh, pernyataan Ismail Haniyeh bahwa Kabinet Persatuan juga tidak menerima Israel, membuat ia menjadi salah tingkah; baik menghadapi Hamas karena terikat perjanjian dan menghadapi Israel karena pro perdamaian Palestina Israel.

Berbeda dengan permasalahan Mahmud Abbas, kesediaan Arab Saudi menjadi pihak ketiga dalam upaya menyelesaikan konflik Hamas dan Fatah, Arab Saudi yang merasa berjasa, mau tidak mau secara finansial harus membantu kabinet Ismail Haniyeh. Dan secara politis, ketika muncul lagi konflik, Hamas tidak sendirian tapi di belakangnya ada Arab Saudi.

Sampai di sini, game yang coba dimainkan oleh Arab Saudi dalam perundingan Mekkah sebenarnya dimenangkan oleh Hamas berkat kecerdikan Ismail Haniyeh.

Usulan gencatan senjata yang ditolak

Setelah terbentuknya Kabinet Persatuan, sekali lagi terjadi pelecehan demokrasi oleh Barat. Hubungan mereka dengan pemerintah Palestina dilakukan dengan mengontak menteri-menteri dari kelompok netral. Upaya mereka ini dalam rangka memarginalkan Hamas. Namun, ini juga jelas menjadi kemenangan Hamas, karena tetap saja hubungan itu masih dalam kontrolnya. Dengan memiliki Kabinet Persatuan, upaya mengontrol kelompok-kelompok oposisi lebih baik.

Israel meradang dan tidak mampu melihat kemenangan berturut-turut dalam diplomasi dan kebijakan Hamas. Mereka kemudian melakukan serangan militer yang lebih hebat terhadap rakyat Palestina. Namun, sebagaimana biasanya tindakan teror mereka ditujukan kepada tokoh-tokoh Hamas. Tidak urung Ismail Haniyeh menjadi sasaran bahkan rumahnya menjadi sasaran tembak rudal Israel. Semakin berkurangnya jumlah korban dari tokoh-tokoh Hamas menandakan bahwa kemampuan Hamas baik dari sisi militer dan intelijen semakin baik. Apa lagi mereka menguasai jalur Gaza yang berada di luar pendudukan Israel. Ini membuat mereka dengan mudah merencanakan serangan balik ke pemukiman Yahudi.

Mengikuti taktik yang dilakukan oleh Hizbullah, Hamas lewat Brigade al-Qassam menembakkan rudal-rudal ke arah pemukiman Yahudi. Rudal-rudal yang sebagian besarnya dibuat sendiri. Perang bertahun-tahun dengan Israel membuat Brigade ini semakin dewasa. Tentu saja Israel dibuat repot karena ketakutan yang melanda pemukiman Yahudi.

Menyaksikan hal ini, kembali lagi Mahmud Abbas sebagai corong Israel meminta kepada Hamas untuk melakukan gencatan senjata. Namun, ini ditolak oleh Hamas. Bila harus melakukan gencatan senjata, maka yang harus memulainya adalah Israel dan bukan Hamas. Hamas hanya melakukan serangan balasan demi membela dirinya dan rakyat Palestina yang dibantai oleh Israel, begitu pembelaan Hamas.

Rupanya ini tidak bisa diterima oleh Mahmud Abbas. Maka dimulai lagi konflik babak kedua Hamas-Fatah yang memakan korban lebih banyak dari konflik pertama. Konflik ini dimulai dengan tekanan hebat Fatah yang diarahkan kepada Menteri Dalam Negeri yang kemudian berakhir dengan pengunduran dirinya. Ismail Haniyeh untuk sementara waktu merangkap jabatan sebagai Menteri Dalam Negeri.

