Jul 04, 2007 at 07:53 AM
Oleh: Telaga Hikmah
"Pembukaan konferensi international "Pembelaan terhadap Intifadah" yang berlangsung pada hari selasa lalu disertai dengan pidato penting dari Pemimpin Revolusi Islam Iran Sayid Ali Khâmenei. Setelah Rahbar menyelesaikan pidatonya dan berjalan melewati ruangan konferensi, Sayid Hasan Nasrallah (pemimpin Hizbullah) berdiri dari tempatnya berjalan mendekati Rahbar dan mencium tangan beliau.
Pembukaan konferensi international "Pembelaan terhadap Intifadah" yang berlangsung pada hari selasa lalu disertai dengan pidato penting dari Pemimpin Revolusi Islam Iran Sayid Ali Khâmenei. Setelah Rahbar menyelesaikan pidatonya dan berjalan melewati ruangan konferensi, Sayid Hasan Nasrallah (pemimpin Hizbullah) berdiri dari tempatnya berjalan mendekati Rahbar dan mencium tangan beliau. Selanjutnya diikuti oleh Dr. Ramadan Abdullah (Pemimpin Jihad Islam Palestina) dan Khaled Masy'al (Ketua Urusan Politik Hamas) melakukan hal yang sama. Dalam peristiwa itu, para pejabat-pejabat lainnya juga berkesempatan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pemimpin revolusi.
Dua hari kemudian, saya pergi menemui Sayid Hasan Nasrallah dan berdialog dengan beliau. Apa yang membuat Sayid bersikap tawadhu dan mencium tangan Rahbar di tengah-tengah majlis resmi itu? Beliau berkata: "Saya sengaja melakukan -tentunya dengan segala ketulusan hati- hal ini, disebabkan karena tahun ini semua media dunia menjuluki saya sebagai "manusia teladan" dan di seluruh Negara Arab juga dikenal sebagai "pemimpin tersukses di dunia Arab". Akan tetapi di majlis penting ini yang dihadiri oleh para pemimpin gerakan islam dunia dan juga pakar-pakar politik negara-negara Islam serta disiarkan langsung media TV keseluruh pelosok dunia, saya melakukan hal ini untuk menunjukkan keseluruh penduduk dunia yang mengenal saya bahwa saya adalah prajurit Rahbar pemimpin tertinggi revolusi Islam Iran.
Sikap dan perbuatan Sayid Hasan Nasrallah ini menunjukkan ketinggian dan kemuliaan kedudukan Rahbar, Kemuliaan yang membuat pemimpin Hizbullah Libanon itu mencium tangan Rahbar dengan penuh keikhlasan dan itu dilakukan di tengah-tengah kalangan para pemimpin besar Arab. (Kisah dari: Hujjatul Islam dan Muslimin Masihi Muhajiri).[SN]
No comments:
Post a Comment