Perang Tamuz (Juli 2006)
Zulfikar Qowi
Israel tidak memerlukan sesuatu penghalang untuk berkuasa dengan pengakuan dunia sejak tahun 1948, yang kesemunya tidak lepas dari propaganda mass media…..perang melawan negara dan kerajaan kerajaan Arab tahun 1948 hingga sampai pada perang akhir Juli (Tamuz) 2006, semuanya tidak lepas dari pengaruh mass media dan propagandanya yang disifati sebagai bukan perang internasional, politik dan militer, bukan pula “perang kontak militer” dan “perang-nyata” .
Tapi ternyata perang Juli 2006 telah kelaur dari politik zionis, sebagaimana berulang dikatakan zionis bahwa semua itu hanya untuk balasan kebebasan dua tawanan tentara zionis yang dilakukan dalam salah satu operasi kelompok muqawamah Libanon: dan sebagaimana yang disiarkan oleh alat propaganda zionis Israel sejak detik pertama dari serangan balik dari Hizbullah.
Hak ini tidak keluar dari jalur lama, hal yang sudah diprediksikan. Tapi satu kejuatan adalah satu kenyataan dimana terjadi pertahanan dan kemudian dukungan yang berkembang di medan Libanon yangmuncul dari masyarakat untuk Muqawamah, diluar dari keharapan untuk mengisolir Hizbullah dari masyarakat, sebagai telah dilihat hal tersebut sejak hari pertama serangan itu. Tragedi tragis terjadi pada pemerintah Libanon yang berlepas diri dari “aksi” Hizbullah dengan menolak bertanggung jawab atas akibatnya.
Yang menyakitkan lagi sebagai satu pukulan adalah apa yang dating dari negara Arab, terutama negara yang memiliki pengaruh disekitar jazitah Arab, dimana dengan cepat bersikap menyerang Hizbullah dan menuduh bahwa Hizbullah adalah penyebab perang ini dengan istilah “adventure”yang tidak diperhitungkan. Tidak ada satu ungkapan yang jelas sebagai reaksi dikelaur oleh mereka terhadapat peperangan ini untuk zionis.
Inilah untuk pertama kalinya berdirinya pemerintahan Arab berposisi memusuhi atau mendukung atau ridha atau atau berposisi negative. Sehingga datanglah ugkapan yang dikeluarkan oleh perdana menteri Israel Olmert : “ sebagaian dari negara Arab telah mengetahui apa yang terjadi dan mereka menyepakati untuk menambah serangan ke Libanon secara umum dan masyarakat selatan dengan unsur Muqawamah secara khusus”.
Dengan diam atau dukungan atau penentangan terhadap pembunuhan massa yang kejam itu tidak akan terjadi kalau saja posisi diam, tunduk dan menyerahnya institusi Arab. Sistim pemerintahan ini sama sekali tidak memahami makna insaniyah, keadilan, hak azazi manusia sebagaimana juga telah dipraktekkan dunia barat dengan dididikan zionis Israel . Di tulis dalam Koran As Safir di hari hari peperangan itu : “ Israel mendapat dukungan Arab dan pemerintahan Arab telah berhubungan telepon dengan Olmert yang memberikan keberanian padanya”, begitulah kejelasan posisi kebusukan pemerintahan Arab pada permusuhan Israel tersebut.
Pada 20 Juli 2006, hari ke sembilan (9) peperangan, berkata pemimpin Muqawamah, Sayyid Hasan Narullah didepan TV Al Jazirah yang kemudian dicatat dalam sejarah :”Kalau tidak atas peran Arab, tentulah peperangan akan terhenti hanya dalam bilangan jam”.
Dan diikuti olah penjelasan disana sini memperjelas makar yang dilakukan oleh sebagian pemerintahan Arab terhadap Hizbullah dan Muqawamah Islamiyah di Libanon. Olmert sendiri mengakui dalam pernyataanya ketika dalam pertemuannya untuk mempertimbangkan peperangan itu dengan menyatakan bahwa negara Arablah yang menambah semangat Israel untuk menyerang habis habisan pada Hizbullah.
Inilah keburukan dari hal yang baik, sedikit dari sekian banyak dari yang ada. Hanya saja perlu mengingat siapa yang bersama kita dan yang menentang kita.
“Dan tentulah Allah akan membantu mereka yang membantu-Nya”.
Maha Benar Allah Yang Maha Tinggi dan Agung.[infosyiah]
Nah disitulah kita tahu keburukan pasti akan terungkap dan disitu pula kita dapat membuktikan siapa pembela Islam dan siapa pembela zionis karenanya negara-negara arab tidak dapat bersatu contohnya seperti rakyat Plastina ada pemimpinnya anti
yahudi ada pro yahudi dan mudah-mudahan dimasa mendatang tidak ada didunia arab pemimpin pemimpin mereka yang penghianat karena bila pemimpin arab itu penghianat pasti pro yahudi itulah mereka yang munafik
Komentar oleh abu fatimah | 0, Juli 16, 2007
Pemimpin Arab pro-zionis menghianati aspirasi masyarakatnya dan rasa kemanusiaan/keadilan. Kita tungggu saja saat-saat kehancuran mereka (pemimpin arab pro-zionis).
Komentar oleh abu fadl | 0, Juli 18, 2007