Fatah memulai konflik ini dengan menyerang gedung-gedung milik Hamas, bahkan tempat tinggal Ismail Haniyeh tidak luput dari sasaran. Aksi-aksi Fatah ini berusaha menutup-nutupi siapa sebenarnya musuh rakyat Palestina. Ditambah lagi orang-orang seperti Mahmud Hilali salah seorang anggota Fatah yang punya hubungan dekat dengan Israel berusaha memperluas kawasan konflik. Sebelumnya, ia pernah membuat kamp perlawanan menentang Yasir Arafat.

Hamas tidak bisa berdiam diri melihat apa yang dilakukan oleh Fatah dan anggota-anggotanya. Para pelaku kerusuhan ditangkapi dan dijebloskan ke dalam penjara. Pemerintah yang dipimpin oleh Hamas hampir berhasil menangkap semua anggota Fatah yang bersenjata. Mahmud Abbas yang sejak semula menanti reaksi Hamas yang seperti ini dan sekaligus melanggar perundingan Mekkah, ia membubarkan Kabinet Persatuan yang dipimpin oleh Ismail Haniyeh. Ia kemudian mengangkat Sallam Fayyad untuk membentuk pemerintahan darurat tanpa perlu dukungan parlemen yang dikuasai 75 persen kursi yang ada.

Siapa Salim Fayyad?

Israel menganggap Salim Fayyad sebagai Perdana Menteri yang paling tepat. Fayyad sejak intifadhah pertama dari sekitar tahun 1987 hingga tahun 1995 bekerja di Bank Dunia. Dari Tahun 1995 sampai tahun 2001 ia menjadi wakil PLO di IMF. Dari tahun 2002 hingga 2005 ia menjadi Menteri Keuangan PLO. Setelah kemenangan Hamas, ia tidak dipakai dan diangkat kembali setelah terbentuknya Kabinet Persatuan.

Mahmud Abbas dengan mengangkat Fayyad dapat meraih beberapa tujuan yang diinginkannya. Dari satu sisi, ia akan membawa rakyat Palestina untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan Israel. Dan dari sisi lain, ia mengharapkan Uni Eropa, Bank Dunia dan IMF dapat bekerja sama dengan pemerintah Palestina. Di samping itu, ia berhasil mengamankan kecemasan negara-negara Arab yang selama ini menginginkan perdamaian dengan Israel. Itulah mengapa ketika Mahmud Abbas membubarkan Kabinet Persatuan dan mengangkat Salim Fayyad, Persatuan Negara-negara Arab langsung mengadakan pertemuan darurat untuk membicarakan masalah ini dan relatif mereka semua menerima keputusan Mahmud Abbas.

Beberapa hari lalu, menteri-menteri luar negeri Arab mengeluarkan pernyataan agar Hamas menghormati Mahmud Abbas sebagai presiden dan pemimpin tertinggi di Palestina. Mereka memakai kata pemimpin tertinggi Palestina ditujukan kepada Mahmud Abbas, karena sepeninggal Yasir Arafat, tidak ada pribadi yang dapat mengisi kekosongan kharismatik Yasir Arafat, tidak juga Mahmud Abbas. Bahkan, mayoritas rakyat Palestina tidak mengakuinya.

Uni Eropa, Amerika bahkan Israel tanpa menunggu lebih lama langsung mendukung keputusan Mahmud Abbas. Amerika bahkan telah mengucurkan dana untuk Kabinet yang dibentuk oleh Salim Fayyad. Tidak kurang PBB memberikan dukungan secara penuh kepada keputusan Mahmud Abbas.

Dalam menyikapi keputusan Mahmud Abbas ini, negara-negara seperti Rusia, Afrika Selatan, Arab Saudi dan Sekjen Persatuan Negara-negara Arab mengambil sikap yang agak berbeda. Rusia mengembalikan masalah pada perundingan Mekkah, Afrika Selatan dengan bahasa yang agak mirip meminta kelompok-kelompok yang bertikai kembali pada Kabinet Persatuan, sementara Saud al-Faishal menunjukkan sikap tidak setujunya terhadap sikap yang diambil oleh Mahmud Abbas. Ia masih mendukung pemerintah yang dibentuk setelah perundingan Mekkah. Amr Musa sendiri mengecam pertikaian yang terjadi dan mengajak kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Kecemasan Israel dan Amerika

