Usaha Mengobarkan Perang Saudara di Lebanon
http://indonesian.irib.ir/khabar/lintasdua.htmHizbullah Lebanon menuduh pemerintahan Siniora mengambil langkah yang akan semakin meningkatkan krisis politik dengan rencananya menggelar pemilu jeda Parlemen. Ahad 17 Juni, Hasan Fadlullah, Anggota Fraksi Hizbullah di Parlemen Lebanon, mengatakan bahwa sayap penguasa bukannya mencari jalan penyelesaian krisis Lebanon, tapi justru mengarahkan negara ini menuju perang saudara.
Baru-baru ini, pemerintahan Siniora mengumumkan akan melaksanakan pemilu jeda pada tanggal 5 Agustus mendatang, untuk memilih pengganti dua anggota Parlemen yang diteror, yaitu Piere Gemayel, dan Walid Eido. Sementara itu, berdasarkan UUD Lebanon, pelaksanaan pemilu jeda harus mendapatkan restu dari Presiden. Padahal Emil Lahud, Presiden Lebanon, telah menyatakan menentang pelaksanaan pemilu ini. Akan tetapi partai penguasa Lebanon menyatakan akan tetap melaksanakannya meski tanpa restu Presiden.
Lagi-lagi menurut konstitusi (yaitu konstitusi Lebanon), sebenarnya pemerintahan Siniora yang kebarat-baratan, sejak tahun lalu, telah kehilangan legalitas hukumnya dengan mundurnya 6 menteri Syiah dan Kristen dari kabinet. Akan tetapi ia dan konco-konconya masih tetap bertahan di posisinya, berkat dukungan politik dan militer gedung putih. Rakyat, Presiden, Ketua Parlemen, dan 47 persen anggota Parlemen Lebanon, menutut perubahan pemerintahan Siniora dan pembentukan pemerintahan Persatuan Nasional. Akan tetapi kelompok penguasa, yang dikenal dengan nama kelompok 14 Maret, sebagai pendukung pemerintahan Siniora di Parlemen, tanpa memperdulikan tuntutan rakyat dan sebagian tokoh politik negara ini, bersikeras untuk mempertahankan pemerintahan yang ada saat ini, dengan harga berapa pun. Inilah inti krisis interen Lebanon, dimana Hizbullah telah memperingatkan bahaya terpecahnya negara ini, sebagai dampak krisis ini. Jelas sekali, bahwa setelah kekalahan militer rezim zionis dalam perang 33 hari di Lebanon, kini kawasan Timur Tengah menghadapi berbagai konspirasi AS dan rezim zionis.
Porak-porandanya stabilitas Lebanon dan meningkatnya kekacauan di Palestina pendudukan, hanya sebagian dari konspirasi yang mencuat di Timur Tengah. Sasaran asli segala macam konspirasi ini tak lain ialah gerakan-gerakan perlawanan di Lebanon dan Palestina yang telah membuat pasukan militer rezim zionis kalang kabut, dan akhirnya bertekuk lutut, menghadapi perjuangan gagah berani mereka. AS dan rezim zionis memberlakukan politik yang sama di Timur Tengah. Di Palestina, mereka membubarkan pemerintahan pilihan rakyat, dan mendukung pemerintahan ilegal yang mereka bentuk dengan semena-mena. Di Lebanon pun, mereka mempertahankan pemerintahan ilegal Siniora dan melancarkan berbagai konspirasi jahat. Semua itu membuktikan dengan jelas, bahwa Barat dan rezim zionis, sama sekali bukan pembela demokrasi dan suara rakyat, bahkan sebaliknya, mereka tak segan-segan menodai demokrasi, hak dan suara rakyat, demi mencapai kepentingan-kepentingan imperialistis mereka.
No comments:
Post a Comment