Sekalipun rencana pembubaran Kabinet Persatuan yang diumumkan oleh Mahmud Abbas oleh New York Times hasil dari usulan dan dorongan Bush, Menteri Pertahanan Amerika mengatakan bahwa ikut campur Amerika dalam konflik ini akan merusak apa yang telah dicapai. Pencitraan yang dilakukan oleh pertemuan negara-negara Arab, Amerika, Israel dan Uni Eropa menguntungkan Fatah dan melemahkan posisi Hamas. Padahal, kenyataannya tidak demikian.

Jalur Gaza adalah satu-satunya daerah yang bebas dari pendudukan Israel dan saat ini dikuasai oleh Hamas dan pemerintah yang lahir dari kemenangan mereka di parlemen. Sementara itu, Mahmud Abbas dan pemerintah yang ditunjuknya, Salim Fayyad berdiam di kawasan yang diduduki oleh Israel, Tepi Sungai Yordan.

Bila kembali mengamati tujuan Hamas ketika memutuskan untuk mengikuti pemilihan umum adalah mendapatkan sejengkal tanah untuk menjadi basis perjuangan mereka melawan Israel dan bukan berkuasa dan mendirikan pemerintahan, maka mereka telah mencapai tujuan itu dan menang. Memiliki negara dan berkuasa bersanding dengan Israel tidak pernah ada dalam kamus Hamas bahkan secara politis mereka tidak percaya itu. Dan dalam masalah ini Mahmud Abbas dan Fatah bukan rivalnya. Sejak awal ketika Hamas memenangkan pemilu dan menguasai jalur Gaza, Mahmud Abbas dan Fatah telah menjadi pecundang.

Dengan perhitungan ini, sekalipun Amerika dan Israel berusaha keras untuk mendukung Fatah dan Mahmud Abbas lewat publikasi media besar-besaran sebagai pengganti Hamas, namun kecemasan itu tetap ada karena Hamas masih menguasai Jalur Gaza. Koran Yedioth Ahronoth menukil ucapan Perdana Menteri Israel Olmert yang mengatakan bahwa kemenangan Hamas atas Fatah mengingatkannya akan kekalahan pasukan Israel setelah keluar dari Lebanon Selatan.

Salah seorang senator garis keras Amerika dengan mengejek aksi yang dilakukan oleh Mahmud Abbas mengatakan, “Mahmud Abbas mengumumkan pembentukan pemerintahannya ketika Hamas telah menguasai Jalur Gaza.

Sebagian orang masih memberikan harapan dengan kosongnya Jalur Gaza dari anggota Fatah dengan mendirikan pemerintah di Tepi Sungai Yordan, akan memberikan kesempatan kepada Israel untuk yang kedua kalinya menduduki Jalur Gaza. Atau Jalur Gaza akan diserang habis-habisan oleh militer Israel. Dalam hal ini, analisa ini terlalu menganggap remeh kekuatan Hamas. Selama ini Tentara Israel selalu mengingat Jalur Gaza sebagai neraka bagi anggotanya dan mereka tidak akan kembali ke Jalur Gaza. Serangan udara yang diarahkan ke Gaza bukanlah hal baru bagi Hamas sehingga akan menghasilkan sebuah perubahan. Israel tahu benar bahwa serangan udara mereka memberikan kesempatan luas kepada Hamas untuk menembakkan rudal-rudal mereka ke pemukiman Yahudi.

Sebagian lain menganggap Gaza yang berbatasan dengan Mesir dengan kebijakan Hosni Mubarak di satu sisi dan di sisi lain berdampingan dengan Tepi Barat Sungai Yordan yang didukung oleh Mahmud Abbas akan menjadikan Gaza sebagai kekalahan dan kuburan Hamas. Harus dikatakan bahwa Mesir dan Yordania sejak lama punya kebijakan yang seperti ini dan sampai sekarang mereka belum mampu menghentikan Hamas atau sekurang-kurangnya dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh Fatah.

Penutup

Taktik yang selama ini dipakai oleh Hamas dalam menghadapi Israel adalah strategi yang selama ini diterapkan oleh Hizbullah. Dan itu tentunya setelah mereka sampai pada kesimpulan bahwa untuk meraih kemenangan perundingan bukan jalan yang terbaik. Apa lagi Israel adalah pihak pertama yang lebih dulu melanggar perjanjian.

Untuk itu, Hamas mengikuti pemilihan umum dan setelah menang mereka menguasai daerah Gaza sebagai basis perjuangan mereka. Ikut sertanya Hamas dalam pemilu tidak dengan harapan menjadi penguasa, tapi seperti yang dilakukan oleh Hizbullah, mereka berharap mendapat pengakuan dan sejengkal tanah untuk dapat berjuang melawan Israel dan membebaskan rakyat Palestina dari cengkeraman kejahatan Israel.

Taktik perangnya pun mengikuti model Hizbullah dalam membalas serangan dan aksi teror yang dilakukan oleh militer Israel. Brigade al-Qassam saya militer Hamas telah mampu memproduksi sendiri rudal-rudal yang bakal ditembakkan ke pemukiman Yahudi sebagai upaya bela diri atas serangan dan aksi teror Israel.

Ketika Hizbullah tak terkalahkan karena didukung penuh oleh rakyat Lebanon, saat ini Hamas mendapat dukungan dari hampir seluruh rakyat Palestina. Mereka menganggap hanya Hamas yang benar-benar memperhatikan keadaan mereka. Dan perlindungan maksimal Hamas selalu ditunjukkannya dengan membalas setiap serangan yang dilakukan oleh militer Israel.

Qom, 20 Juni 2007

Hamas Ungkap Kerjasama Fatah dengan Mossad dan CIA

Hamas Ungkap Kerjasama Fatah dengan Mossad dan CIA


http://indonesian.irib.ir/khabar/b13.htm

Gerakan Perjuangan Palestina Hamas mengungkap kerjasama kelompok Fatah dengan Badan Inteljen Rezim Zionis (Mossad) dan AS ( CIA). Koran Al–Mesrioun, edisi hari ini terbitan Kairo menulis, "Berdasarkan dokumen yang disampaikan Hamas kepada para pejabat Mesir, Mohammad Dahlan dan Rashid Abu Shabak, para petinggi kelompok Fatah, bekerjasama dengan Mossad dan CIA untuk melakukan berbagai aktifitas anti Mesir, dan menggelapkan narkoba serta menyebarkan ratusan ribu USD palsu di negara ini.

Sumber itu, yang mengutip dari para pejabat terkait, menulis, Dahlan yang menjabat sebagai Penasehat Keamanan Nasional Otorita Palestina dan Abu Shabak, mantan Ketua Badan Keamanan Dalam Negeri Palestina, terbukti menjalin hubungan intensif dengan Mossad. Disebutkan pula, keduanya berkoordinasi dengan Mossad untuk meneror para petinggi Hamas seperti Abdul Aziz Rantisi dan Sheikh Ahmad Yasin. Hamas menemukan dukomen ini berikut ribuan data rahasia lainnya di berbagai markas Fatah di Gaza.

Monday, June 18, 2007

Sayyid Hasan Nasrullah: Senjata hakiki adalah akidah

Sayyid Hasan Nasrullah: Senjata hakiki adalah akidah

http://infosyiah.wordpress.com/2007/02/25

Sayyid Hasan Nasrullah: Senjata hakiki adalah akidah

Hizbullah Lebanon memperingati hari syahadah Abbas Musawi, sekjen Hizbullah yang dibom oleh Israel. Ia syahid bersama keluarganya dalam mobil yang membawa mereka. Dalam peringatan itu, tampil Sayyid Hasan Nasrullah sebagai pembicara. Sayyid Hasan Nasrullah berkata: “Ironis sekali, perang terakhir antara rezim Israel dengan Lebanon adalah perang pertama terhadap negara Arab yang dibantu oleh sebagian negara Arab”.

Ia menambahkan: “Faktor paling penting kekuatan Hizbullah terletak pada kerahasiaannya. Israel tidak memiliki kemampuan untuk mengetahuinya. Namun, urusannya tidak hanya senjata, karena yang lebih penting lagi adalah keteguhan dalam berjuang menghadapi musuh”.

Menurut Sayyid Hasan Nasrullah: “senjata hakiki adalah akidah. Keyakinan itulah yang membuat seseorang siap mengorbankan jiwa dan raganya”.

Tentara Israel-Hamas Baku Tembak di Selatan Ghaza

Tentara Israel-Hamas Baku Tembak di Selatan Ghaza

Sabtu, 9 Jun 07 15:50 WIB

http://www.eramuslim.com

Pasukan Israel kembali masuk ke selatan jalur Ghaza dan terlibat baku tembak dengan sayap militer Hamas di wilayah itu. Juru bicara militer Israel menyatakan, dalam serangan tersebut mereka mengerahkan tank-tank dan unit-unit infanterinya menuju kota Rafah.

"Tentara kami ditembaki. Mereka membalasnya dan berhasil menembak satu orang bersenjata, " ujar jubir militer Israel. Hamas membenarkan adanya pertempuran itu, namun tidak menyebutkan ada korban yang jatuh.

Sementara itu, di kota Hebron, Tepi Barat, tentara Israel kembali menembak seorang remaja Palestina berumur 17 tahun hingga tewas. Warga di kota itu mengungkapkan, tentara Israel menembak dua orang anak muda, padahal kedua pemuda tersebut hanya warga sipil biasa dan bukan anggota faksi pejuang Palestina manapun.

Sedangkan keterangan versi Israel menyebutkan bahwa tentara Israel menembak dua pemuda itu karena keberadaan orang bersenjata di wilayah tersebut merupakan acaman yang harus segera diantisipasi.

Di Jalur Ghaza, sejumlah pekerja medis di Rumah Sakit Ghaza sempat mogok kerja selama beberapa jam pada Sabtu (9/6), sebagai bentuk protes atas penculikan seorang dokter yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Palestina.

Fayez al-Barrawi, seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit Beit Hanoun, utara Ghaza yang juga pendukung Hamas, ditutup matanya, diborgol kemudian dibuang di jalan. Hamas menuding kelompok pejuang Fatah yang telah melakukan tindakan keji itu. Peristiwa penculikan terhadap seorang dokter, baru kali ini terjadi meski di tengah pertemupran, paramedis dan ambulan sudah biasa menjadi sasaran tembakan. (ln/aljz)

Hamas: Kami Tak Berniat Membuat Pemerintahan di Ghaza

Hamas: Kami Tak Berniat Membuat Pemerintahan di Ghaza

Jumat, 15 Jun 07 09:44 WIB

http://www.eramuslim.com

Hamas tidak memiliki obsesi untuk menguasai Ghaza. Itu pernyataan yang ditandaskan oleh salah satu organisasi terbesar di Palestina, yang saat ini menguasai kota Ghaza termasuk infrastruktur kepresidenan yang sebelumnya diduduki Fatah.

Hamas menegaskan bahwa penguasaannya di sejumlah pos keamanan Ghaza hanya memiliki dimensi keamanan saja, tidak ada kaitannya dengan merebut dan mencapai kekuasaan di Ghaza.

Hamas mengeluarkan pernyataan ini, menyusul berkembangnya anggapan bahwa Hamas akan memegang kendali pemerintahan di Ghaza, sementara Fatah di Tepi Barat. Sejumlah pengamat memandang Hamas akan membentuk negara kecil yang mereka kendalikan di Ghaza.

Seperti diberitakan, Batalyon Izzuddin Al-Qassam sayap militer Hamas hari Kamis (14/6), memang sudah menguasai keamanan secara dominan di Ghaza. Termasuk kantor pusat komando pengamanan presiden di kota tersebut, yang sebelumnya menjadi markas para pendukung Muhammad Dahlan, pimpinan Fatah yang ingin mendongkel Hamas dari pemerintahan Palestina. Hamas juga menduduki kantor pusat intelejen setelah pertikaian selama dua hari berlangsung sengit dan menjatuhkan korban sebanyak 35 orang.

Menurut Sami Abu Zuhri, jubir resmi Hamas, “Penguasaan Al-Qassam di Ghaza tidak memiliki orientasi politik kekuasaan, dan tidak dimaksudkan untuk menjalani pemerintahan di Ghaza.”

Ia menambahkan, “Hamas tidak ingin memaksakan realitas politik yang baru. Penguasaan kami di Ghaza adalah langkah yang hanya berdimensi keamanan belaka di mana sebelumnya telah terjadi banyak kejahatan yang dilakukan sekelompok orang dari sayap keamanan dan pemerintah tidak berhasil mengendalikannya.”

Selain itu, Sami juga menegaskan bahwa Hamas takkan mengizinkan kondisi kemarin berulang kembali. (na-str/iol)

Hamas: Mereka yang Dibantu AS dan Israel Dianggap Musuh

Hamas: Mereka yang Dibantu AS dan Israel Dianggap Musuh

http://www.eramuslim.com

Selasa, 12 Jun 07 17:22 WIB

Situs-situs milik Hamas memberitakan pernyataan anggota parlemen Hamas Yunus Al-Asthal, yang menyarankan agar tak membeda-bedakan antara 'para pembunuh' dari Fatah dengan Yahudi.

Sementara Harian Libanon Al-Akhbaar, Selasa (12/6), mengutip pernyataan Al-Asthal yang menilai Mahmud Abbas dan orang-orangnya sebagai kelompok yang telah kehilangan legalitas dari rakyat. Pasalnya, tambah A-Asthal, kelompok itu tak mau juga mengakui hasil pemilu legislatif paling demokratis yang terkahir kali dijalani Palestina.

"Karena itu, mereka tak mewakili siapa-siapa kecuali diri mereka sendiri. Jika mereka tak segera bertaubat dan kembali ke jalan yang benar, maka bagi mereka balasan yang sulit di dunia dan akhirat, " ancam Al-Asthal.

Lebih lanjut dikatakan Al-Asthal bahwa, mereka yang menerima bantuan dana dari penjajah Israel dan AS, maka mereka tak ada bedanya dengan Israel. "Mereka harus diperangi tanpa dibeda-bedakan, sampai kami bisa yakin menang atas musuh, atau sampai kelompok pembangkang itu kembali (sadar), " tutur dia.

Sementara kantor perdana menteri Palestina memberikan keterangan bahwa sebuah granat RPG, Selasa (12/6) pagi, diluncurkan ke arah rumah Haniyyah di Mukhayyam Shati. Akibatnya, ujar kantor itu, kerugian fisik tak bisa dihindarkan, namun tak menelan korban jiwa.

"Kerusakan menimpa rumah Haniyyah tak lama setelah granat itu mengarah ke rumahnya. Haniyyah saat itu sedang tak ada di rumah, " ujar sumber itu.(ilyas/alrb)

Usaha Mengobarkan Perang Saudara di Lebanon

Usaha Mengobarkan Perang Saudara di Lebanon

http://indonesian.irib.ir/khabar/lintasdua.htm

Hizbullah Lebanon menuduh pemerintahan Siniora mengambil langkah yang akan semakin meningkatkan krisis politik dengan rencananya menggelar pemilu jeda Parlemen. Ahad 17 Juni, Hasan Fadlullah, Anggota Fraksi Hizbullah di Parlemen Lebanon, mengatakan bahwa sayap penguasa bukannya mencari jalan penyelesaian krisis Lebanon, tapi justru mengarahkan negara ini menuju perang saudara.

Baru-baru ini, pemerintahan Siniora mengumumkan akan melaksanakan pemilu jeda pada tanggal 5 Agustus mendatang, untuk memilih pengganti dua anggota Parlemen yang diteror, yaitu Piere Gemayel, dan Walid Eido. Sementara itu, berdasarkan UUD Lebanon, pelaksanaan pemilu jeda harus mendapatkan restu dari Presiden. Padahal Emil Lahud, Presiden Lebanon, telah menyatakan menentang pelaksanaan pemilu ini. Akan tetapi partai penguasa Lebanon menyatakan akan tetap melaksanakannya meski tanpa restu Presiden.

Lagi-lagi menurut konstitusi (yaitu konstitusi Lebanon), sebenarnya pemerintahan Siniora yang kebarat-baratan, sejak tahun lalu, telah kehilangan legalitas hukumnya dengan mundurnya 6 menteri Syiah dan Kristen dari kabinet. Akan tetapi ia dan konco-konconya masih tetap bertahan di posisinya, berkat dukungan politik dan militer gedung putih. Rakyat, Presiden, Ketua Parlemen, dan 47 persen anggota Parlemen Lebanon, menutut perubahan pemerintahan Siniora dan pembentukan pemerintahan Persatuan Nasional. Akan tetapi kelompok penguasa, yang dikenal dengan nama kelompok 14 Maret, sebagai pendukung pemerintahan Siniora di Parlemen, tanpa memperdulikan tuntutan rakyat dan sebagian tokoh politik negara ini, bersikeras untuk mempertahankan pemerintahan yang ada saat ini, dengan harga berapa pun. Inilah inti krisis interen Lebanon, dimana Hizbullah telah memperingatkan bahaya terpecahnya negara ini, sebagai dampak krisis ini. Jelas sekali, bahwa setelah kekalahan militer rezim zionis dalam perang 33 hari di Lebanon, kini kawasan Timur Tengah menghadapi berbagai konspirasi AS dan rezim zionis.


Porak-porandanya stabilitas Lebanon dan meningkatnya kekacauan di Palestina pendudukan, hanya sebagian dari konspirasi yang mencuat di Timur Tengah. Sasaran asli segala macam konspirasi ini tak lain ialah gerakan-gerakan perlawanan di Lebanon dan Palestina yang telah membuat pasukan militer rezim zionis kalang kabut, dan akhirnya bertekuk lutut, menghadapi perjuangan gagah berani mereka. AS dan rezim zionis memberlakukan politik yang sama di Timur Tengah. Di Palestina, mereka membubarkan pemerintahan pilihan rakyat, dan mendukung pemerintahan ilegal yang mereka bentuk dengan semena-mena. Di Lebanon pun, mereka mempertahankan pemerintahan ilegal Siniora dan melancarkan berbagai konspirasi jahat. Semua itu membuktikan dengan jelas, bahwa Barat dan rezim zionis, sama sekali bukan pembela demokrasi dan suara rakyat, bahkan sebaliknya, mereka tak segan-segan menodai demokrasi, hak dan suara rakyat, demi mencapai kepentingan-kepentingan imperialistis mereka.

About Me

"aku kecil" tak memiliki apapun juga dihadapan "AKU BESAR". apa yang bisa disombongkan dari "aku kecil" ,padahal "aku kecil" adalah bentuk ketiadaan yang abadi. sedang "AKU BESAR", adalah keabadian itu sendiri.keabadian adalah KEADAAN MURNI" tanpa tersentuh sedikitpun oleh ketiadaan."aku kecil" adalah fakir, miskin, lemah, tak ada yang bisa diharapkan."AKU BESAR" telah membuat sepertinya "aku kecil" memiliki eksistensi, padahal eksistensi mutlak ada pada "AKU BESAR". "aku kecil" adalah aku sendiri,dzulfikar. !!! MAHA BESAR DAN SEMPURNA DIRIMU TUHAN !!!